Ini Rincian Perolehan Pajak di Bantul, Ada Sektor yang Masih Nol Rupiah

Ini Rincian Perolehan Pajak di Bantul, Ada Sektor yang Masih Nol RupiahPetugas pajak melayani warga yang mengikuti program Pengampunan Pajak (Tax Amnesty) di Kantor Direktorat Jendral Pajak, Jakarta, Jum'at (31/3). - Antara/Atika Fauziyyah
09 Oktober 2019 00:17 WIB Ujang Hasanudin Ekbis Share :

Harianjogja.com, BANTUL-- Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Bantul optimistis pendapatan pajak daerah di Bantul melampaui target sampai akhir tahun.

Pasalnya pendapan beberapa sektor pajak sampai triwulan III tahun ini sudah di atas 70% atau secara keseluruhan mencapai 84,5%, bahkan pendapatan Pajak Bumi dan Bangunan Perkotaan dan Pedesaan (PBB P2) sudah melebihi dari target.

“Dari 11 sektor pajak, PBB P2 yang sudah melebihi target dari Rp51,2 miliar sudah terealisasi Rp52,7 miliar atau sekitar 102 persen sampai triwulan III atau akhir September," kata Kepala BKAD Bantul, Trisna Manurung, dalam jumpa pers pelaksanaan Pajak Bantul Award di Gedung Parasamya, Komplek Pemerintahan Kabupaten Bantul, Selasa (8/10/2019).

Sementara sektor lainnya seperti pajak hotel terealisasi Rp2,8 miliar dari target Rp3,5 miliar (81,4%), pajak restoran terealisasi Rp10,3 miliar dari target Rp12 miliar (85,9%), pajak reklame terealisasi Rp1,7 miliar dari target Rp1,8 miliar (94,7%), pajak penerangan jalan terealisasi Rp32,7 miliar dari target Rp43,1 miliar (75,8%), pajak hiburan terealisasi Rp512 juta dari target Rp700 juta (73,2%).

Selain itu pajak parkir terealisasi Rp168 juta dari target Rp180 juta (93,3%), pajak air bawah tanah terealisasi Rp527,4 juta dari target Rp600 juta (87,9%), pajak perolehan hak atas tanah dan bangunan (PPHTB) terealisasi Rp66,2 miliar dari target Rp85 miliar (77,8 %), dan pajak mineral bukan logam dan batuan Rp413,6 juta dari target Rp600 juta (68,9%).

Sementara pajak sektor sarang burung walet yang tidak terealisasi. Bahkan dari target perolehan Rp500 juta hingga triwulan ini realisasinya masih nol rupiah.

“Sektor sarang burung walet ini memang potensinya di Bantul masih kecil,” kata Trisna. Secara keseluruhan total realisasi pajak daerah Rp168 miliar dari target Rp198,7 miliar (84,50%).

Trisna mengapresiasi kepada semua wajib pajak yang sudah memenuhi kewajibannya. Sebagai salah satu bentuk apresiasi, pihaknya memberikan penghargaan kepada delapan kategori wajib pajak yang sudah membayar tepat waktu dan nominal pajak yang dibayarkan sesuai dengan tagihannya.

Bupati Bantul Suharsono juga mengapresiasi wajib pajak yang sudah membayar pajak tepat waktu. Ia menyatakan ketaatan membayar pajak berpengaruh pada percepatan pembangunan di Bantul.

Gratis Pajak

Dalam kesempatan tersebut Suharsono juga mengungkapkan keinginannya untuk menggratiskan pajak bagi warga miskin. Menurut dia, tidak seharusnya masyarakat miskin dibebani pajak.

Sebab untuk membangun rumah yang kemudian dipajaki, warga miskin dibangunkan melalui bantuan rumah tidak layak huni (RTLH). “Masyarakat miskin nanti akan digratiskan. Rencana saya itu. Tapi ini masih akan kita pelajari,” ujar Suharsono.