Advertisement
Design Lab Dorong IKM Hasilkan Produk Berdesain Menarik
Suasana rilis Design Lab di Omah Dhuwur Restaurant, Kotagede, Jogja, Sabtu (19/10)./ Harian Jogja - Herlambang Jati Kusumo
Advertisement
Harianjogja.com, JOGJA—Kementerian Perindustrian (Kemenperin) meluncurkan program Design Lab, untuk mendorong sentra industri kecil dan menengah (IKM), agar dapat menghasilkan produk dengan desain yang berkualitas dan sesuai keinginan pasar.
“Diharapkan nantinya dengan Design Lab, bisa meningkatkan pendapatan IKM di sentra dan meningkatkan daya saing produk lokal,” ujar Direktur Jenderal IKM dan Aneka Kemenperin di Omah Dhuwur Restaurant, Sabtu (19/10).
Advertisement
Program ini dilaksanakan melalui kolaborasi antara akademisi, praktisi desain, praktisi bisnis dan pelaku industri. Selain mendapatkan pendampingan desain, IKM juga mendapatkan bimbingan pengembangan bisnis sehingga IKM memiliki kemampuan dalam mengelola bisnis, menyusun strategi pemasaran yang tepat dan mampu memproduksi produk berkualitas secara efisien.
Program Design Lab yang akan dijalankan ini merupakan pilot project peningkatan nilai tambah sentra IKM berbasis pasar yang dilaksanakan di dua sentra IKM yaitu Sentra IKM Batik Lendah Kulonprogo dan Sentra IKM Kerajinan Kotagede Jogja. Agar program terukur dan termonitor dengan baik, dalam pelaksanaan program ini juga dikembangkan aplikasi smart sentra yang nantinya akan berfungsi sebagai media pembelajaran online dan monitoring program. Selain itu, melalui aplikasi ini Ditjen IKMA berupaya untuk mendorong SDM industri agar beradaptasi dengan teknologi digital untuk menuju era Revolusi Industri 4.0.
Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) DIY, Aris Riyanta mengatakan desain dalam hal ini akan meningkatkan nilai jual suatu produk. Termasuk halnya DIY yang terkenal dengan batik dan perak, saat ini menurutnya sudah dalam desain. “Sudah bagus, hanya saja ini memfasiliatsi agar IKM lebih mempunyai semangat melihat kebutuhan pasar, tidak hanya desain snediri. Desain yang dikaitkan dengan kebutuhan pasar desain seprti apa, menjadi hal yang penting,” ujar Aris.
Aris mengatakan secara nasional meski menurun dalam ekspor, tetapi DIY ada peningkatan 13%-14%. Hal tersebut menurutnya tidak lepas dari kreatifitas pelaku IKM dan penciptaan desain yang menarik dan diterima pasar.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Tekan Kecelakaan, Dishub Bantul Pasang 484 Lampu Jalan di 2026
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- AMDATARA Siap Dorong Transformasi Industri AMDK
- PHRI DIY Bidik Okupansi Hotel 85 Persen pada 2026
- Asuransi Kesehatan Terus Tumbuh, Ini Tantangan Industri Jiwa
- Harga Emas Pegadaian Naik, Galeri24 dan UBS Meroket
- Trump Umumkan Tarif 25 Persen untuk Negara yang Berbisnis dengan Iran
- Pemerintah Siapkan KUR Pertanian Rp300 Triliun pada 2026
- AS Mundur dari Organisasi Global, Pakar UMY Soroti Risiko Dunia
Advertisement
Advertisement




