Advertisement
Wakaf Picu Akselerasi Perekonomian DIY
Kegiatan seminar kolaborarif Gerakan Pemberdayaan Perekonomian DIY Berbasis Wakaf di Gedung Bank Indonesia DIY, Jogja, Sabtu (2/11/2019). - Harian Jogja/Kusnul Isti Qomah
Advertisement
Harianjogja.com, JOGJA - Wakaf diyakini dapat memberikan kemanfaatan yang besar bagi aktivitas ekonomi masyarakat. Di sisi lain, keberadaan aset wakaf sangat potensial untuk menjadi salah satu motor penggerak ekonomi nasional.
Kepala Perwakilan Bank Indonesia DIY Hilman Tisnawan mengungkapkan dengan pengelolaan yang profesional, aset wakaf merupakan faktor yang berperan penting dalam meningkatkan efisiensi nasional. Dalam hal ini, optimalisasi ekonomi syariah turut mendorong perekonomian dan mengurangi tekanan pada neraca transaksi berjalan Indonesia.
Advertisement
Melihat besarnya potensi Indonesia dalam pengembangan ekonomi dan keuangan syariah, kolaborasi dan koordinasi merupakan hal yang integral. "Dengan sinergi antara seluruh pihak serta dukungan penuh dari otoritas terkait, ekonomi dan keuangan syariah diharapkan akan semakin maju dan mampu mendukung pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan," ujar dia kepada wartawan di sela-sela seminar kolaborarif “Gerakan Pemberdayaan Perekonomian DIY Berbasis Wakaf” di Gedung Bank Indonesia DIY, Jogja, Sabtu (2/11/2019).
Untuk memfasilitasi terciptanya ekosistem pendukung proses pengelolaan aset wakaf melalui mekanisme koordinasi antar lembaga yang solid, Departemen Ekonomi dan Keuangan Syariah (DEKS) Bank Indonesia dan KPw BI DIY menggandeng beberapa pihak terkait. Seperti Pemda DIY, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Kemenag DIY, kalangan akademisi, organisasi keagamaan, lembaga amil zakat DIY, serta perbankan untuk membentuk konsorsium Jogja Berwakaf.
BACA JUGA
"Jogja Berwakaf ini sebagai wadah yang memberikan edukasi kepada masyarakat akan pentingnya wakaf, melakukan pemberdayaan ekonomi masyarakat, serta pengentasan kemiskinan," kata dia.
Kegiatan seminar kolaboratif Gerakan Pemberdayaan Ekonomi DIY Berbasis Wakaf ini merupakan wujud peran serta KPw BI DIY dalam membangun ekonomi nasional dan instrumen wakaf produktif menjadi sebuah gerakan dengan skala masif. Tujuannya untuk meningkatkan literasi dan awareness masyarakat terhadap pentingnya wakaf dalam percepatan pertumbuhan ekonomi dan pengentasan kemiskinan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- Mensesneg: Harga BBM Belum Berubah, Warga Diminta Tak Terpengaruh Isu
- KPK: Deadline Makin Dekat Banyak Pejabat Belum Lapor Harta Kekayaan
- Aturan KBLI 2025 Terbit, Izin Usaha Makin Akurat dan Terintegrasi
- Puncak Arus Balik Lebaran 2026, Daop 6 Jogja Padat 66 Ribu Penumpang
- Tak Perlu Buru-buru, Batas Lapor SPT Pajak Tiba-tiba Mundur
Advertisement
Ancaman Kekeringan Tahun Ini Mengintai Sejumlah Wilayah di Bantul
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- BSI Salurkan Zakat Rp289 Miliar ke BAZNAS, Terbesar di Indonesia
- Serapan Anggaran di DIY Masih Rendah, TKD Jadi Penopang
- Inflasi DIY Maret 2026 0,45 Persen, Lebih Rendah dari Februari
- Aturan BBM Subsidi Baru, Logistik Nasional Terancam Terganggu
- Tempe Indonesia Tembus Chile, Nilai Ekspor Rp2,1 Miliar
- WFH ASN Dimulai, Trafik Internet Diprediksi Tak Ada Lonjakan
Advertisement
Advertisement








