BEI DIY Harap Pembentukan PED Terealisasi Tahun Ini

BEI DIY Harap Pembentukan PED Terealisasi Tahun IniKepala BEI DIY Irfan Noor Riza saat media gathering di Hotel Grand Zuri, Jogja, Sabtu (29/6)./ Harian Jogja - Herlambang Jati Kusumo
06 November 2019 23:47 WIB Kusnul Isti Qomah Ekbis Share :

Harianjogja.com, JOGJA—Bursa Efek Indonesia (BEI) DIY berharap pembentukan Perusahaan Efek Daerah (PED) di DIY bisa segera terealisasi tahun ini atau paling lambat awal tahun depan.

Kepala BEI DIY Irfan Noor Riza mengungkapkan tengah mendorong Bank BPD DIY untuk menjadi PED. BEI melihat Bank BPD DIY merupakan perusahaan lokal yang paling siap untuk menjadi PED. "Tinggal izin dan syarat lainnya untuk kesiapannya. Semoga bisa dikejar tahun ini meskipun memang ngoyo, tetapi sebenarnya bisa. Kalau tidak tahun ini ya paling cepat awal tahun depan. BPD saat ini sedang koordinasi secara internal mengenai PED," kata dia, Rabu (6/11).

Ia menjelaskan Bank BPD DIY memang memiliki potensi yang besar. Pasalnya Bank BPD DIY memiliki basis nasabah yang besar di DIY sehingga lebih mudah melakukan penetrasi pasar untuk PED.

Ia menjelaskan PE daerah diluncurkan lantaran OJK melihat masyarakat yang menjadi investor di pasar modal baru sekitar 1% atau kurang dari 1 juta jiwa. Dengan kondisi ini, Indonesia sangat tertinggal dari negara tetangga seperti Malaysia dan Singapura. "Kita butuh cara bagaimana tumbuhkan investor ini secara masif dan signifikan. Caranya dengan PED. Nanti di setiap daerah diharapkan bertumbuh perusahaan efek," kata dia.

Irfan menyebutkan saat ini perusahaan efek hanya ada di Jakarta. Kalaupun ada di daerah masih berupa cabang. Harapannya dengan regulasi ini akan tumbuh PED. Dengan pertumbuhan PED diharapkan makin banyak putra daerah yang membangun daerahnya dengan membangun PED ini dan makin banyak penduduk daerah jadi investor.

Hal itu perlu dilakukan oleh putra daerah karena mereka lebih memahami daerahnya. Penetrasi juga bisa dilakukan langsung secara masif sehingga edukasi akan lebih efektif. Ia mengungkapkan DIY memiliki prospek luar biasa. Di DIY ada potensi perusahaan terutama bank daerah yang membentuk PE daerah. Bank daerah bisa sangat potensial karena penetrasi mereka ke pasar sudah luar biasa.

Antusiasme perusahaan akan rencana OJK itu pun cukup besar. Ia mengatakan ada perusahaan keuangan yang bertanya kepada BEI DIY mengenai regulasi tersebut. BEI optimistis PED bisa membantu mengangkat pertumbuhan investor di pasar modal khususnya di DIY. Saat ini investor di DIY sudah 10% dari penduduk DIY. Dengan adanya PE daerah diharapkan ke depan bisa sampai 50% dari total penduduk.

Perusahaan Efek Daerah

Tujuan:

  1. Meningkatkan peran perusahaan efek terhadap perekonomian daerah.
  2. Memperluas akses masyarakat di daerah untuk berinvestasi di pasar modal.

Definisi:

Perusahaan efek yang melakukan kegiatan usaha sebagai perantara pedagang efek yang mengadministrasikan rekening efek nasabah dan khusus didirikan dalam suatu wilayah provinsi.

Kegiatan:

  1. Transaksi efek untuk kepentingan sendiri dan pihak lain;
  2. Pemasaran efek untuk kepentingan perusahaan efek lain;
  3. Kegiatan pembiayaan transaksi Efek dan/atau kegiatan lain (dapat dilakukan setelah memperoleh persetujuan OJK).

Larangan:

Mendirikan kantor di wilayah DKI Jakarta dan PED hanya dapat melayani calon nasabah di wilayah provinsi yang sama dengan wilayah provinsi yang merupakan domisili kantor pusat PED. Persyaratan Permodalan:

Memiliki modal disetor paling sedikit  Rp5 miliar dan MKBD Rp3,75 Miliar atau 6,25% dari total liabilitas tanpa utang subordinasi ditambah ranking liabilities, mana yang lebih tinggi.

Kepemilikan:

Hanya dapat dimiliki oleh orang perseorangan warga negara Indonesia dan/atau badan hukum Indonesia.

Pengendalian:

Dilarang dikendalikan oleh pihak asing secara langsung maupun secara tidak langsung.

Sumber: POJK No.18/POJK.04/2019