Advertisement
Kemenhub Minta Sriwijaya Tetap Jaga Kelaikudaraan Operasional Pesawat
Advertisement
Harianjogja.com, JAKARTA - Sriwijaya Air Group diminta tetap menjaga kelaikudaraan dan operasional yang aman terhadap seluruh pesawat yang dioperasikan. Hal tersebut disampaikan Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kemenhub.
Dirjen Perhubungan Udara Polana B. Pramesti terus memonitor dan memastikan bahwa terpenuhinya aspek keselamatan, keamanan, dan kepatuhan (safety, security , services dan compliance/3S+1C) dalam operasional penerbangan usai Sriwijaya Air menghentikan kerja sama manajemen dengan Garuda Indonesia Group.
Advertisement
"Sriwijaya Air dan Nam Air wajib menjaga airworthiness dan safe for operation seluruh pesawat yang dioperasionalkan," kata Polana dalam siaran pers, Minggu (10/11/2019).
Pihaknya ingin memastikan kontijensi plan dan mitigasi terhadap operasional penerbangan Sriwijaya Air berjalan dengan optimal sehingga pelayanan kepada konsumen dapat dilaksanakan dengan baik.
Saat ini, lanjutnya, jumlah pesawat Sriwijaya air yang beroperasi sebanyak 11 unit dengan 32 rute yang dilayani.
Dia telah menugaskan inspektur penerbangan baik dari Direktorat Kelaikudaraan dan Pengoperasian Pesawat Udara (DKPPU) dan Kantor Otoritas Bandar Udara (KOBU) untuk terus melakukan pengawasan.
Sriwijaya Air dan Nam Air diminta harus memastikan tetap akan memberikan kualitas pelayanan dalam memenuhi kewajiban kepada pengguna jasa sesuai dengan SOP yang disampaikan kepada Ditjen Hubud. Selain itu, memastikan telah melakukan kontrak kerja sama dengan pendukung operasional penerbangan untuk menjaga keselamatan penerbangan
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber : bisnis.com
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Dana Desa di Kulonprogo Dipangkas, Tiap Kalurahan Dapat Rp300 Juta
Advertisement
Destinasi Favorit Terbaru di Sleman, Tebing Breksi Geser HeHa Forest
Advertisement
Berita Populer
- Penerimaan Pajak 2025 Capai Rp1.917 Triliun, Shortfall Rp271 T
- Kunjungan Wisman via YIA November 2025 Turun Secara Bulanan
- Bahlil Wajibkan Etanol di BBM Mulai 2027
- Indef: MBG Dorong PDB Nasional hingga 0,17 Persen pada 2040
- Ekspor Toyota ke Venezuela Tetap Normal di Tengah Gejolak
- Harga Emas Hari Ini Menguat Tipis, Pasar Tunggu Data AS
- China Larang Ekspor Dwiguna ke Jepang, Fokus Sektor Militer
Advertisement
Advertisement



