Mau Kejar 1 Juta Wisman? Ini Kuncinya

Mau Kejar 1 Juta Wisman? Ini KuncinyaKetua Association of the Indonesian Tours and Travel Agencies (Asita) atau Asosiasi Perusahaan Perjalanan Wisata Indonesia Daerah Istimewa Yogyakarta DIY DIY Udhi Sudiyanto./ Harian Jogja - Kusnul Isti Qomah (Dok)
25 November 2019 06:07 WIB Kusnul Isti Qomah Ekbis Share :

Harianjogja.com, SLEMAN—Target kunjungan satu juta wisatawan mancanegara (wisman) pada 2020 dinilai cukup berat untuk dicapai. Namun, target tersebut bukan tidak mungkin asalkan semua pemangku kepentingan memiliki komitmen yang sama.

Ketua Association of the Indonesian Tours and Travel Agencies (Asita) atau Asosiasi Perusahaan Perjalanan Wisata Indonesia Daerah Istimewa Yogyakarta DIY DIY Udhi Sudiyanto mengatakan agar sebuah usaha bisa berhasil diperlukan satu komitmen yang kuat dari semua pemangku kepentingan. "Tetapkan tujuannya apa dan semua ke tujuan itu. Kalau A promosikan ini dan B promosikan itu, nanti susah. Kita butuh dirigen agar ritme pariwisata DIY bisa sama antara masing-masing. Kabupaten dan kota serta stakeholder harus promosikan hal yang sama," kata dia, Minggu (24/11).

Selain itu hal itu akan semakin didukung adanya YIA di Kulonprogo apalagi dengan penerbangan langsung dari luar negeri. Asita DIY melihat sangat penting untuk fokus menggarap pasar ASEAN terlebih dahulu setelah itu semakin melebar ke Asia dan benua lainnya.

"Direct flight dari negara tetangga kita [Malaysia dan Singapura] ade sejak dahulu. Kita perlu juga dari Thailand, Vietnam, Brunei Darussalaam. ASEAN dulu lah. Jogja saya pikir cocok jadi tujuan wisata untuk halal tourism atau muslim friendly. Kita butuh kerja sama yang kuat antara pemerintah, airlines, Angkasa Pura dan pemangku kepentingan lainnya," kata dia.

DIY perlu memiliki branding yang bagus salah satunya melalui rutin dan kerapnya penyelenggaraan kegiatan bertaraf internasional yang bisa menarik wisman. Misalnya, saja sport tourism yang efektif menggaet peserta dari luar negeri. Event internasional akan semakin memberi warna pada wisata DIY dan akan berdampak positif.

"Tinggal teman-teman Asita dan PHRI siap atau belum. Kalau sudah siap bisa dilakukan secara rutin. Kita harus lepaskan ego sektoral. Ini harus bareng-bareng. Untuk promosi pun akan lebih mudah dan gaungnya lebih berasa," kata dia.

Beberapa waktu lalu, Gubernur DIY Sri Sultan HB X menilai semua sektor harus semakin kompetitif khususnya sektor hospitality seiring beroperasinya YIA.   "Tahun depan targetnya satu juta pengunjung asing, sekarang baru 500.000. 100 persen sendiri [naiknya], apa bisa?. Bagi isaya itu sangat berat. Enggak mungkin tamu langsung berbondong-bondong. Perlu waktu untuk promosi dan fasilitas lain," jelas dia.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia DIY Hilman Tisnawan mengungkapkan target kunjungan wisman Indonesia salah satunya kawasan Joglosemar untuk bisa menggaet satu juga pengunjung mancanegara. Faktor penentunya pun dinilai banyak.

Ia menilai ucapan Gubernur DIY merupakan pesan yang harus diterjemahkan semua pemangku kepentingan agar kekhawatiran itu tidak terwujud. "Pernyataan itu sebetulnya menyuruh kepada kita dan stakeholder untuk segera melakukan kajian karena ini sudah mau akhir tahun. Ini warning," kata dia.