Advertisement
Soal Pemangkasan Target Serapan Beras, Bulog Divre DIY Tunggu Koordinasi
Petugas mengecek stok beras di kawasan pergudangan Bulog, Purwomartani, Kalasan, Jumat (21/12/2018). - Harian Jogja/Fahmi Ahmad Burhan
Advertisement
Harianjogja.com, JOGJA—Bulog Divre DIY masih menunggu koordinasi dengan Pusat, terkait dengan rencana pemangkasan target serapan beras pada 2020.
Kepala BULOG Divre DIY, Juaheni mengatakan masih menunggu koordinasi dari Pusat yang dimungkinkan akan dilakukan pada akhir 2019 atau awal 2020. “Kami masih menunggu bagaimana koordinasi nantinya. Tetapi biasanya tidak jauh berbeda dengan tahun sebelumnya. Pastinya akan disesuaikan antara pengadaan atau penyerapan dengan pangsa pasar,” kata Juaheni, Sabtu (23/11).
Advertisement
Menurutnya, penting untuk memperhatikan keseimbangan antara supply dan demand. Jika tidak memperhatikan hal tersebut, justru akan mengeluarkan biaya yang besar jika penyerapan dari petani tinggi, namun yang terjual tidak banyak.
“Harus kami lihat juga kebutuhan di masyarakat, untuk ketahanan stok kalau ada bencana nanti butuh berapa. Pada prinsipnya juga kami sebagai pengendali harga agar tetap stabil,” kata dia.
Pada 2019, dikatakan Juaheni untuk wilayah DIY memang belum sesuai target yang diinginkan. Target dari Bulog yaitu 28.964 ton, sementara serapannya baru 4.731 ton atau baru sekitar 16%.
“DIY memang tidak sebesar di Jawa Tengah. Jadi untuk wilayah DIY kan juga ditopang dari Kedu dan Banyumas. Tetapi untuk stok tersebut masih memnuhi, sampai panen yang akan datang Maret atau April. Kami juga masih terus melakukan penyerapan,” ucapnya.
Dilansir dari Jaringan Informasi Bisnis Indonesia (JIBI), Perum Bulog menargetkan dapat menyerap 1,6 juta ton beras pada 2020 mendatang. Angka ini lebih rendah dibandingkan dengan target pengadaan pada 2019 yang dipatok di angka 1,8 juta ton.
Direktur Utama Perum Bulog Budi Waseso mengemukakan target serapan ini dibuat dengan asumsi stok awal pada Januari 2020 berjumlah 1,3 juta ton. Dia menyatakan terbuka pada opsi revisi target dengan mempertimbangkan realisasi penyaluran mengingat pihaknya pun mempertimbangkan beban penyimpanan stok beras di gudang.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- KPK: Deadline Makin Dekat Banyak Pejabat Belum Lapor Harta Kekayaan
- Aturan KBLI 2025 Terbit, Izin Usaha Makin Akurat dan Terintegrasi
- Puncak Arus Balik Lebaran 2026, Daop 6 Jogja Padat 66 Ribu Penumpang
- Tak Perlu Buru-buru, Batas Lapor SPT Pajak Tiba-tiba Mundur
- KAI Prediksi Puncak Arus Balik Kereta Api Mulai Terjadi Minggu Ini
Advertisement
HUT ke-80 Sultan HB X, 10.000 Pamong se-DIY Bakal Kirab Hasil Bumi
Advertisement
Musim Semi Tiba, Keindahan Bunga Sakura di Taman Yuyuantan Beijing
Advertisement
Berita Populer
- Konsumsi BBM Naik 28 Persen, Pertamina Jamin Stok Aman Saat Lebaran
- Harga Minyak Naik Tekan Rupiah Mendekati Level Psikologis
- Inflasi DIY Maret 2026 Diprediksi Nyaris 1 Persen
- Update Harga Emas Hari Ini: Stabil di Rp2,26 Juta per Gram
- Investor Baru Jogja Tembus Ribuan dalam Sebulan
- Koperasi Desa Bakal Sediakan Kredit, Bunga Dipatok 6 Persen per Tahun
- KPK: Deadline Makin Dekat Banyak Pejabat Belum Lapor Harta Kekayaan
Advertisement
Advertisement







