Pasangan di Klaten Nikah dengan Mahar ETF, Kamu Kapan?

Pasangan di Klaten Nikah dengan Mahar ETF, Kamu Kapan?Kepala BEI DIY Irfan Noor Riza (kiri) berfoto bersama mempelai pengantin yang menikah dengan Mahar ETF.
23 Desember 2019 08:17 WIB Kusnul Isti Qomah Ekbis Share :

Harianjogja.com, SLEMAN—Sepasang kekasih di Klaten, Jawa Tengah, pada Minggu (22/12) melangsungkan pernikahan dengan mahar yang unik, berupa dua produk ETF (Exchange Traded Fund). Mereka ingin pernikahan dengan mahar produk dari Pasar Modal ini dapat menyebarkan manfaat berinvestasi di Pasar Modal dan memopulerkan produk ETF.

Giri Wahyu Priambada menikahi Nurmelia Widiarini di Pendopo Marsudi Utomo pada 22 Desember 2019 dengan memilih dua produk investasi ETF sebagai maharnya. "Saya memilih mahar ETF karena ETF merupakan instrumen investasi perpaduan antara saham dengan reksa dana yang cocok menurut kami. Perpaduan tersebut berupa reksa dana yang diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia, artinya ETF tersebut dikelola manajer investasi secara professional tetapi nilai dan rincian portofolionya kami tahu. Cocok dengan profil kami yang tidak bisa memantau pasar terus menurus tetapi bisa mengetahui isi portofolio reksa dana tersebut." kata mempelai pria, Giri Wahyu Priambada dalam rilis, Minggu (22/12).

Giri dan Nurmelia mulai mengenal pasar modal sejak 2013 melalui Galeri Investasi BEI-STIE YKPN yang merupakan salah satu binaan Bursa Efek Indonesia (BEI) Kantor Perwakilan Yogyakarta, sejak itu pula mereka aktif mengedukasi dan menyosialisasikan hal ini ke teman-temannya. 

Alasan Investasi

Dia menuturkan alasan membeli ETF R-LQ45X karena ingin mendapat return persis dengan Indeks LQ45 yang berisi 45 saham ter-liquid di BEI. Selain itu mereka juga membeli ETF XIIF yang berisi saham sektor keuangan yang percaya mempunyai daya tahan lebih di tengah ketidakpastian ekonomi politik global disbanding saham sector lain. “Dengan membeli ETF sama seperti membeli satu portofolio saham sekaligus dan otomatis kami sudah diversifikasi portofolio. Tidak perlu pusing-pusing analisis saham satu per satu, cukup beli ETF berbasis indeks tertentu dan ETF tersebut akan mengikuti return dari indeks acuannya”, ujar dia.

Widiarini mengatakan pembelian ETF mudah, semudah membeli saham di aplikasi sekuritas dengan harga yang ditawarkan relatif terjangkau. ETF merupakan reksadana yang unit penyertaannya dapat diperdagangkan di bursa. Dengan demikian, ETF berfungsi sebagai sarana atau wadah investasi bagi sekumpulan investor yang dikelola oleh perusahaan manajer investasi sehingga investor tidak direpotkan dengan keharusan memilih /menganalisa satu per satu saham/ obligasi untuk dimiliki.

Direktur Pengembangan BEI Hasan Fawzi mengatakan banyaknya generasi milenial yang sadar berinvestasi dan menjadikan gaya hidup menunjukkan literasi dan inklusi keuangan meningkat. Tren generasi milenial berinvestasi ini membuat BEI akan terus mendukung literasi dan inklusi keuangan. "ETF itu disebut juga sebagai reksa dana diperdagangkan di Bursa Efek layaknya saham dan investor dapat melihat detail instrumen apa saja yang dibeli oleh ETF tersebut di web bursa serta pastinya sangat terjangkau bagi milenial karena ETF dapat dibeli mulai dari Rp10.000," kata Hasan.

Kepala Bursa Efek Indonesia Perwakilan Yogyakarta Irfan Noor Riza mengatakan investasi pasar modal kini sudah lebih dikenal dan dijadikan salah satu pilihan investasi serta gaya hidup oleh masyarakat. Setelah beberapa waktu lalu sempat viral pasangan yang menikah dengan mahar saham, saat ini ada pasangan yang antimainsteam yaitu menikah dengan mahar Reksa dana ETF.

“Kami berharap edukasi yang konsisten dapat memberikan pemahaman masyarakat tentang pentingnya mengatur asset financial dan berinvestasi sejak usia produktif untuk mewujudkan berbagai kebutuhan di masa depan, seperti menikah,” kata Irfan.

Alasan Membeli ETF:

  1. Mudah (Jual beli bisa dilakukan selama jam perdagangan Bursa)
  2. Murah (Bisa dibeli mulai Rp10.000,-)
  3. Transparan (Komposisi portfolio ETF dipublikasikan melalui website BEI dan

dapat diakses publik)

  1. Diversifikasi (Investor sudah melakukan diversifikasi dengan beli ETF)
  2. Likuid (Pasti ada yang beli dan jual)

Sumber: KP BEI DIY