Soal Perumahan Berkedok Syariah, Ini Pesan REI DIY

Soal Perumahan Berkedok Syariah, Ini Pesan REI DIYIlustrasi rumah murah bersubsidi - JIBI
17 Januari 2020 09:22 WIB Mediani Dyah Natalia Ekbis Share :

Harianjogja.com, JOGJA—Terkait dengan penipuan berkedok perumahan syariah, Real Estat Indonesia (REI) DIY mengimbau warga untuk lebih selektif sebelum membeli properti. Termasuk jika pengembang tersebut memberikan aneka penawaran dari harga miring hingga terkesan agamais.

Ketua REI DIY Rama Adyaksa Pradipta menyampaikan kasus penipuan perumahan berkedok syariah tersebut beragam. Dari ada yang mencatut nama dan foto ulama terkenal, menawarkan skema bagi hasil yang menarik, kemudahan pembayaran hingga harga yang jauh di bawah harga pasaran.

“Di DIY juga ada temuan kasus perumahan berkedok syariah. Kebetulan pengembang tersebut adalah anggota REI DIY,” ujarnya saat ditemui Harian Jogja di kantor REI DIY, Rabu (15/1).

REI DIY, kata Rama, telah memanggil pengembang terkait. Saat proses diskusi, para pengembang tersebut mengaku kecolongan. Sebab pengembang menyerahkan masalah pemasaran kepada pihak ketiga.

“Oleh mitra tersebut, promosinya dibuat seperti itu untuk menarik pasar tanpa sepengetahuan pengembang,” ujar dia.

Lebih lanjut, Rama menuturkan sebenarnya tanpa menggunakan label syariah, seluruh perumahan di DIY sudah dikerjakan secara islami. Misalnya, membeli bahan baku bangunan sesuai spesifikasi atau perjanjian hingga menjalankan setiap proses pembangunan secara amanah. Karena itu, dia meminta warga untuk tak mudah tergiur aneka penawaran tersebut.

Ketika ditanya soal konsep perumahan syariah dengan properti lainnya, dia menuturkan tak ada perbedaan yang signifikan. Satu-satunya pembeda adalah proses pembayaran.

“Hanya dari pembayaran. Jika syariah tidak ada riba sehingga tidak ada kredit tetapi pembiayaan,” ujar dia.

Sekretaris REI DIY Ilham Nur Muhammad menambahkan dari faktor pembeda tersebut, masyarakat diharapkan juga tidak menyempitkan arti perumahan  syariah. “Bukan berarti perumahan syariah itu eksklusif hanya untuk agama tertentu. Bukan seperti itu,” katanya.

Pemimpin Redaksi Harian jogja Anton Wahyu Prihartono setuju jika perumahan syariah bukan hanya milik agama tertentu. Menurut dia, hal ini seperti konsep perbankan syariah. “Meski konsep bank syariah itu islami tetapi nasabahnya justru kebanyakan nonmuslim. Jadi seharusnya seperti itu juga untuk perumahan syariah,” jelas dia.