IJK di DIY Diharapkan Semakin Solid

IJK di DIY Diharapkan Semakin SolidKetua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso (berdiri) menyaksikan Kepala OJK DIY lama Untung Nugroho (kedua kiri) dan Kepala OJK DIY baru Parjiman (kedua kanan) saat menandatangani serah terima jabatan di Royal Ambarrukmo Yogyakarta, Sleman, Senin (3 - 2).
04 Februari 2020 08:22 WIB Media Digital Ekbis Share :

Harianjogja.com, SLEMAN—Otoritas Jasa Keuangan (OJK) DIY menggelar serah terima jabatan antara Ketua OJK DIY yang lama ke ketua yang baru di Royal Ambarrukmo, Sleman, Senin (3/2). Industri jasa keuangan (IJK) di berbagai daerah di Indonesia, khususnya di DIY diharapkan semakin solid dan berkembang lebih besar dan lebih baik lagi, terutama dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkualitas.

Kepala OJK DIY yang lama Untung Nugroho memiliki jabatan baru sebagai Kepala OJK Regional 7 Sumatra Bagian Selatan. Sementara, Parjiman dengan jabatan lama Deputi Direktur Pengawasan Bank menggantikan Untung sebagai Kepala OJK DIY.

Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso berharap baik Untung maupun Parjiman bisa mengemban tugas dengan sebaik-baiknya. "Saya atas nama seluruh Anggota Dewan Komisioner OJK, ingin mengucapkan selamat kepada Saudara Parjiman yang dilantik hari ini," ujar dia dalam acara sertijab, Senin (3/2).

Ia berharap Parjiman mampu bekerja dengan penuh integritas, dedikasi, dan profesionalisme dalam mengemban amanah dan tanggung jawab besar. Hal ini untuk memastikan program-program strategis yang telah ditetapkan dapat berjalan dengan baik dan sesuai dengan visi dan misi OJK. "Adapun untuk saudara Untung Nugroho yang pada hari ini dimutasi dan promosi ke jabatan strategis lainnya, saya juga ingin mengucapkan terima kasih dan mengapreasiasi atas dedikasi yang diberikan selama ini di Kantor OJK DIY," kata dia.

Ia mengharapkan pelantikan ini menjadi momentum bagi Parjiman untuk lebih berkiprah dan mampu mengukir prestasi lebih banyak lagi dalam mewujudkan Kantor OJK DIY yang kredibel dan berperan nyata bagi stakeholder. "Semoga ke depan industri jasa keuangan di berbagai daerah di Indonesia, khususnya di DIY akan semakin solid dan berkembang lebih besar dan lebih baik lagi, terutama dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkualitas," kata dia.

Ia mengaku sangat mengapresiasi pertumbuhan ekonomi DIY dapat secara konsisten lebih tinggi dari tingkat pertumbuhan nasional (pertumbuhan DIY Quartal 3 (Q3) 2019: 6,01%, 2018: 7,39%). Pertumbuhan tertinggi yang dicapai oleh usaha penyediaan akomodasi dan makanan minum sebesar 8,93% menunjukkan geliat usaha di bidang pariwisata DIY menjadi roda penggerak ekonomi daerah.

Pertumbuhan Kredit di DIY pada November 2019 yang mencapai 7,28% juga lebih tinggi daripada pertumbuhan kredit nasional (November: 7,05%, Desember: 6,08%). Begitu juga pertumbuhan DPK yang mampu tumbuh 7,39%, di atas pertumbuhan DPK nasional November 6,72% (Desember: 6,54%).

"Inilah yang diharapkan. Perekonomian daerah harus menjadi pendorong pertumbuhan ekonomi. Sumber-sumber pertumbuhan ekonomi baru di daerah yang memiliki daya ungkit harus terus dikembangkan," kata dia.

Untuk itu, berbagai proyek infrastruktur pendukungnya harus terus dibangun dan multiplier effect dari infrastruktur yang telah terbangun harus diakselerasi agar dampak positif pembangunan infrastruktur dapat segera dirasakan masyarakat sekitarnya.

Proyek-proyek infrastruktur besar yang sedang dan akan berjalan di Provinsi DIY seperti proyek bandara, tol Jogja-Solo dan Jogja-Bawen akan membuka lapangan kerja baru dan diharapkan akan semakin menggerakkan roda perekonomian dan menumbuhkan sumber pertumbuhan ekonomi baru (new engine of growth) di daerah. "Untuk mendukung upaya ini, industri jasa keuangan diharapkan siap untuk menyediakan pembiayaan sektor prioritas dan bagi dunia usaha, tidak hanya industri perbankan, tetapi juga pasar modal dan IKNB," kata dia.

 

Pertumbuhan Ekonomi

Ia meminta agar Kantor OJK dapat berperan aktif mendorong sektor jasa keuangan di wilayah DIY untuk lebih mengoptimalkan perannya dalam mendukung upaya pemerintah daerah meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat. Selain itu, untuk perlindungan konsumen dan meminimalikan maraknya tawaran investasi dan fintech ilegal, ia berpesan agar Kantor OJK daerah semakin memperkuat koordinasinya dengan anggota tim Satgas Waspada Investasi dan mengintensifkan pelaksanaan edukasi dan literasi keuangan bagi masyarakat.

"Kami menyadari peran OJK dalam mendukung dan menyukseskan program prioritas pemerintah tidak dapat kita jalankan sendirian. Kita harus senantiasa berinteraksi dengan para pemangku kepentingan untuk mewujudkan tujuan besar organisasi dan bangsa," terang dia.

Gubernur DIY Sri Sultan HB X mengatakan hingga hari ini telah mengalami pergantian tiga kali kepemimpinan OJK DIY. Selama itu, telah terjalin harmonisasi hubungan kemitraan dengan Pemda DIY. Kehadiran OJK DIY terasa dalam fungsionalisasi peran Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah DIY (TPAKD DIY).  "Terbukti TPAKD DIY dapat menjaga tingkat inflasi DIY tetap di angka yang rendah. Dengan demikian, diharapkan dapat memperbesar skala produksi lokal, dengan memanfaatkan ruang ekspansi sistem keuangan," ujar dia.

Pertama, peningkatan kemampuan UMKM, dan penguatan sektor ekonomi unggulan sebagai driving force perekonomian DIY. Kedua, ‎mendorong pembiayaan jangka panjang korporasi, khususnya dalam pembangunan infrastruktur transportasi, industri, dan pariwisata beserta prasarana dan utilitas pendukungnya.

 

Peluang Bisnis

TPAKD diharapkan juga memetakan peluang bisnis dan jenis-jenis profesi baru sebagai multiplier effects dibangunnya Bandara Internasional Yogyakarta (YIA), dengan dukungan skim penyertaan modal atau mezzanine financing bagi bank yang sudah memiliki risk management mumpuni, simultan dengan restrukturisasi dan revitalisasi peran venture capital yang kini belum optimal.

"Pasalnya, banyak pengusaha tidak sanggup memenuhi ketentuan penyediaan modal sendiri sebesar 30 persen dari total proyek untuk mendapatkan kredit infrastruktur," kata dia.

Dalam hal ini, peran OJK DIY harus lebih cermat dan selektif tetapi inovatif dalam menjalankan operasi pengawasan mikroprudensial terhadap kegiatan sektor jasa keuangan. "Dengan adanya peningkaan investasi, kita dapat membangun masyarakat yang produktif, sehingga berdampak pada pertumbuhan perekonomian masyarakat dan pengurangan kesenjangan pendapatan," kata dia.

Program percepatan ini perlu menjadi perhatian OJK DIY dalam mendorong sektor keuangan untuk berani taking-risks yang diperhitungkan. Dengan pendekatan itu diharapkan dana-dana idle bisa dioptimalkan untuk investasi. OJK DIY hendaknya mendorong terlaksananya program ini untuk menciptakan pertumbuhan ekonomi yang merata, partisipatif dan inklusif. Harapan ini sejalan dengan program Pemerintah untuk memperkuat ekonomi daerah guna menopang pertumbuhan ekonomi nasional.

Penyediaan pembiayaan bagi industri manufaktur diprioritaskan, karena dampak bergandanya luas, baik di sektor backward maupun forward linkages, mengingat keterkaitan antarsektor dan derivatifnya sangat besar dan luas. Peningkatan UMKM, pengembangan ekonomi daerah, dan pembiayaan sektor ekonomi prioritas, akan mendorong sustainable growth dan tercapainya struktur ekonomi DIY yang lebih solid. "Dengan harapan seperti itulah, Pemda DIY menyambut baik dan mengapresiasi pergantian Ketua OJK DIY pada hari ini," jelas dia.

Kepala OJK DIY Parjman mengaku siap mengemban tugas dengan sebaik-baiknya. Ia berkomitmen untuk meningkatkan industri jasa keuangan menjadi industri yang sehat. "Kalau industri jasa keuangan sehat, otomatis fasilitas yang diberikan ke masyarakat bisa lebih banyak. Efeknya ke perekonomian kita baik industri manufaktur maupun ke konsumsen seperti retail," ungkap dia. 

Selain itu, hal yang perlu ditingkatkan lagi terkait literasi dan inklusi keuangan. Saat ini masih banyak masyarakat yang belum paham sekali terkait indusrti jasa keuangan. "Banyak masyarakat yang masih tergiur iming-iming investasi bodong. Kita berikan pemahaman terkait industri jasa keuangan yang legal itu seperti apa," kata dia.