N95 dan Masker Lainnya Laris Manis

N95 dan Masker Lainnya Laris ManisDana, salah satu staf Apotek K24 Bhayangkara ketika beraktivitas di apotek, Jogja, Jumat (7/2)./ Harian Jogja - Kusnul Isti Qomah
08 Februari 2020 10:22 WIB Kusnul Isti Qomah & Herlambang Jati Kusumo Ekbis Share :

Harianjogja.com, JOGJA—Merebaknya kasus Virus Corona di Tiongkok dan beberapa negara lain membuat masyarakat memburu masker N95 dan masker lainnya untuk melindungi diri. Hal serupa juga terjadi di Jogja di mana penjualan masker sangat tinggi.

Salah satu karyawan Apotek K24 Bhayangkara Dana mengatakan pembelian masker khususnya N95 oleh masyarakat sudah dilakukan sejak hari kedua setelah diumumkannya kasus Virus Corona. "Persediaan kami langsung habis karena memang untuk masker N95 terbatas dan dari distributor juga dibatasi. Waktu itu punya kami sebanyak dua kardus atau sekitar 40 buah dan langsung habis," kata dia kepada Harian Jogja ketika ditemui di Apotek K24 Bhayangkara, Jogja, Jumat (7/2).

Dana mengatakan setelah masker N95 terjual habis, masker lainnya pun menjadi sasaran masyarakat. Bahkan ada yang membeli dalam jumlah besar sampai berkardus-kardus. Tidak hanya masyarakat lokal yang membeli, tetapi wisatawan mancanegara salah satunya dari Tiongkok juga memborong masker.

"Kalau yang beli sampai kardusan biasanya untuk didonasikan atau dikirimkan ke saudara yang ada di Tiongkok. Orang Tiongkok yang beli banyak, juga untuk dikirim ke keluarganya di sana," kata dia.

Namun, harga jual masker N95 pun masih harga normal yakni Rp20.300 per buah. Untuk masker biasa, harganya Rp5.300 per kemasan isi lima buah. Harga ini sudah mengalami kenaikan dari sebelumnya Rp4.000 per kemasan lima buah.

"Permintaan sampai sekarang masih banyak. Karena sudah tidak ada N95 jadi beli masker lain. Mau enggak mau. Sampai sekarang juga banyak yang borong," kata dia

 

Pembatasan Menjual

Ace Hartono Mall Yogyakarta membatasi pembelian masker N95 yang mengalami lonjakan. Setidaknya hal ini terlihat dari informasi yang dipasang di lokasi, yakni mengingat kebutuhan masker yang sangat tinggi dan untuk melayani lebih banyak permintaan. Ketentuan pembelian masker, untuk member maksimal dua produk/transaksi/hari serta nonmember maksimal satu produk/ transaksi/ hari. Pembelian masker hanya tersedia di kasir tertentu.

“Jual [Masker N95] tetapi dibatasi. Ada peningkatan penjualan. Beberapa waktu lalu ada yang pesan 100 buah N95 value-nya Rp19 jutaan. Tetapi tidak bisa,” kata Store Manager Ace, Hartono Mall Yogyakarta Sekar Tyas Nareswari, Jumat (7/2).

Sekar mengatakan untuk harga, meski mengalami peningkatan penjualan pasca-pengumuman Virus Corona di Wuhan, China, harga tidak berubah, masih sama seperti sebelum merebaknya virus. Untuk harga masker biasa mulai Rp8.000 isi tiga. Sementara untuk satuan N95 harga dikisaran Rp200.000.

End user yang boleh beli. Untuk saat ini stok masih cukup, tetapi karena dibatasi agar tidak dibeli dalam jumlah besar jadi tidak di-blow up dan di-display hanya boleh dibelakang kasir. Kalau N95 sehari bisa terjual sekitar 10,” ucapnya. 

Pengelola Toko Krisbow di Jalan Laksda Adisutjipto KM 7,5 Tambakbayan, Caturtunggal, Depok, Lidia mengatakan stok masker di tempatnya telah habis, setelah merebaknya virus Corona di China. Ia pun memilih tidak menyetok kembali, karena harga saat ini telah melambung tinggi. “Stok sudah enggak ada, sudah gila-gilaan harganya. Sementara tidak nyetok dulu, sampai kembali kondisi normal lagi. Dulu sekitar Rp200.000 kalau yang N95, sekarang sudah sampai jutaan ada,” ucapnya.