Bantu Temukan Ide Bisnis Rumahan, Cornellia&Co Gandeng Penyintas Gagal Ginjal Gelar Workshop Ecoprint

Bantu Temukan Ide Bisnis Rumahan, Cornellia&Co Gandeng Penyintas Gagal Ginjal Gelar Workshop EcoprintKiri ke kanan, Director and Founder Cornellia&Co, Ayu Cornellia (kiri), Yuyun Trimulyana dari perwakilan I Can Enterprises, Nugroho Nurcahyo selaku Redaktur Pelaksana Harian Jogja, dan Precy Setyadhika Permata dari Cornelia&Co, berfoto bersama di kantor Harian Jogja, Kamis (20/2/2020). - Harian Jogja/Bernadheta Dian Saraswati
20 Februari 2020 16:47 WIB Bernadheta Dian Saraswati Ekbis Share :

Harianjogja.com, JOGJA - Seseorang yang sudah didiagnosa gagal ginjal harus mengatur pola hidupnya dengan baik, salah satunya tidak boleh beraktivitas terlalu berat. Kendati demikian, pasien atau penyintas tetap disarankan melakukan kegiatan ringan yang bermanfaat bagi fisik dan mentalnya.

Berangkat dari hal itu, PR, Marketing Communications, and Human Resources Development Consultant, Cornellia&Co menggandeng yayasan sosial I Can Enterprise menyelenggarakan workshop ecoprinting di Joglo Ayu Tenan, Mlati, Sleman, Minggu (23/2/2020). Kegiatan yang dilaksanakan dalam rangka memeringati World Kidney Day 2020 tersebut bertujuan mengajak para penyintas untuk tetap berkegiatan sekaligus belajar bisnis untuk menunjang sisi entreprenurshipnya.

Director and Founder Cornellia&Co, Ayu Cornellia menjelaskan melalui kegiatan workshop tersebut peserta tidak hanya belajar membuat produk kerajinan melalui proses ecoprint, tetapi juga belajar bagaimana cara menjual produk tersebut. "Kami ingin membantu para penyintas untuk menemukan ide bisnis yang bisa dilakukan di rumah. Penyintas bisa belajar mulai dari proses produksi sampai pemasaran dengan memanfaatkan platform media sosial," kata Ayu saat berkunjung ke kantor Harian Jogja, Kamis (21/2/2020).

Yuyun Trimulyana dari perwakilan I Can Enterprises menyampaikan bahwa pembuatan kerajinan ecoprint tidak menyerap banyak tenaga sehingga masih dapat dijangkau oleh para penyintas gagal ginjal. Nantinya, workshop ecoprint akan memilih metode kukus karena prosesnya lebih ringan. "Kenapa Ecoprint karena selain tidak menguras tenaga juga nilai jualnya tinggi," kata penyintas yang juga masuk di komunitas Hidup Ginjal Muda (HGM) Jogja ini.

Yuyun menjelaskan, banyak penyintas gagal ginjal yang akhirnya harus kehilangan pekerjaan karena penyakit yang dideritanya. Gagal ginjal yang tidak memungkinkan penderitanya melakukan banyak aktivitas, membuat mereka terpaksa harus mengundurkan diri dari tempat bekerja agar proses penyembuhan lebih optimal.

Untuk itu, kegiatan workshop ecoprint ini menurutnya akan memberikan manfaat yang besar bagi penyintas untuk tetap bekerja di rumah dan menghasilkan rupiah.

Cornelia&Co dan I Can Enterprise menyediakan 20 kursi gratis bagi peserta workshop. Masing-masing peserta akan mendapatkan silk scarf with fringes, ecoprinting materials, snack dan makan siang, dan masih banyak lagi. Selain itu, hasil karya peserta juga akan dipamerkan dalam fashion show pada 5 April 2020 di Jogja Tronik.