Top 7 News Harianjogja.com Rabu 13 September 2023
Selamat pagi, semangat menjalani hari. Izin kirim kabar dari Bumi Mataram Ngayogyakarta Hadiningrat, heritage-nya Indonesia, rumahnya start up.
Kiri ke kanan, Director and Founder Cornellia&Co, Ayu Cornellia (kiri), Yuyun Trimulyana dari perwakilan I Can Enterprises, Nugroho Nurcahyo selaku Redaktur Pelaksana Harian Jogja, dan Precy Setyadhika Permata dari Cornelia&Co, berfoto bersama di kantor Harian Jogja, Kamis (20/2/2020)./Harian Jogja-Bernadheta Dian Saraswati
Harianjogja.com, JOGJA - Seseorang yang sudah didiagnosa gagal ginjal harus mengatur pola hidupnya dengan baik, salah satunya tidak boleh beraktivitas terlalu berat. Kendati demikian, pasien atau penyintas tetap disarankan melakukan kegiatan ringan yang bermanfaat bagi fisik dan mentalnya.
Berangkat dari hal itu, PR, Marketing Communications, and Human Resources Development Consultant, Cornellia&Co menggandeng yayasan sosial I Can Enterprise menyelenggarakan workshop ecoprinting di Joglo Ayu Tenan, Mlati, Sleman, Minggu (23/2/2020). Kegiatan yang dilaksanakan dalam rangka memeringati World Kidney Day 2020 tersebut bertujuan mengajak para penyintas untuk tetap berkegiatan sekaligus belajar bisnis untuk menunjang sisi entreprenurshipnya.
Director and Founder Cornellia&Co, Ayu Cornellia menjelaskan melalui kegiatan workshop tersebut peserta tidak hanya belajar membuat produk kerajinan melalui proses ecoprint, tetapi juga belajar bagaimana cara menjual produk tersebut. "Kami ingin membantu para penyintas untuk menemukan ide bisnis yang bisa dilakukan di rumah. Penyintas bisa belajar mulai dari proses produksi sampai pemasaran dengan memanfaatkan platform media sosial," kata Ayu saat berkunjung ke kantor Harian Jogja, Kamis (21/2/2020).
Yuyun Trimulyana dari perwakilan I Can Enterprises menyampaikan bahwa pembuatan kerajinan ecoprint tidak menyerap banyak tenaga sehingga masih dapat dijangkau oleh para penyintas gagal ginjal. Nantinya, workshop ecoprint akan memilih metode kukus karena prosesnya lebih ringan. "Kenapa Ecoprint karena selain tidak menguras tenaga juga nilai jualnya tinggi," kata penyintas yang juga masuk di komunitas Hidup Ginjal Muda (HGM) Jogja ini.
Yuyun menjelaskan, banyak penyintas gagal ginjal yang akhirnya harus kehilangan pekerjaan karena penyakit yang dideritanya. Gagal ginjal yang tidak memungkinkan penderitanya melakukan banyak aktivitas, membuat mereka terpaksa harus mengundurkan diri dari tempat bekerja agar proses penyembuhan lebih optimal.
Untuk itu, kegiatan workshop ecoprint ini menurutnya akan memberikan manfaat yang besar bagi penyintas untuk tetap bekerja di rumah dan menghasilkan rupiah.
Cornelia&Co dan I Can Enterprise menyediakan 20 kursi gratis bagi peserta workshop. Masing-masing peserta akan mendapatkan silk scarf with fringes, ecoprinting materials, snack dan makan siang, dan masih banyak lagi. Selain itu, hasil karya peserta juga akan dipamerkan dalam fashion show pada 5 April 2020 di Jogja Tronik.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Selamat pagi, semangat menjalani hari. Izin kirim kabar dari Bumi Mataram Ngayogyakarta Hadiningrat, heritage-nya Indonesia, rumahnya start up.
Pengumuman UTBK-SNBT 2026 dibuka 25 Mei pukul 15.00 WIB. Simak link resmi, cara cek hasil, dan jadwal unduh sertifikat UTBK.
Asisten pelatih PSBS Biak Kahudi Wahyu menyebut Luquinhas sebagai pemain cerdas dan cocok untuk PSS Sleman di tengah rumor transfer.
Duta Hino Yogyakarta (PT Duta Cemerlang Motors) melakukan peresmian outlet atau cabang 3S
Cuaca panas bisa memengaruhi baterai mobil listrik. Simak 6 cara menjaga baterai EV tetap awet dan efisien saat suhu ekstrem.
Pemkab Kulon Progo berkomitmen selalu proaktif dalam penyelesaian terkait kepentingan masyarakat tersebut dengan tetap mengedepankan prinsip kehati-kehatian