E-Sim diprediksi Ubah Pola Bisnis Operator, Ini Alasannya

E-Sim diprediksi Ubah Pola Bisnis Operator, Ini AlasannyaIlustrasi smartphone - Ist
24 Februari 2020 06:07 WIB Akbar Evandio Ekbis Share :

Harianjogja.com, JAKARTA–Teknologi e-Sim merupakan sebuah inovasi terbaru pada bidang ponsel pintar. Meski teknologi tersebut sesuai perkembangan zaman, tetapi beberapa operator mengklaim masih perlu untuk mengkaji kemampuan dari teknologi ini sebelum dipasarkan ke masyarakat. 

Teknologi ini menjadikan slot fisik kartu Sim menjadi tidak ada, dengan demikian pengguna hanya perlu melakukan set-up yang cukup singkat untuk mendaftarkan kartu SIM yang hendak digunakan. Hal ini sangat berguna sekali ketika konsumen bepergian ke luar negeri, karena tidak perlu membongkar pasang hanya untuk memasukkan kartu SIM.

Group Head Corporate Communication XL Axiata Tri Wahyuningsih menjabarkan saat ini jaringan dari XL Axiata telah siap untuk implementasi e-Sim, akan tetapi pihaknya tengah mengkaji hulu ke hilir perjalanan pelanggan (end to end customer jouney). “[e-Sim] bahkan telah dioperasikan untuk internal karyawan XL Axiata. Namun, untuk memastikan pengalaman pelanggan akan tetap terjaga, XL Axiata tengah mengkaji end to end custommer journey yang dibutuhkan agar aktifasi e-SIM oleh pelanggan dapat dilakukan dengan mudah tanpa kendala yang berarti,” terangnya saat dihubungi Jaringan Informasi Bisnis Indonesia (JIBI), Minggu (23/2).

Tri menambahkan sebelum layanan e- Sim diluncurkan, pihaknya perlu dan harus memastikan customer journey agar tetap terjaga dengan baik. Pihaknya ingin agar ke depan pelanggan dapat mengaktifkan e- Sim dengan mudah, tanpa kendala yang berarti. “Untuk itu kajian-kajian terus dilakukan termasuk aspek regulasi untuk memastikan pelanggan kami benar benar mendapatkan kemudahan dengan layanan eSIM ini,” lanjutnya.

Selain itu, menurutnya, layanan e- Sim bagi pelanggan membutuhkan ketersediaan perangkat pengguna dan distribusinya di masyarakat. “Saat ini jaringan kami telah siap untuk e-SIM dan telah sesuai dengan standar yg ditetapkan oleh 3GPP [proyek kolaborasi kelompok-kelompok asosiasi generasi ketiga komunikasi dalam sebuah proyek],” terangnya.

 

Model Bisnis

Tri memprediksi ke depan implementasi e- Sim tentunya akan mempengaruhi model bisnis yang ada.

“Penggunaan teknologi e- Sim yang didukung dengan proses yang memudahkan pelanggan mengaktifkan secara online tentunya akan memperlancar distribusi nomor ke pelanggan, selain mengurangi biaya produksi e- Sim dan distribusinya,” terangnya.

Senada dengan pendapat sebelumnya, Turina Farouk, SVP-Head Corporate Communications Indosat Ooredoo juga turut menyampaikan sedang mengkaji tentang teknologi tersebut. “Dapat kami sampaikan Indosat Ooredoo saat ini masih mengkaji tentang hal tersebut. Kami melihat e- Sim memiliki beberapa kelebihan, di sisi pelanggan akan memberikan banyak kemudahan karena tidak harus menggunakan simcard secara fisik yang berisiko pada kartu hilang atau kartu rusak,” ujarnya.

Selain itu, bila ditinjau dari sisi operator, Turina mengatakan teknologi ini dapat membantu pelanggan untuk bisa langsung berhubungan dengan pelanggan tanpa jalur distributor. “Hal ini akan berdampak pada efisiensi. Secara umum, kehadiran e- Sim memang akan mengubah model bisnis operator manapun yang menerapkan ini,” jelasnya.

Sumber : Bisnis Indonesia