OPINI: Panas Ekstrem, Bencana Sunyi yang Menggerus Ekonomi
Panas ekstrem diam-diam menggerus ekonomi Indonesia. Saatnya beralih dari respons bencana ke adaptasi iklim yang antisipatif.
Ilustrasi. /Bisnis Indonesia-Felix Jody Kinarwan
Harianjogja.com, OMAHA-Warren Buffett justru bahagia melihat pasar saham berguguran.
Pasar saham berguguran dilanda aksi jual masif (sell-off) dalam sepekan ini merespons isu virus korona. Saat pelaku pasar panik, Warren Buffett yang tak lain orang terkaya ketiga di dunia, justru bahagia.
Buffett mengatakan, penurunan harga saham, terutama di Wall Street, bakal menguntungkan Berskhire Hathaway.
"Itu justru bagus sebetulnya, kami selalu membeli saham sepanjang waktu. Sama seperti orang yang membeli makanan, saya memperkirakan saya masih butuh makanan di sisa hidup saya, dan saya harap harga makanan akan terus turun besok," kata dia dikutip dari Business Insider, Sabtu (29/2/2020).
Menurut Buffett, investor saat ini seharusnya senang karena harga saham perusahaan turun.
"Siapa yang tidak mau membeli di harga rendah daripada di harga tinggi? Orang-orang benar-benar aneh. Mereka seharusnya menginginkan pasar saham turun, sehingga mereka bisa membeli di harga murah," ujar Buffett.
Wabah virus terus menyebar ke berbagai negara di luar China. Puluhan ribu orang terinfeksi virus tersebut. Penyebaran virus secara cepat membuat banyak orang khawatir tentang dampak masalah tersebut terhadap perekonomian.
Buffett mengakui bahwa virus korona bakal berdampak pada bisnis yang dimiliki Berkshire. Namun, dia selalu melihatnya dalam jangka panjang dan tak mengambil keputusan hanya berdasarkan headline media.
"Bukan hanya bisnis kami, tapi bisnis di Amerika akan tumbuh luar biasa dalam 30 tahun atau 20 tahun dari sekarang," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : iNews.id
Panas ekstrem diam-diam menggerus ekonomi Indonesia. Saatnya beralih dari respons bencana ke adaptasi iklim yang antisipatif.
Cemas di malam hari ternyata dipicu stres dan aktivitas digital. Simak penjelasan ahli dan cara mengatasinya agar tidur lebih nyenyak.
Kasus penagihan utang di Ponjong Gunungkidul berujung penganiayaan, tiga tersangka diamankan polisi.
Harga Pertamax naik jadi Rp16.250, pemerintah akui ada pergeseran ke Pertalite namun belum berdampak besar pada subsidi.
Fête de la Musique 2026 digelar di Jogja, hadirkan musisi emerging dan perkuat kolaborasi budaya Indonesia–Prancis.
UGM teliti fenomena api di Seyegan Sleman, analisis georadar dilakukan untuk mendeteksi kemungkinan gas dalam retakan tanah.