BI Sebut Inflasi DIY Masih pada Sasaran, Ini Dasarnya

BI Sebut Inflasi DIY Masih pada Sasaran, Ini DasarnyaIlustrasi pertumbuhan ekonomi. - IST
05 Maret 2020 10:22 WIB Kusnul Isti Qomah Ekbis Share :

Harianjogja.com, JOGJA—Laju inflasi DIY secara akumulatif sampai dengan Februari 2020 tercatat 0,67% (year to date/ytd) atau 3,08% (year on year/yoy). Capaian inflasi DIY sedikit lebih tinggi dibanding inflasi Nasional, yaitu 2,98% (yoy). Meski demikian, Bank Indonesia optimistis angka inflasi DIY masih sesuai sasaran. 

Kepala Perwakilan Bank Indonesia DIY Hilman Tisnawan mengatakan pada Februari 2020, inflasi DIY tercatat meningkat dibanding bulan sebelumnya menjadi 0,40% (month to month/mtm). Dengan realisasi tersebut, laju inflasi DIY secara akumulatif sampai dengan Februari 2020 tercatat 0,67% (ytd) atau 3,08% (yoy). Capaian inflasi DIY sedikit lebih tinggi dibanding inflasi Nasional, yaitu 2,98% (yoy).

"Meskipun demikian, inflasi DIY masih berada pada sasaran yang ditetapkan, yakni 3% plus minus 1% [yoy] dan keyakinan konsumen tetap terjaga baik, tercermin dari Indeks Keyakinan Konsumen Februari 2020 yang masih tinggi 119,68 yang menunjukkan konsumsi masyarakat masih cukup kuat," ujar dia, Rabu (4/3).

Peningkatan inflasi yang terjadi pada Februari 2020, terutama kelompok harga pangan bergejolak (volatile food). Sementara, tekanan harga dari kelompok inti (core inflation) relatif stabil dan kelompok harga yang diatur pemerintah (administered prices) justru mengalami deflasi.

Inflasi kelompok volatile food meningkat, utamanya disebabkan oleh komoditas bawang putih dan cabai merah. Harga bawang putih di DIY maupun nasional dipengaruhi oleh faktor menurunnya pasokan impor dari Tiongkok. Semakin merebaknya virus Covid-19 di Tiongkok telah memunculkan kekhawatiran bagi pedagang apabila impor dari Tiongkok dihentikan.

Selain itu keterlambatan rekomendasi impor turut mengakibatkan realisasi impor bawang putih terhambat. Secara nasional impor bawang putih sepanjang Januari -20 turun 98,6% (mtm) dibanding periode sebelumnya. Namun pemerintah dan TPID telah melakukan berbagai upaya pengawasan untuk mencegah penimbunan stok dan mempercepat penerbitan rekomendasi impor.

"Dampaknya sejak pertengahan Februari 2020 harga bawang putih berangsur menurun dan diperkirakan pada Maret 2020 harga bawang putih sudah akan stabil," tutur dia.

Harga komoditas aneka cabai melonjak akibat faktor pasokan yang menurun. Berdasarkan rata-rata realisasi panen pada tahun sebelumnya, produksi cabai merah di triwulan I merupakan yang terendah di sepanjang tahun. Selain masih masuknya masa tanam, curah hujan yang tidak menentu dan berkembangnya penyakit tanaman turut menyebabkan produksi cabai berkurang drastis.

 

Beralih ke Emas

Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Miyono dari kelompok inflasi inti secara umum terpantau masih relatif stabil, meskipun terdapat sedikit kenaikan harga emas perhiasan 1,72% (mtm), seiring peningkatan harga emas global. "Walaupun ketegangan perang dagang antara AS-Tiongkok mereda, namun investor khawatir epidemi virus Covid-19 akan mengganggu stabilitas ekonomi dunia, sehingga investor cenderung mengalihkan asetnya ke emas," ujar dia.

Sementara itu, komponen administered price masih mengalami deflasi. Pasca-berakhirnya momen liburan sekolah, Natal dan Tahun Baru, permintaan terhadap komoditas angkutan udara terus menurun. Penumpang angkutan udara di DIY pada Februari turun 0,03% (mtm) dibanding rata-rata normalnya.

Hal ini menyebabkan tarif tiket angkutan udara mengalami penurunan. Selain itu, tarif energi juga mengalami penurunan, seiring dengan tren harga minyak dunia yang cenderung menurun mencapai US$50,9 [Rp719.076]/bbl (WTI), terendah dalam setahun terakhir, sehingga Pertamina dapat menurunkan harga jual Pertamax sebesar Rp200/liter di awal Februari.

Bank Indonesia memperkirakan inflasi DIY 2020 akan berada pada titik tengah sasaran. Guna mencapai sasaran tersebut, Bank Indonesia bersama TPID DIY berkomitmen untuk terus memantau perkembangan harga dan kecukupan stok pangan serta pelaksanaan distribusinya.

"Selain itu, juga akan terus meningkatkan sinergi dan koordinasi antar lembaga agar stabilitas harga di DIY dapat terus terjaga," jelas dia.