BI Akselerasi Implementasi QRIS

BI Akselerasi Implementasi QRISKepala Perwakilan Bank Indonesia DIY Hilman Tisnawan ketika memberikan keterangan mengenai Pekan QRIS Nasional dalam jumpa pers di RM Mang Engking, Jogja, Selasa (10/3)./ Harian Jogja - Kusnul Isti Qomah
11 Maret 2020 10:22 WIB Kusnul Isti Qomah Ekbis Share :

Harianjogja.com, JOGJA—Bank Indonesia terus melakukan akselerasi penerapan QRIS di masyarakat termasuk di DIY. Salah satu upayanya yakni dengan melaksanakan Pekan QRIS Nasional 2020 secara serentak di seluruh Indonesia melalui 46 kantor cabang Bank Indonesia, mulai tanggal 9-15 Maret 2020. 

Kepala Perwakilan Bank Indonesia DIY Hilman Tisnawan mengatakan Pekan Raya QRIS Nasional tersebut bertujuan meningkatkan penggunaan QRIS kepada masyarakat dan komunitas penjual (merchant) dan memastikan pengguna QRIS dapat meluas. QRIS adalah standar QR Code untuk pembayaran di Indonesia, yang dikembangkan oleh BI dan Asosiasi Pembayaran Indonesia.

"Dengan adanya standar ini maka penyedia barang dan jasa [merchant] tidak perlu memiliki QR Code berbeda dari berbagai penyelenggara jasa sistem pembayaran. Berdasarkan data nasional, merchant di DIY yang sudah menggunakan QRIS sekitar 67.500," kata dia kepada wartawan dalam jumpa pers di RM Mang Engking, Jogja, Selasa (10/3).

Ia menyebutkan QRIS memiliki berbagai manfaat, di antaranya pembeli dan penjual tidak perlu menyediakan uang tunai. Dengan begitu, proses transaksi dapat lebih aman dan tercatat di platform digital yang digunakan. QRIS sangat efisien bagi perbankan maupun teknologi finansial (tekfin) dompet digital. Begitu pula bagi merchant karena nyaris tidak ada biaya yang perlu dikeluarkan untuk pembelian prasarana sistem ini.

"Sistem ini tergolong nol investasi, tidak perlu mesin EDC, cukup stiker atau kertas print barcode. Lewat QRIS, konsumen juga tidak perlu repot membawa uang fisik. Dompet digital dan perbankan yang punya scan QR sudah bisa terhubung di satu server," ungkap dia.  

Aneka Kegiatan

Guna meramaikan Pekan Raya QRIS, BI DIY akan mengisi dengan beragam kegiatan. Untuk meningkatkan kesadaran masyarakat, dilaksanakan lomba QRIS dengan mengusung tema QRIS Berlaku, Cukup Satu QR yang berlangsung pada 2-8 Maret 2020 dan akan diumumkan pemenangnya 11 Maret 2020.

Hal lain yang dilakukan yakni peluncuran QRIS di destinasi wisata Nglanggeran pada 7 Maret 2020, dengan menggandeng BPD DIY. Sosialisasi dan edukasi secara kontinu kepada pondok pesantren, pedagang pasar se-Jogja, paguyuban sampah se-Jogja, dan pengelola destinasi wisata di Kabupaten Sleman pada tanggal 9-13 Maret 2020,

"Berkolaborasi dengan ISEI DIY, edukasi sistem pembayaran dan program QRIS kepada akademisi dan mahasiswa di beberapa universitas di DIY, Training of Trainers [ToT] kepada Guru MGMP Ekonomi se-DIY sebagai jembatan edukasi dan komunikasi ke anak didik pada 12 Maret 2020," ungkap dia.

 Pada acara puncak, pada 14 Maret 2020 bertempat di Museum Gunung Merapi, BI DIY akan menyelenggarakan acara Qredibel (Implementasi QRIS, Edukasi SP, Digitalisasi Pembayaran dan Akselerasi Elektronifikasi). Pada acara itu akan mengadakan bazar UMKM, integrasi dan piloting destinasi wisata melalui program Amazing QRIS.

Selain itu, memberikan penghargaan kepada Kabupaten Sleman sebagai salah satu smart city yang telah menerapkan digitalisasi dalam pembayaran retribusi elektronik (retribusi-el), tiket masuk destinasi wisata. Kabupaten Sleman juga sudah ditunjuk menjadi daerah piloting dalam kerangka Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD).

Asisten Direktur Perwakilan BI DIY Probo Sukesi menyebutkan kendati diwajibkan digunakan per 1 Januari 2020, terapi masih banyak merchant di Indonesia, termasuk DIY, belum memiliki QRIS. Hal ini lantaran jumlah merchant yang harus ditangani penyelenggara jasa sistem pembayaran (PJSP) begitu banyak.

Untuk akselerasi penggunaan QRIS oleh merchant, BI DIY telah meluncurkan program GenBI QRIS Army pada 7 Maret 2020 sebagai pihak pemburu merchant yang masih menerapkan layanan pembayaran QR Code selain QRIS. GenBI QRIS Army dimaksud melibatkan komunitas mahasiswa penerima beasiswa BI dari berbagai  perguruan tinggi Negeri pada wilayah terpilih.

Rangkaian kegiatan ini diharapkan dapat menumbuhkan minat masyarakat untuk beralih membayar melalui QRIS. "Selain mencegah peredaran uang palsu, QRIS bertujuan mendorong efisiensi dan kecepatan bertransaksi, meningkatkan keuangan inklusif dan memajukan UMKM yang pada akhirnya dapat mendorong pertumbuhan ekonomi DIY," tutur dia.