Jaga Ekspektasi untuk Pertumbuhan Ekonomi

Jaga Ekspektasi untuk Pertumbuhan EkonomiIlustrasi pertumbuhan ekonomi. - IST
26 Maret 2020 06:37 WIB Kusnul Isti Qomah Ekbis Share :

Harianjogja.com, SLEMAN—Di tengah kondisi penyebaran Virus Corona (Covid-19), perekonomian DIY merasakan dampaknya. Ekspektasi masyarakat pun harus dijaga agar roda perekonomian tetap berputar.

Wakil Ketua ISEI Cabang Yogyakarta sekaligus Wakil Dekan FEB UGM Amirullah Setya Hardi mengatakan Menteri Keuangan menyebutkan jika Covid-19 terus berkelanjutan, pertumbuhan ekonomi nasional yang semula diprediksi 5% bisa menjadi 0%. Namun, masyarakat jangan sampai salah mengartikan angka tersebut. "Enggak tumbuh bukan berarti enggak ada kegiatan ekonomi. Tetap ada, cuma enggak tumbuh," kata dia beberapa waktu lalu.

Menurutnya, hal ini harus menjadi kewaspadaan semua pihak. Seluruh pemangku kepentingan dan pelaku ekonomi harus siap siaga dan terus melakukan aktivitas ekonomi.

"Kalau dalam jangka menengah atau dalam jangka sangat pendek enggak dilakukan sesuatu, maka ekonomi tidak akan berjalan. Kami bersama Kadin DIY akan membangun kepercayaan masyarakat dan keyakinan mereka, tetapi tetap memenuhi dan memperhatikan protokol," ujar dia.

Perputaran roda ekonomi akan sulit karena berhubungan dengan ekspektasi masyarakat. Jika ekspektasi masyarakat cukup buruk, masyarakat tidak akan melakukan apa-apa sehingga tidak ada yang menggerakkan ekonomi.

"Ini enggak bisa kami berikan satu pandangan menengah panjang. Harus sangat pendek dan pantau terus tiap hari. Pemerintah,pelaku usaha, akademisi, media harus bahu-mebahu membangun suatu kepercayaan diri di tengah masyarakat. Tetap bekerja tetapi tetap berhati-hati," kata dia.

Ia berharap dampak Covid-19 tidak terlalu lama. Ia berharap segera ditemukan obat yang tepat dan ada kerja sama antarnegara untuk bersama-sama menanggulangi Covid-19.

"DIY dilihat struktur ekonominya lengkap. Untuk industri jasa memang cukup rentan. Beberapa agenda meeting, incentive, convention and exhibition (MICE) dibatalkan dan kuliner juga terdampak," kata dia.

Ia menyebutkan saat ini bisa menjadi momentum untuk memperkuat ekonomi lokal dengan memperhatikan pasar domestik. "Ini benar-benar diuji. Jogja bisa hidupi diri sendiri dan menunjukkan kita bisa sendiri. Harapan saya ada hikmah di balik ini semua. Kita harus meningkatkan awareness pembangunan ekonomi di DIY," kata dia.