Harga Saham Terjangkau, Saat Tepat Berinvestasi, Kamu Sudah?

Harga Saham Terjangkau, Saat Tepat Berinvestasi, Kamu Sudah?Ilustrasi pasar modal. - Bisnis Indonesia/Dedi Gunawan
31 Maret 2020 08:22 WIB Herlambang Jati Kusumo Ekbis Share :

Harianjogja.com, JOGJA—Di tengah terpaan virus Corona, peluang berinvestasi pada instrumen saham lebih terjangkau. Di sisi lain, kondisi perekonomian global terutama di China juga membaik sehingga memberikan sentiment positif ke negara lain.

 “Sisi positif [dari wabah], kondisi ini menurut kami sebenarnya adalah momentum yang paling tepat untuk berinvestasi pada instrumen saham. Banyak saham-saham berfundamental bagus yang harganya sedang diskon. Harganya sedang murah dan terjangkau sekali,” ucap Kepala Bursa Efek Indonesia (BEI) DIY, Irfan Noor Riza, Senin (30/3).

Ia mengimbau kepada masyarakat untuk tidak panik, karena bursa juga terus berupaya untuk memperkuat peran anggota bursa. Penguatan peran itu dilakukan melalui penguatan pengawasan pasar, penyediaan produk pasar, dan pengaturan perdagangan yang kondusif. “Bagi masyarakat, teruslah berinvestasi di pasar modal. Kini saatnya investor domestik memegang kendali pasar modal dalam negeri,” ujarnya.

Ia menjelaskan untuk pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) akhir-akhir ini memang turun, dan terus banyak berada di zona merah, walau sempat berfluktuatif di akhir pekan lalu. IHSG terpapar tren pelemahan bursa global karena efek dari penyebaran Covid-19 yang semakin meluas dan memengaruhi perekonomian global. Secara data, IHSG turun sekitar lebih dari 22% dibandingkan dengan awal 2020. Semua bursa-bursa utama dunia juga turun dengan penurunan sekitar 15%-30% sejak merebaknya wabah virus Corona ini.

Meski begitu untuk target investor baru, untuk wilayah BEI DIY tidak turun. Pihaknya optimistis pasar saham Indonesia akan segera membaik dalam waktu dekat. Optimisme ini didukung dengan mulai membaiknya kondisi China yang diproyeksi akan membawa sentimen positif ke negara lain.

“Walau dalam sisi transasksi di DIY ada sedikit penurunan, tetapi pertumbuhan investor cukup bertumbuh. Jumlah investor DIY per Februari 2020 berjumlah 50.229 investor dan kami optimistis target kami bertumbuh 10.000 investor lagi sampai dengan akhir Desember 2020 akan tercapai,” ujarnya.