Disperindag DIY Data Dampak Corona untuk Kartu Pra Kerja

Disperindag DIY Data Dampak Corona untuk Kartu Pra KerjaIlustrasi pekerja pabrik garmen. - Harian Jogja
04 April 2020 06:22 WIB Herlambang Jati Kusumo Ekbis Share :

Harianjogja.com, JOGJA—Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) DIY melakukan pendataan dalam rangka tanggap darurat pandemi Covid 19, untuk pemberian Kartu Prakerja dari Pemerintah Pusat.

Pada edaran yang ada, menyebutkan dalam rangka tanggap darurat pandemi Covid 19, pemerintah pusat bermaksud memberikan Kartu Prakerja bagi tenaga kerja industri atau karyawan tetap yang di pemutusan hubungan kerja (PHK) dan tenaga kerja informal atau karyawan harian lepas di usaha Industri Kecil dan Menengah (IKM) di seluruh wilayah Indonesia termasuk DIY.

“Disperindag DIY mencoba mendata sebagaimana dalam form tersebut, sebagai tindak lanjut dari surat Direktur Jenderal Industri Kecil Menengah dan Aneka (IKMA) Kemenperin.  Ingin tahu data bagaimana dalam formulir tersebut di seluruh provinsi di Indonesia,” ucap Kepala Disperindag DIY, Aris Riyanta.

Aris mengungkapkan jika dicermati, kebijakan ini lebih mengarah untuk membantu para pekerja. Pendataan ini pun ditutup pada Kamis (2/4). “Kami tunggu Pusat bagaimana tanggapan lanjut oleh pusat setelah ada respon pengiriman formulir tersebut,” ujarnya.

Sebelumnya, Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) DIY juga tengah memonitor ke tingkat Kabupaten/ Kota untuk melihat dampak virus Corona pada perusahaan maupun para pekerja. “Kami masih menunggu laporan feedback dari Kadin dan asosiasi-asosiasi dan sebagian data yang sudah masuk juga belum diolah seluruhnya,” kata Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) DIY, Andung Prihadi Santosa.

Andung mengungkapkan saat ini belum dapat memberikan gambaran seutuhnya bagaimana kondisi perusahaan maupun pekerja. Menurutnya untuk melihat, dampak Corona tersebut perlu dilihat jumlah yang besar, tidak hanya berbasis satu atau dua perusahaan.

“Tetapi secara umum hampir semua sektor formal mengalami kesulitan cashflow, karena Covid ini, mungkin minggu kedua April sudah bisa digambarkan potret kondisi ketenagakerjaan secara lebih lengkap,” katanya.