Tenang … Harga Beras Masih Stabil

Tenang … Harga Beras Masih StabilTumpukan karung beras memenuhi kios salah satu pedagang beras di Pasar Wates pada Jumat (20/3/2020). - Harian Jogja/Catur Dwi Janati
17 April 2020 08:22 WIB Herlambang Jati Kusumo Ekbis Share :

Harianjogja.com, JOGJA—Harga beras di DIY dinilai masih stabil hingga saat ini. Penyerapan dari petani pun terus dilakukan guna menjaga ketersediaan stok, dan stabilitas harga.

Kepala Bidang Perdangangan dalam Negeri, Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) DIY, Yanto Aprianto mengatakan untuk bahan kebutuhan pokok sampai saat ini masih stabil, termasuk komoditas beras.

“Beras sampai saat ini stok masih cukup aman. Bahkan di beberapa tempat sedang melaksanakan panen. Biasanya dari daerah Sleman, Bantul dan juga Klaten untuk komoditas beras,” kata Yanto, Kamis (16/4).

Berdasarkan pantauan yang dilakukan Disperindag DIY, untuk beras IR 1 (64 Kw 1) yaitu Rp9.633/kilogram (kg); untuk IR 2 (64 Kw 2) Rp9.700/kg dan beras termurah Rp9.200/kg. Sementara untuk beras premium, beras cap Mentik Wangi Susu yaitu Rp12.100/kg, kemudian Beras Cap Raja Lele Rp12.600, untuk Beras Cap L13 Rp10.800/kg, dan Beras IR 64 yaitu Rp9.900/kg.

Diketahui harga eceran tertinggi (HET) berdasarkan Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) No.57/2017 tentang Penetapan Harga Eceran Tertinggi Beras, untuk beras medium yaitu Rp9.450/kg dan beras premium Rp12.800/kg.

Kepala Bidang Operasional Pelayanan Publik (OPP) Bulog Drive DIY, Nani Yulianti mengatakan untuk ketersediaan stok di Bulog saat ini masih mencukupi. “Masih aman stok, dari awal Januari, kami sudah menyerap, untuk melayani penjualan jadi tidak disimpan. Sedangkan yang disimpan sekarang penyerapan dalam bentuk gabah,” ucapnya.

Sampai dengan saat ini stok beras berkisar 18.300 ton. Stok tersebut diperkirakan masih aman, tiga hingga empat bulan ke depan. Saat ini, penyerapan dari petani juga terus dilakukan.