Ups .. Harga Gula Pasir Tembus Rp19.000 per Kg

Ups .. Harga Gula Pasir Tembus Rp19.000 per KgIlustrasi. - Solopos/Sunaryo Haryo Bayu
22 April 2020 07:22 WIB Farida Trisnaningtyas Ekbis Share :

Harianjogja.com, SOLO—H-3 Ramadan, harga gula pasir di Solo, Jawa Tengah, melonjak tajam yakni menembus angka Rp19.000/kilogram (kg). 

Selain harga tinggi, para pedagang ecer dibatasi jumlah kulakannya. Mereka juga tak berani menyetok dalam jumlah banyak lantaran sepi pembeli sebagai efek pembatasan fisik dan sosial pada masa pandemi wabah Covid-19.

Salah satu pedagang Sembako di Pasar Gede, Endarti, mengatakan harga gula pasir naik sejak awal adanya wabah Corona di Indonesia. Namun demikian, April ini harga komoditas tersebut melejit.

“Kalau sekarang harganya Rp19.000/kg. Kalau kulakan satu karung sekitar Rp800.00-an.  Saya juga enggak berani ambil banyak. Selain dibatasi, pembeli di pasar juga sepi,” ujarnya, saat ditemui Jaringan Informasi Bisnis Indonesia (JIBI), Selasa (21/4).

Endarti menjelaskan jika biasanya ia kulakan gula pasir sekitar satu karung ukuran 50 kg untuk beberapa hari saja, kini ia hanya mengambil sekitar 10 kg. Menurutnya, tingginya harga gula pasir serta minimnya jumlah konsumen membuat warga Solo tersebut enggan menyetok dalam jumlah banyak.

Di sisi lain, sales dari distributor juga membatasi kulakan untuk gula pasir bermerek seperti Gulaku. Menurutnya, satu pedagang ecer hanya boleh membeli satu-dua karton isi 24 bungkus ukuran satu kg. Itu pun distributor tak bisa mengirim komoditas tersebut setiap pekannya, tetapi sekitar dua kali dalam sebulan. Gula pasir Gulaku ini dijual dengan harga Rp17.000/kg atau mengikuti harga gula pasir curah.  

Tak Stabil

Pedagang lain, Isna, mengaku harga gula pasir naik turun setiap harinya. Menurutnya, awal pekan ini harganya sekitar Rp18.000/kg – Rp19.000/kg. Biasanya ia kulakan satu karung gula pasir dan habis dalam sehari. Akan tetapi, sekarang ia hanya berani menyetok sekitar 20 kg. Stok ini pun baru habis dalam beberapa hari. “Harganya mahal [gula pasir], pembelinya juga sedikit. Kalau Gulaku juga dibatasi dari sales, biasanya bisa dapat tiga karton sekarang paling satu-dua karton,” paparnya.

Sementara itu, Lurah Pasar Gede, Agus Suparto, memastikan stok komoditas bahan pangan aman di pasarnya jelang Ramadan dan Lebaran. Dari hasil pantauan harga, sejumlah komoditas memang mengalami kenaikan, tapi masih wajar. Menurutnya, informasi bahan pokok ia laporkan kepada tim Satber Pangan maupun Dinas Pertanian Kota Solo setiap harinya. “Stok sembako aman, hanya harga gula pasir masih tinggi. Kondisinya pasar memang sepi jika dibandingkan dengan hari biasa sebelum adanya wabah Covid-19,” jelasnya.

Sumber : Solopos