PLN UIP JBT II Tingkatkan Keandalan Listrik

PLN UIP JBT II Tingkatkan Keandalan ListrikTim PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan Jawa Bagian Tengah II (PLN UIP JBT II) melalui Unit Pelaksana Proyek Jaringan Jawa Tengah 2 (UPPJJBT 2) berfoto bersama belum lama ini./ Ist. - PLN
01 Mei 2020 19:22 WIB Herlambang Jati Kusumo Ekbis Share :

Harianjogja.com, JOGJA—Kondisi pandemi Covid-19, PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan Jawa Bagian Tengah II (PLN UIP JBT II) melalui Unit Pelaksana Proyek Jaringan Jawa Tengah 2 (UPPJJBT 2) siap meningkatkan keandalan sistem kelistrikan di Jawa Barat dan Jawa Tengah dengan berhasilnya pemberian tegangan atau energize diameter 3&4 Extention Gardu Induk Tegangan Ekstra Tinggi (Gitet 500 kV) Mandirancan.

“Gitet 500 kV Mandirancan ini merupakan Proyek Strategis Nasional [PSN] dan menjadi salah satu Gitet yang berperan mengevakuasi daya dari arah PLTU Tanjung Jati, PLTU Batang kearah Indramayu dan Bandung Selatan [termasuk Ujungberung],” kata Manager PLN UIP JBT II UPP JJBT 2, Agus Pramana, Jumat (1/5).

Gitet yang berlokasi di Raja Wetan, Tajurbuntu, Pancalang, Kabupaten Kuningan Jawa Barat ini berhasil di-energize pada Rabu (29/4) pukul 17.00 WIB setelah diuji secara individu dan pengajuan fungsi peralatan oleh PT PLN (Persero) Pusat Sertifikasi dan dinyatakan laik bertegangan selama 24 jam dan percobaan pembebanan.

Ditambahkan Agus, energize sukses dilakukan sesuai target yaitu akhir April 2020 atas upaya  proses pengendalian pekerjaan dengan beberapa skema diantaranya optimalisasi penerapan protokol Covid-19 di lingkungan proyek mulai dari cek suhu tubuh, penyediaan alat pelindung diri (APD), masker, hand sanitizer atau tempat cuci tangan, disinfektan untuk pegawai, kendaraan, peralatan kerja dan direksi kit serta monitoring pengendalian mobilisasi pekerja dan peralatan oleh masing–masing pelaksana proyek serta optimalisasi penggunaan video teleconference untuk pelaksanaan rapat koordinasi dengan pihak internal maupun eksternal PLN.

General Manager UIP JBT II, Eko Priyantono Aviantoro sangat mengapresiasi atas keberhasilan di-energize Gitet tersebut. “Keberhasilan ini membawa energi optimistis di tengah kondisi pendemi. Semoga sistem kelistikan khususnya di Jawa Barat dan Jawa Tengah akan semakin andal dan dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” ucap Eko.