Advertisement
Penjelasan Sri Mulyani tentang Skenario Buruk Konsumsi Rumah Tangga 0 Persen
Menteri Keuangan Sri Mulyani menjawab pertanyaan wartawan usai melakukan pelaporan Surat Pemberitahuan (SPT) Tahunan di Kantor DJP, Jakarta, Selasa (10/3/2020). Bisnis - Eusebio Chrysnamurti
Advertisement
Harianjogja.com, JAKARTA - Jika pandemi Corona terus meluas, konsumsi rumah tangga berpotensi anjlok hingga mendekati 0 persen pada tahun ini.
Menteri Keuangan Sri Mulyani mengungkapkan pemerintah masih melihat skenario baseline atau skenario buruk di mana ekonomi masih akan tumbuh 2,3 persen. Namun, jika skenario terburuk yang terjadi, maka konsumsi tahun ini mendekati 0 persen.
Advertisement
"Kalau di 2,3 persen itu artinya konsumsi masih tumbuh positif. Kalau sampai di -0,5 persen barangkali konsumsi sebagian mengalami pertumbuhan nyaris 0 persen secara over all," ungkap Sri Mulyani dalam konferensi pers virtual, Jumat (9/5/2020).
Mantan pejabat Bank Dunia tersebut berharap pandemi ini dapat pulih pada kuartal kedua dan keempat. Jika kondisi PSBB masih meluas pada kuartal II/2020, dia melihat konsumsi kemungkinan akan merosot.
"Kita berharap di kuartal ketiga dan keempat bisa agak sedikit pulih," tegasnya.
Pada kuartal kedua tahun ini, dia memperkirakan konsumsi rumah tangga akan memburuk seiring dengan penerapan PSBB yang lebih masif dan luas pada April dan Mei 2020.
"Sehingga belanja household akan mengalami penurunan yang signifikan," kata Sri Mulyani. Salah satu pemicu penurunan pertumbuhan tersebut adalah belanja jasa transportasi yang turun tajam.
Jika dirinci secara jenis barang, Sri Mulyani melihat barang consumer goods dan produk makanan masih mengalami pertumbuhan hingga saat ini. Selain itu, belanja di bidang kesehatan juga masih positif.
Adapun, barang durable goods, seperti pakaian dan alas kaki mengalami penurunan yang signifikan.
"Nanti kita lihat keseimbangannya antara yang mengalami penurunan dan kenaikan."
Sebelumnya, konsumsi rumah tangga pada kuartal I/2020 mengalami perlambatan yang cukup dalam hingga 2,84 persen dari rata-rata pertumbuhan konsumsi rumah tangga sebesar 5 persen.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Bisnis.com
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- Mensesneg: Harga BBM Belum Berubah, Warga Diminta Tak Terpengaruh Isu
- KPK: Deadline Makin Dekat Banyak Pejabat Belum Lapor Harta Kekayaan
- Aturan KBLI 2025 Terbit, Izin Usaha Makin Akurat dan Terintegrasi
- Puncak Arus Balik Lebaran 2026, Daop 6 Jogja Padat 66 Ribu Penumpang
- Tak Perlu Buru-buru, Batas Lapor SPT Pajak Tiba-tiba Mundur
Advertisement
Advertisement
Masuk Jepang Wajib JESTA 2026, Ini Biaya dan Cara Daftarnya
Advertisement
Berita Populer
- Per 1 April 2026 Isi BBM Bersubsidi Dibatasi dan Wajib Catat Nopol
- Isu Pembatasan BBM Mulai Berlaku 1 April, Ini Tanggapan Pertamina
- Pengamat UGM: Batasi BBM Subsidi untuk Redam Dampak Krisis Minyak
- Mensesneg: Harga BBM Belum Berubah, Warga Diminta Tak Terpengaruh Isu
- Stok Melimpah, Pasokan BBM dan LPG di DIY dan Jateng Aman
- Arus Balik Belum Surut, 51.389 Penumpang Padati Stasiun di Jogja
- Ribuan Pelari Kalcer Ramaikan Run The City by Grand Filano di 8 Kota
Advertisement
Advertisement








