BP Jamsostek Siapkan 3 Kanal untuk Klaim JHT

BP Jamsostek Siapkan 3 Kanal untuk Klaim JHTDirektur Utama BP Jamsostek Agus Susanto meninjau pelaksanaan Lapak Asik di Kantor BP Jamsostek Jogja, Rabu (17/6). - Istimewa
17 Juni 2020 16:57 WIB Herlambang Jati Kusumo Ekbis Share :

Harianjogja.com, JOGJA—Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Ketenagakerjaan (BP Jamsostek) menerapkan tiga kanal layanan untuk mengurus klaim program Jaminan Hari Tua (JHT).

Program ini juga sebagai respons atas gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK) selama pandemi Covid-19. Layanan diberikan dengan penerapan protokol layanan tanpa kontak fisik (Lapak Asik) berupa kanal daring, luring, dan kolektif.

Penerapan protokol tersebut dipantau langsung oleh Direktur Utama BP Jamsostek Agus Susanto dan Direktur Pelayanan BP Jamsostek Krishna Syarif di Kantor Cabang Jogja, Rabu (17/6/2020). Pemantauan Layanan Tanpa Kontak Fisik (Lapak Asik) juga didampingi Kepala Cabang BP Jamsostek Jogja, Ainul Kholid.

Agus menyatakan layanan ini untuk mengantisipasi tingginya lonjakan PHK dan secara nasional klaim telah mencapai angka diatas 921.000 kasus dan akan terus meningkat. BP Jamsostek, kata dia, siap untuk menghadapi gelombang PHK di tengah pandemi ini.

"Kami telah menyediakan berbagai kanal klaim yang dapat digunakan oleh peserta melalui protokol Lapak Asik yang terdiri dari kanal online, offline dan kolektif," ucapnya, melalui rilis, Rabu.

Menurut Agus, protokol Lapak Asik yang dikenalkan sejak Maret lalu melalui kanal daring bpjsketenagakerjaan.go.id terus disempurnakan. Bahkan peserta yang kesulitan mengakses Lapak Asik online, dapat dilayani langsung di kantor cabang BP Jamsostek di seluruh Indonesia. Pasalnya Lapak Asik juga memiliki kanal luring namun tetap mengutamakan protokol kesehatan.

"Lapak Asik luring ini tidak mempertemukan petugas dan peserta secara langsung. Di sini tersedia bilik-bilik yang dilengkapi layar monitor yang terhubung dengan petugas secara video conference untuk kebutuhan komunikasi dan verifikasi data," kata Agus.

Dengan metode ini, kata Agus, setiap petugas customer service officer (CSO) melayani empat hingga enam orang sekaligus dalam waktu bersamaan, sehingga metode pelayanan ini disebut one to many. Kemampuan produksi untuk menyelesaikan klaim meningkat lima kali lipat dan physical distancing tetap terjaga.

“Kami telah mengimplementasikan hampir di seluruh cabang di Indonesia, terutama untuk kantor-kantor yang punya ruang memadai. Untuk kantor-kantor yang kecil masih dilakukan secara one to one tetapi tetap memperhatikan physical distancing," kata Agus.

Agus menambahkan perseroan juga memberikan kemudahan klaim bagi peserta melalui kanal Lapak Asik kolektif. Fasilitas ini ditujukan kepada perusahaan skala besar maupun menengah yang terpaksa melakukan PHK kepada minimal 30% tenaga kerjanya.

Dengan adanya klaim kolektif ini pihak perusahaan dapat mengakomodasi klaim seluruh karyawan yang ter-PHK dengan menunjuk satu orang perwakilan. "Meski kami menyediakan kanal klaim luring, tetapi saya tetap mengimbau seluruh peserta untuk tetap sebisa mungkin berada di rumah dan menggunakan kanal online yang telah kami disediakan,” kata dia.

Proses kanal online, kata Agus lebih mudah dan mengurangi potensi terpapar virus Covid-19. Selain itu peserta juga dapat memanfaatkan fasilitas tracking klaim untuk mengetahui perkembangan proses klaim yang sedang mereka ajukan.

Kepala Cabang BP Jamsostek Jogja Ainul mengatakan pihaknya setiap hari melayani 100 peserta pengajuan klaim secara online dan sekitar 50 peserta offline. Layanan one to many ini digelar sejak Senin (15/6/2020). "Kami terus berusaha memberi pelayanan maksimal sehingga pengajuan klaim bisa dilaksanakan dengan cepat dan sesuai harapan," katanya.