Transaksi Sistem Resi Gudang Selama Pandemi Tumbuh Signifikan

Transaksi Sistem Resi Gudang Selama Pandemi Tumbuh SignifikanDirektur Utama PT Kliring Berjangka Indonesia (Persero) Fajar Wibhiyadi. - Ist
24 Juni 2020 15:58 WIB Media Digital Ekbis Share :

Harianjogja.com, JAKARTA– Nilai transaksi Sistem Resi Gudang (SRG) selama pandemi Covid-19 mengalami pertumbuhan yang signifikan.

Kepala Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti), Tjahya Widayanti, menjelaskan pertumbuhan itu terlihat dari transkasi resi gudang periode Januari-Mei 2020 yang mencapai Rp71,2 miliar atau tumbuh 43,8% dibandingkan periode yang sama sebelumnya yang hanya mencapai Rp49,5 miliar.

“Salah satu faktor yang menyebabkan kenaikan nilai transaksi resi gudang adalah adanya penurunan daya beli komoditas serta penurunan permintaan komoditas di pasar [khususnya pasar luar negeri/ekspor],” kata Tjahya Widayanti, Selasa (23/6/2020).

Di seluruh Indonesia saat ini terdapat 124 gudang yang tersebar di 106 kabupaten/kota. Di DIY sendiri terdapat satu gudang. Tjahya Widayanti menambahkan pemanfaatan Sistem Resi Gudang di Indonesia ke depan sangat berpotensi untuk tumbuh. Hal ini mengingat luasnya wilayah Indonesia, yang memiliki banyak komoditas.

Baca juga : Sepeda Laku Keras, Aksesorisnya Masih Minim Pembeli

Sayangnya sampai dengan saat ini, masih banyak masyarakat khususnya para petani, nelayan, maupun pemilik komoditas belum memanfaatkan instrumen ini secara maksimal.

Padahal dengan memanfaatkan Resi Gudang, nilai komoditas akan meningkat, dan pada akhirnya akan meningkatkan tingkat perekonomian para pemilik komoditas tersebut. “Untuk itu, Bappebti sebagai Regulator, terus melakukan sosialisasi terkait manfaat Resi Gudang ini bagi petani dan pemilik komoditas,” ujarnya.

Bappebti dan PT Kliring Berjangka Indonesia (Persero) terus mendorong dan melakukan sosialisasi terkait pemanfaatan Sistem Resi Gudang. Ini semua dalam upaya untuk peningkatan nilai komoditas dan kesejahteraan petani serta pemilik komoditas.

Resi Gudang ini, kata Tjahya Widayanti, nantinya dapat digunakan sebagai jaminan atas kredit dari perbankan. Oleh karena Resi Gudang merupakan instrumen surat berharga maka Resi Gudang dapat diperdagangkan, diperjualbelikan, dipertukarkan, ataupun digunakan sebagai jaminan bagi pinjaman.

Baca juga: Tips Mengatur Keuangan Bagi Pengusaha Agar Tidak Bangkrut Akibat Pandemi

Resi Gudang dapat juga digunakan untuk pengiriman barang dalam transaksi derivatif seperti halnya kontrak berjangka Resi Gudang. Derivatif Resi Gudang ini hanya dapat diterbitkan oleh bank, lembaga keuangan non bank dan pedagang berjangka yang telah mendapat persetujuan Bappebti.

Direktur Utama PT Kliring Berjangka Indonesia (Persero) Fajar Wibhiyadi, menyatakan dalam hal pemanfaatan Sistem Resi Gudang, peran KBI tidak hanya sebatas sebagai Pusat Registrasi Resi Gudang semata. Namun lebih dari itu, sebagai Badan Usaha Milik Negara, KBI mengemban tugas untuk berperan sebagai mesin pertumbuhan ekonomi masyarakat.

“Untuk itu, selain sebagai lembaga administratif sebagai pusat registrasi, kami juga terus melakukan sosialisasi tentang pemanfaatan Sistem Resi Gudang bersama dengan para pemangku kepentingan yang lain. Kami optimistis, ke depan pemanfaatan sistem resi gudang akan tumbuh, selain karena luas wilayah Indonesia yang besar dengan segala komoditasnya, masyarakat dan para pelaku usaha juga sudah mulai melirik SRG sebagai instrumen yang menguntungkan," katanya.