Inflasi Kota Jogja Capai 0,08% pada Juni, Ini Dia Faktor Penyebabnya

Inflasi Kota Jogja Capai 0,08% pada Juni, Ini Dia Faktor PenyebabnyaPemantauan harga sejumlah bahan pokok dan sejumlah komoditas lain di Pasar Beringharjo, Yogyakarta. - Harian Jogja/Desi Suryanto
01 Juli 2020 18:27 WIB Herlambang Jati Kusumo Ekbis Share :

Harianjogja.com, JOGJA—Kota Jogja mengalami inflasi sebesar 0,08%, di mana andil terbesar yang mendorong inflasi adalah daging ayam ras naik sebesar 14,32%.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) DIY, Heru Margono mengatakan perkembangan harga berbagai komoditas pada Juni 2020 secara umum menunjukkan adanya kenaikan. “Tingkat inflasi tahun kalender Juni 2020 terhadap Desember 2019 sebesar 0,79 persen dan tingkat inflasi dari tahun ke tahun atau Juni 2020 terhadap Juni 2019 sebesar 1,95 persen,” ucap Heru, Rabu (1/7/2020).

Beberapa komoditas yang mengalami kenaikan harga pada Juni 2020 sehingga memberikan andil mendorong terjadinya inflasi diantaranya daging ayam ras naik 14,32% dengan memberikan andil sebesar 0,13%; telur ayam ras naik 12,75% dengan memberikan andil sebesar 0,10%; serta bawang merah naik 14,29% dengan memberikan andil sebesar 0,06%.

Selain itu tarif angkutan antarkota yang naik 11,87% memberikan andil sebesar 0,02%; rokok putih, tisu, rokok kretek filter, wortel, siomay, kentang, tomat, udang basah, tomat, kacang panjang, shampo dan pembersih lantai naik masing-masing 1,41%, 4,60%, 0,62%, 4,43%, 4,88%, 5,93%, 5,12%, 10,06%, 7,28%, 1,45% dan 4,74% memberikan andil masing-masing sebesar 0,01%.

Sementara itu komoditas yang mengalami penurunan harga sehingga menahan inflasi di antaranya tarif angkutan udara turun 15,09% dengan memberikan andil sebesar -0,21%. Bawang putih turun 11,69% dengan memberikan andil sebesar -0,04%. Telepon seluler, gula pasir, minyak goreng, pepaya, salak, dan cabai merah turun 1,22%, 2,66%, 1,41%, 4,34%, 9,84%, dan 3,31% dengan masing-masing memberikan andil sebesar -0,01%.