AP I Optimistis Industri Penerbangan Bangkit di Semester II Tahun Ini

AP I Optimistis Industri Penerbangan Bangkit di Semester II Tahun IniIst
08 Juli 2020 19:12 WIB Newswire Ekbis Share :

Harianjogja.com, JOGJA—PT Angkasa Pura I (Persero) optimistis industri penerbangan akan segera bangkit di semester II/2020 menyusul dikeluarkannya SE dari Gugus Tugas Percepatan No.09/2020 tentang Penanganan Covid-19 pada akhir Juni lalu yang mengatur persyaratan rapid test dan PCR test berlaku 14 hari bagi penumpang pesawat udara pada saat keberangkatan.

“Aturan ini membuat calon penumpang memiliki waktu lebih untuk mempersiapkan diri dan mengatur rencana perjalanan udara lebih baik. Secara total, trafik pesawat pada periode 25 April-6 Juli 2020 di 15 bandara, kami telah melayani sebanyak 23.102 pergerakan pesawat dengan angkutan kargo sebesar 73,2 juta kilogram,” ujar Direktur Utama Angkasa Pura I Faik Fahmi dalam keterangan tertulis di Jakarta, Rabu (8/7/2020).

Selama periode 1-7 Juli 2020, Angkasa Pura I tercatat melayani hingga 227.642 penumpang (berangkat-pergi); 3.869 pergerakan pesawat; dan kargo 7,21 juta kilogram di 15 bandara yang dikelola. Jumlah trafik penumpang pada periode ini lebih besar dibanding trafik pada periode 1-15 Juni 2020 yang hanya mencapai 222.040 penumpang.

Dalam periode ini, Bandara Juanda Surabaya tercatat menjadi yang tertinggi melayani penumpang dengan 56.268 penumpang; 723 pergerakan pesawat, dan angkutan kargo 816.772 kilogram.

Sementara Bandara Sultan Hasanuddin Makassar menjadi yang tersibuk kedua dengan melayani 51.998 penumpang; 708 pergerakan pesawat; dan angkutan kargo 1.184.391 kilogram. Trafik tertinggi ketiga terjadi di Bandara SAMS Sepinggan Balikpapan yang melayani 30.942 penumpang; 463 pergerakan pesawat; dan angkutan kargo 676.848 kilogram.

Angkasa Pura I, katanya, juga terus berkomitmen untuk selalu menerapkan dan mengawasi pelaksanaan protokol kesehatan pada masa adaptasi new normal untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19 dengan mengandalkan teknologi yang mendukung operasional, pelayanan dan bisnis perusahaan melalui Airport Operations Control Center (AOCC).

“Di tengah pandemi, keberadaan AOCC sangat berguna untuk mengawasi penerapan protokol kesehatan pencegahan penyebaran Covid-19 dalam masa adaptasi new normal secara realtime serta yang utama untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19,” kata Faik.

AOCC merupakan salah satu upaya Angkasa Pura I dalam digitalisasi aktivitas operasional bandara dan implementasi smart airport secara menyeluruh dengan tujuan mewujudkan operational excellence dan service excellence di seluruh bandara-bandara yang dikelola Angkasa Pura I.

Keberadaan AOCC melibatkan seluruh pemangku kepentingan di bandara dengan mengintegrasikan sistem yang dimiliki masing-masing pemangku kepentingan agar dapat beroperasi secara efektif dan efisien. “Keberadaan seluruh perwakilan pemangku kepentingan dalam satu ruangan yang sama, berdampak positif terhadap pembuatan keputusan bersama mengenai berbagai hal operasional dan pelayanan yang dapat diambil secara cepat, tepat dan terukur sebagai pelaksanaan Airport Collaborative Decision Making [A-CDM],” kata Faik.

AOCC pertama di Indonesia diluncurkan oleh Angkasa Pura I pada 2 Maret 2018 di Bandara SAMS Sepinggan Balikpapan, menyusul kemudian diterapkan di 11 bandara lainnya yaitu di Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali, Bandara Juanda Surabaya, Bandara Sultan Hasanuddin Makassar, Bandara Syamsudin Noor Banjarmasin, Bandara Adisutjipto Yogyakarta, Bandara Adi Soemarmo Solo, Bandara Pattimura Ambon, Bandara Internasional Lombok, Bandara Jenderal Ahmad Yani Semarang, Bandara Internasional Yogyakarta, dan Bandara Frans Kaisiepo Biak.

“Kami juga telah menyediakan layanan teknologi mandiri yang dapat mendeteksi serangkaian indikator seperti suhu tubuh penumpang, detak jantung dan mengimplementasikan layanan customer service secara online untuk mengurangi kontak fisik antara penumpang dengan petugas kami. Ini merupakan komitmen kami untuk memberikan rasa aman dan nyaman kepada seluruh penumpang yang sedang melakukan perjalanan udara.”

Sumber : Antara