Komunitas Ini Ajak Masyarakat Berkreasi lewat Ukiran Buah

Komunitas Ini Ajak Masyarakat Berkreasi lewat Ukiran BuahAnggota JCF sibuk mengerjakan aneka ukiran buah. - Istimewa
24 Agustus 2020 23:27 WIB Salsabila Annisa Azmi Ekbis Share :

Harianjogja.com, JOGJA--Saat ini, buah tak lagi hanya sebagai sajian pencuci mulut. Di tangan orang-orang kreatif, buah bisa disulap sebuah karya seni yang indah dan menarik.

Buah biasanya hanya berfungsi sebagai pencuci mulut di tengah hidangan pesta lainnya. Namun sebenarnya buah bisa diukir menjadi berbagai motif dan karakter. Ukiran buah ini wajib ada di setiap pesta yang digelar di hotel atau restoran. Biasanya digunakan sebagai simbol sambutan dan alat pemersatu orang-orang yang hadir dalam acara pesta atau makan-makan di buffet hotel.

Berbagai jenis buah yang diukir sedemikian rupa menjadi magnet perhatian di setiap acara pesta, baik itu di hotel, restoran, maupun gedung-gedung pertemuan. Ukiran buah itu mampu menjadi pemersatu banyak orang sehingga suasana pesta menjadi lebih hangat.

Itulah sebabnya, para kitchen artist (sebutan bagi orang-orang kreatif yang mengkreasikan bahan-bahan makanan hingga memiliki tampilan yang menarik) terus mengembangkan bakat mengukir buah mereka di dalam komunitas Jogja Carving Familias.

Meski objek kreativitas mereka adalah buah, tetapi estetika seni tetap menjadi hal yang utama. Oleh karena itu, ukiran buah dianggap sebagai sebuah seni. Para pengukir buah ini biasa disebut kitchen artist yang bekerja di berbagai hotel.

Melihat semakin maraknya penggunaan ukiran buah sebagai simbol sambutan dalam pesta, para kitchen artist memutuskan untuk membuat komunitas Jogja Carving Familias (JCF) pada 2017. “Kami dari berbagai hotel di Jogja. Tidak peduli bintang berapa, yang ingin bergabung kami persilakan. Di sini kami saling bertukar ilmu, bersama-sama mempelajari teknik baru atau motif-motif baru,” kata Ketua Jogja Carving Familias, Chicko Ragiel, saat diwawancarai Harianjogja.com, pekan lalu.

Mengukir buah, kata dia, memerlukan konsentrasi yang sangat tinggi. Itulah sebabnya, kitchen artist butuh menyendiri saat mengukir buah.  Biasanya mereka memisahkan diri dari staf dapur lainnya. Saat mengukir mereka harus mengunakan pisau khusus ukir buah yang sangat tajam. Apabila tidak konsentrasi dan salah ukir, hasil yang tidak rapi akan sangat terlihat.

Chiko mengatakan penting bagi para kitchen artist belajar bersama mengenai teknik mengukir yang baru dan belajar membuat motif. Misalnya motif bunga, siluet wajah, hingga logo instansi pelanggan yang menggelar pesta. “Setiap bulan, anggota JCF berlatih bersama di sebuah restoran atau tempat wisata tertentu,” kata dia.

Tak hanya kitchen artist berpengalaman yang bergabung dalam JCF, para mahasiswa jurusan tata boga dan siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Tata Boga pun juga turut bergabung dalam komunitas ini. Mereka menimba ilmu sebanyak-banyaknya di JCF sebelum bekerja di hotel sebagai kitchen artist atau koki. Setiap bulan, kata Chiko, selalu ada anggota baru yang mengikuti pelatihan rutin JCF.

Motif Pemula

Untuk anggota komunitas yang masih pemula, biasanya akan diarahkan membuat motif bunga dan motif karakter. Motif karakter misalnya motif burung atau angsa. Buah yang digunakan pun yang mudah untuk diukir dan juga indah seperti buah semangka yang memiliki aneka gradasi warna dan buah pepaya.

Chicko mengatakan salah satu anggotanya ada yang pernah mengukir buah durian dan buah kelapa. Kedua buah itu memiliki tingkat kesulitan yang tinggi untuk diukir. Sehingga untuk mengukir jenis buah itu diperlukan latihan bertahun-tahun. Hal ini yang menjadi motivasi anggota lain untuk terus berlatih.

“Sekarang ada 120 anggota. Di sini pun anggotanya tidak hanya dari kalangan kitchen artist, ada juga pencinta tumpeng dan pemilik jasa katering. Mereka kan juga butuh buat mengukir sayur seperti timun dan wortel. Bahkan ada juga ibu rumah tangga dan penjahit yang murni menjadikan kegiatan ini sebagai hobi,” kata Chicko.

Secara berkala, para anggota juga mengikuti berbagai kompetisi mengukir buah. Mereka berlomba menyajikan ukiran buah paling rapi dan rumit untuk bisa menjadi pemenang. Setelah selesai berkompetisi, selalu ada ilmu baru yang mereka dapatkan dari peserta lainnya.