Tips Memulai Bisnis Setelah Kuliah

Tips Memulai Bisnis Setelah KuliahIlustrasi fresh graduate
05 September 2020 08:07 WIB Nirmala Aninda Ekbis Share :

Harianjogja.com, JAKARTA -- Setiap tahunnya, ribuan mahasiswa dinyatakan lulus dan siap untuk terjun ke dunia yang lebih luas.

Beberapa di antara lulusan ini akan menjadi generasi baru inovator, pendiri, pengusaha, dan pemilik usaha kecil.

Sebagian dari mereka juga mungkin sudah dipersenjatai dengan rencana bisnis yang terdefinisi dengan baik dan yang lainnya hanya memiliki impian, bertekad untuk mengikuti jalan yang jarang dilalui dan mengukir jalur karir unik mereka sendiri.

Tetapi sebelum menolak tawaran pekerjaan, lulusan baru perlu mengevaluasi apakah mereka benar-benar memiliki apa yang diperlukan untuk memulai bisnis.

Dilansir melalui Business News Daily, Jumat (4/9), para ahli dan wirausahawan berpengalaman, yang juga memulai bisnis sesaat sejak lulus kuliah, memberika masukannya untuk para lulusan baru.

Berikut adalah beberapa pelajaran penting yang mereka bagikan.

1. Ikuti hasrat Anda

Sebagai seorang pengusaha, pentingnya melakukan pekerjaan yang memberi Anda kegembiraan dan kepuasan tidak bisa dilebih-lebihkan. Faktanya, semangat seorang pendiri adalah kunci untuk memastikan bahwa bisnis berkembang. Melakukan pekerjaan yang memiliki arti bagi Anda akan memberikan motivasi yang dibutuhkan untuk melewati masa sulit dan masa penuh gejolak yang merupakan bagian tak terelakkan dalam membangun usaha baru.

2. Lakukan penelitian

Satu-satunya cara untuk mengetahui apakah ide bagus di kamar asrama Anda bisa menjadi bisnis yang layak adalah dengan melakukan penelitian. Luangkan waktu untuk mempelajari semua elemen yang digunakan untuk membangun bisnis baru Anda.

3. Buat jaringan yang luas dan kembangkan keterampilan komunikasi

Jaringan profesional yang kuat sering kali membuat perbedaan antara kesuksesan dan kegagalan untuk bisnis Anda. Salah satu cara untuk membangun jaringan ini adalah membuat koneksi sesering mungkin dan dengan sebanyak mungkin orang.

"Jaringan yang Anda punya sekarang adalah orang-orang yang ingin Anda sukses. Mereka tidak hanya akan membantu Anda, tetapi juga dapat memberikan nasihat yang solid, perkenalan yang berharga, dukungan berkelanjutan, dan panduan nyata," kata J. Kelly Hoey, seorang angel investor.

Anda juga harus mempraktikkan pendekatan komunikasi yang berbeda karena ini adalah keterampilan mendasar dalam hidup dan bisnis.

4. Gunakan pengetahuan teknologi informasi Anda

Lulusan perguruan tinggi di zaman sekarang merupakan para digital natives yang diperlengkapi secara khusus untuk memanfaatkan kekuatan teknologi untuk membangun, mempromosikan, dan mengembangkan bisnis mereka. Anda dapat membeli domain merek dan membangun situs web sebagai langkah awal. Anda juga dapat memanfaatkan media sosial dan menumbuhkan minat pada bisnis Anda dengan membangun pengikut Instagram, menulis untuk blog dan majalah online populer, dan meluncurkan produk di e-commerce.

5. Cari tahu soal ilmu keuangan

Semua wirausahawan perlu mempersiapkan setiap aspek dalam menjalankan bisnis, termasuk mengembangkan pemahaman yang baik dan kemampuan untuk mengelola aspek keuangan perusahaan mereka, termasuk analisis keuangan, pajak, dan penganggaran.

6. Pahami bahwa kegagalan adalah bagian dari proses

Sekitar 50 persen dari usaha kecil gagal pada tahun kelima mereka, menurut Biro Statistik Tenaga Kerja AS. Fakta ini mungkin cukup untuk menggentarkan mereka yang memiliki toleransi rendah terhadap risiko untuk memulai bisnis. Namun, wirausahawan muda tidak perlu takut gagal, tetapi menyadari bahwa kegagalan dapat mengajari mereka pelajaran berharga tentang bisnis mereka dan jalur yang harus diambil pada karier mereka.

7. Berhenti membandingkan diri Anda dengan orang lain

Bagi banyak inovator, kelangsungan bisnis akan tercapai dengan baik dengan tidak membandingkan diri sendiri dengan orang lain atau terjebak dalam apa yang mereka lewatkan, tetapi mengasah visi jangka panjang yang mereka miliki untuk bisnis ini. Mungkin pelajaran terpenting dari semuanya adalah tentang perlunya melepaskan ego dan tetap fokus pada tujuan Anda.

8. Jangan takut untuk mengambil langkah besar.

Menurut pengusaha Jess Ekstrom, mungkin tampak lebih mudah untuk mendapatkan pekerjaan setelah lulus kuliah, mendapatkan pengalaman, menghemat sedikit uang, dan kemudian memulai bisnis. Tetapi untuk keluar dari stabilitas seperti itu akan lebih sulit daripada yang Anda pikirkan, dan Anda mungkin tidak akan pernah mengambil lompatan yang besar dalam hidup.

Jika Anda membutuhkan penghasilan tambahan ketika merintis bisnis, Ekstrom menyarankan untuk menghubungi sesama perusahaan rintisan untuk mengetahui apakah mereka memiliki peluang kerja paruh waktu atau memiliki hibah untuk wirausahawan muda.

Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia