PT KAI Klaim Kereta Aman Dinaiki pada musim Pandemi Covid-19

PT KAI Klaim Kereta Aman Dinaiki pada musim Pandemi Covid-19Sejumlah penumpang dengan mengenakan masker di dalam gerbong kereta api luar biasa relasi Gambir-Surabaya Pasar Turi lintas selatan di Stasiun Gambir, Jakarta. - Antara
09 September 2020 19:27 WIB Newswire Ekbis Share :

Harianjogja.com, JAKARTA-PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi (Daop) 7 Madiun mengklaim kereta api aman bagi penumpang pada masa pandemi Covid-19.Klaim ini yakin dinyatakan karena PT KAI menerapkan protokol kesehatan yang ketat.

"Berdasarkan hasil kajian para ahli, kereta api merupakan moda yang aman digunakan selama pandemi karena telah menerapkan protokol yang ketat," ujar Manajer Humas PT KAI (Persero) Daop 7 Madiun Ixfan Hendriwintoko dalam keterangannya, Selasa (8/9/2020) malam.

Menurutnya, berbagai penelitian di Prancis, Jepang, dan Amerika menunjukkan bahwa tidak ada penemuan kluster Covid-19 di transportasi publik KA yang berprotokol kesehatan. Jurnal yang diterbitkan Universitas Oxford juga mengatakan, penyebaran Covid-19 pada pelanggan kereta dapat dicegah dengan menerapkan berbagai protokol pencegahan.

Selain itu, hingga saat ini belum ada laporan mengenai kereta api menjadi klaster penyebaran Covid-19. Meskipun terdapat himpunan atau kerumunan banyak orang, namun tidak menjadi klaster penyebaran Covid-19 berkat adanya penerapan protokol kesehatan yang ketat.

Demikian juga, penelitian yang dilakukan ITB mengungkapkan transportasi umum tidak menjadi sumber infeksi jika pelanggan mematuhi protokol kesehatan seperti penggunaan masker, physical distancing, dan mencuci tangan, serta memberikan perlindungan khusus untuk petugas frontliner.

Ixfan mengatakan seluruh penelitian tersebut selaras dengan yang telah KAI lakukan. Sebab, KAI secara disiplin telah menerapkan protokol kesehatan sesuai standar Gugus Tugas Nasional.

Protokol kesehatan tersebut antara lain, setiap pelanggan KA jarak jauh harus menyertakan surat keterangan bebas Covid-19 dan pelanggan yang akan naik KA juga harus dalam keadaan sehat.

Pelanggan juga wajib menggunakan masker dan menjaga jarak saat di stasiun dan selama perjalanan. Di samping itu, KAI menyediakan wastafel portabel dan cairan pembersih tangan di titik-titik strategis stasiun dan kereta api untuk menjaga agar pelanggan tetap higienis.

"Kami sangat mengikuti rekomendasi dari Gugus Tugas Nasional untuk penggunaan "face shield" sebagai perlindungan tambahan. Face shield kami berikan secara cuma-cuma bagi pelanggan KA jarak jauh," kata Ixfan.

Pembersihan Kereta

Pembersihan seluruh rangkaian kereta seusai beroperasi juga rutin dilakukn KAI dengan menggunakan cairan pembersih yang mengandung disinfektan. KAI juga menugaskan petugas kebersihan di kereta untuk menyeterilkan bagian dalam kereta yang sering tersentuh oleh pelanggan tiap 30 menit sekali.

KAI mewajibkan petugas yang berinteraksi langsung dengan pelanggan untuk cek kesehatan termasuk suhu tubuh sebelum bertugas. Mereka juga harus memakai APD seperti masker, face shield, dan sarung tangan.

"Kami terus mengampanyekan gerakan mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak (3M) kepada seluruh pelanggan dan pegawai," katanya.

Berdasarkan data, KAI Daop 7 Madiun rata-rata telah melayani 5.491 pelanggan per hari pada September 2020. Jumlah penumpang itu naik 7 persen dibandingkan dengan Agustus yang rata-rata 5.120 pelanggan per hari.

Hal ini menunjukkan kepercayaan masyarakat terus tumbuh akan layanan KAI yang dapat diandalkan di tengah pandemi Covid-19. "Seluruh protokol tersebut kami lakukan untuk menjadikan kereta api sebagai angkutan massal aman, nyaman, selamat, dan tetap bisa menjaga kesehatan para pelanggan dan pegawai."

Sumber : JIBI/Bisnis.com/Antara