Anggota TPAKD Kota Jogja Dilantik

Anggota TPAKD Kota Jogja DilantikPengukuhan Tim Perencanaan Akses Keuangan Daerah (TPKAD) Kota Jogja di Grha Pandawa Balai Kota Jogja pada Rabu (16/9 - 2020).
16 September 2020 21:07 WIB Media Digital Ekbis Share :

Harianjogja.com, JOGJA--Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) Kota Jogja resmi dikukuhkan. Acara pengukuhan tersebut dihadiri langsung oleh Wali Kota Jogja, Haryadi Suyuti, Kepala OJK DIY, Parjiman, serta Deputi Komisioner Edukasi dan Perlindungan Konsumen Otoritas Jasa Keuangan, Sarjito yang hadir secara virtual.

Sebanyak 28 anggota TPAKD Jogja dikukuhkan langsung oleh Haryadi, Rabu (16/9/2020) di Grha Pandawa Balai Kota Jogja. Pengukuhan tersebut didasarkan pada Surat Keputusan Wali Kota Jogja No.295/2020 tentang Pembentukan Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah.

Kepala OJK DIY Parjiman menjelaskan hingga kini telah terbentuk enam TPAKD di DIY yang terdiri dari TPAKD DIY, serta lima TPAKD di masing-masing kabupaten/kota di DIY.

Program TPAKD, kata dia, telah disesuaikan dengan kebutuhan pengembangan ekonomi di masing-masing daerah. Di Kota Jogja, dia mencatat ada beberapa orogram yang akan segera dilakukan tim TPAKD Kota Jogja.

Salah satunya adalah Program Kerja Inklusi Keuangan dengan segmen pelajar yang disebut One Student One Account (OSOA) atau Satu Rekening Satu Pelajar (KEJAR).

Parjiman menegaskan program Kejar bertujuan menanamkan budaya menabung sejak dini untuk membentuk karakter generasi muda dalam mengelola keuangan jangka panjang. "Sehingga [program Kejar] dapat memperkuat perekonomian masyarakat di masa mendatang," kata dia kepada Harian Jogja, Rabu.

Program lain yang akan dikebut TPKAD Kota Jogja ialah penyaluran dana pemerintah. Soal itu, Parjiman menjelaskan penyaluran dana pemerintah ini meliputi penyaluran Program Indonesia Pintar yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) kepada siswa/pelajar dengan difasilitasi pembukaan rekening Simpanan Pelajar (Simpel).

Berdasarkan catatannya, pencapaian program Simpel di DIY hingga semester I/2020, bahwa program tersebut telah diikuti 29 bank peserta baik Simpel maupun Simpel iB dengan total rekening mencapai 406.256 rekening dan nominal sebesar Rp91 miliar. "Program inklusi keuangan ini menggunakan produk tabungan Simpel/Simpel IB serta tabungan anak lainnya yang merupakan produk bank," jelasnya.

Pembukaan rekening, kata dia, saat ini mencapai 13.250 siswa melalui kerja sama dengan BRI. Selain itu penyaluran dana lainnya yakni Bansos Jaminan Pendidikan Daerah yang bersumber dari dana APBD dengan fasilitasi pembukaan rekening tabungan dari BPD DIY yang jumlahnya mencapai 4.367 siswa.

"Program inklusi keuangan pada segmen pelajar ini menggunakan produk tabungan Simpel/Simpel iB maupun tabungan anak lainnya sebagai salah satu upaya untuk mencapai target inklusi keuangan di atas 90 persen pada 2024," ucap Parjiman.

Tak hanya itu, TPAKD Kota Jogja juga mengusung program kerja digitalisasi kemudahan akses pembayaran pajak dan retribusi bagi masyarakat. "Program ini mendorong masyarakat termasuk UMKM untuk memanfaatkan kemajuan teknologi untuk memudahkan aktivitas bisnisnya," ujar dia.

Program lain yang digagas TPAKD Kota Jogja adalah pengembangan kewirausahaan dan keunggulan kompetitif usaha kecil menengah secara berkelanjutan. “Bentuk programnya, antara lain meliputi kegiatan sosialisasi akses keuangan kepada wirausahawan. Program ini telah dimanfaatkan oleh lebih kurang 150 wirausahawan baik katagori pemula maupun yang sudah berjalan," kata dia

 Pendorong Perekonomian

Sementara Wali Kota Jogja, Haryadi Suyuti menyampaikan terima kasih atas kepercayaan OJK dalam berbagai bimbingan, motivasi dan pendampingan untuk seluruh jajaran pemerintahan Kota Jogja. "Pendampingan bagi jajaran Pemkot Jogja dalam upaya kami meningkatkan motivasi dalam membangun perekonomian daerah melalui kehadiran lembaga keuangan yang berkualitas," ujar dia.

Kian pesatnya suatu pertumbuhan ekonomi masyarakat, menurut Haryadi maka akan berdampak pada semakin diperlukannya fungsi lembaga keuangan untuk menghimpun dan menyalurkan dana ke masyarakat.

Haryadi menyebutkan akses keuangan daerah menjadi salah satu komponen pendorong pertumbuhan perekonomian di daerah dan merupakan hak dasar bagi masyarakat untuk meningkatkan taraf hidupnya.

"Pemkot Jogja telah melaksanakan program dan memperluas akses keuangan daerah di Jogja dan untuk lebih meningkatkan akses kuangan daerah maka dibentuk TPAKD Kota Jogja," ujar Haryadi.

Secara garis besar, imbuh Haryadi, ada tiga program kerja TPAKD tahun ini. Pertama adalah perluasan akses keuangan yang akan dilakukan dengan berbagai kegiatan, salah satunya dengan kemudahan pembayaran PBB dan penyaluran dana pemerintah untuk pendidikan.

Kedua, melakukan pendampingan dalam bentuk pelatihan penumbuhan pengusaha mikro kecil yang merintis usaha fesyen, kerajinan, dan kuliner. "Serta peningkatan kualitas bagi pelaku UMKM sehingga para pelaku UKM dapat naik kelas," ujar Haryadi.

Kepada anggota yang TPAKD Kota Jogja yang dilantik, Haryadi berharap agar dapat menjalankan amanah sebaik-baiknya. "Gali potensi ekonomi daerah yang dapat dikembangkan dan mendorong lembaga jasa keuangan dalam rangka membuka akses keuangan. "