Rupiah Tertekan, Pekan Depan Bisa Tembus Rp17.950
Rupiah diprediksi bergerak di Rp17.800–Rp17.950 per dolar AS, tertekan sentimen fiskal dan arus modal asing.
Patung Merlion berdiri di depan gedung-gedung pencakar langit di Singapura, Selasa (24/3/2020)./Bloomberg-Wei Leng Tay
Harianjogja.com, JAKARTA – Pelaku usaha menilai distribusi manufaktur selama pandemi Covid-19 tetap akan menarik bagi investor terutama yang berasal dari negara tetangga Singapura.
Direktur PT Prakarsa Langgeng Maju Bersama Indra Tjahjono mengatakan saat ini kontrak dengan sejumlah perusahaan di Singapura tetap melanjutkan proyek manufaktur kendati tengah menghadapi resesi ekonomi dan pandemi. Termasuk kepercayaan masuknya investasi baru hingga Rp129,6 triliun pada awal tahun ini dari sejumlah negara lainnya.
Menurutnya dengan langkah sejumlah negara membatasi pintu masuk wilayahnya selama pandemi, Singapura akan lebih memilih negara tetangga terdekatnya yakni Indonesia sebagai salah satu pemasok.
“Kami pun saat ini merasa beruntung dari Singapura dari Supply Chain memilih Indonesia. Sebelumnya banyak pilihan karena indeks logistiknya Singapura bagus. Namun karena saat ini negara asalnya juga sedang problematis akan lebih bagus negara tetangga yang membantunya,”jelasnya dalam diskusi webinar yang diselenggarakan Bisnis Indonesia, jaringan Harianjogja.com, Jumat (2/10/2020).
Selain itu dia juga memaparkan sejumlah kondisi serupa juga yang juga dialami saat krisis moneter dan politik yang terjadi di Indonesia pada 1997 dan 1998. Saat itu nilai tukar rupiah anjlok pada titik terdalam padahal dari sisi investasi asing cukup ting pertumbuhannya.
Indra berpendapat pada dengan jatuhnya nilai tukar rupiah, investor sesungguhnya memiliki posisi tawar untuk memanfaatkan sumber dari Indonesia. Kontrak –kontrak ekspor manufaktur, lanjutnya, juga tetap berjalan tetapi memang dalam bentuk mata uang dollar AS.
Menjadi Atraktif
Sementara itu, pada 2008 krisis global juga terjadi tetapi di Indonesia dengan kondisi politik yang stabil tetap menjadi atraktif sehingga aktivitas ekspor pun berjalan dengan lancar. Namun pandemi tahun ini tetap menjadi tantangan tersendiri karena menjadi penggabungan antara krisis ekonomi dan kesehatan.
Terkait hal itu, sejauh ini dia menjabarkan sejumlah langkah antisipasi dengan mengubah sejumlah strategi jangka panjang menjadi jangka pendek. Pandemi tentunya membuat distribusi rantai pasok menjadi lebih lambat dibandingkan dengan masa normal. Oleh karena itu, perusahaan sudah harus melakukan impor jauh-jauh hari.
Kemudian, yang paling utama adalah perusahaan lebih mengandalkan pengadaan rantai pasok dari industri lokal. Pasalnya sumber industri lokal pun cukup besar. Namun di sisi lain, upaya menggaet pasar internasional tetap dilakukan dengan menggandeng pembeli internasional dan negara tetangga lainnya yang melakukan investasi langsung di Indonesia. Seperti Myanmar.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : JIBI/Bisnis.com
PSEL Piyungan ditargetkan groundbreaking Desember 2026. Proyek senilai Rp2,5 triliun-Rp3 triliun ini mulai dibangun Januari 2027.
Polisi menyiagakan puluhan personel setelah massa membakar sejumlah kantor pemerintah di Ilaga, Puncak, Papua Tengah.
Jadwal KRL Solo-Jogja Rabu 12 Agustus 2026 tersedia 12 perjalanan dari Palur ke Yogyakarta. Tarif tetap Rp8.000.
Airlangga Hartarto memastikan pasokan Pertalite dan biodiesel Indonesia aman hingga akhir 2026 meski konflik global memengaruhi harga energi.
Polisi menyelidiki dugaan penistaan agama di The Sounds Project Ancol setelah video tantangan hafal surah viral di media sosial.