Gerakkan Ekonomi Daerah dengan Akselerasi Belanja Pemerintah

Gerakkan Ekonomi Daerah dengan Akselerasi Belanja PemerintahKepala Kanwil Ditjen Perbendaharaan DIY, Sahat Panggabean saat konferensi pers seusai Rapat Koordinasi Daerah Pelaksanaan Anggaran Tahun 2020, di kompleks Kepatihan, Selasa (13/10/2020). - Harian Jogja/Herlambang Jati Kusumo
13 Oktober 2020 13:47 WIB Herlambang Jati Kusumo Ekbis Share :

Harianjogja.com, JOGJA—Akselerasi belanja pemerintah dinilai penting sebagai stimulus fiskal guna menggerakkan pertumbuhan ekonomi di triwulan IV/2020. Pertumbuhan ekonomi tersebut sejatinya dititikberatkan terutama pada tiga prioritas utama yaitu kesehatan, jaring pengaman sosial dan dukungan bagi dunia usaha yang terdapat dalam Program Pemulihan Ekonomi (PEN).

Lebih lanjut para Kuasa Pengguna Anggaran Satuan Kerja (Satker) lingkup DIY diimbau bekerja cepat, efisien, extraordinary, dan berkomitmen dalam melakukan percepatan penyerapan anggaran belanja pemerintah.

“Apresiasi kami sampaikan pada Kementerian Keuangan khususnya DItjen Perbendaharaan DIY yang telah berupaya mewujudkan acara ini dan secara sungguh-sungguh mendukung meningkatkan kualitas anggaran dan percepatan program pemulihan ekonomi di DIY,” ucap Gubernur DIY Sri Sultan HB X dalam Rapat Koordinasi Daerah Pelaksanaan Anggaran Tahun 2020 dengan tema Menyelaraskan Langkah Demi Menggerakan Ekonomi DIY di kompleks Kepatihan, Jogja, Selasa (13/10/2020).

Gubernur mengatakan rapat yang dihadiri secara virtual oleh 16 satuan kerja dan diikuti oleh seluruh satuan kinerja lingkup Kanwil Ditjen Perbendaharaan Provinsi DIY tersebut merupakan wujud upaya mendorong percepatan kegiatan dan belanja pemerintah yang berkualitas.

Belanja negara di DIY, kata Sultan, semakin terakselerasi sampai dengan akhir September 2020, demikian pula halnya dengan kinerja program PEN terus meningkat sebagai bagian dari stimulus untuk mendorong perekonomian.

“Di DIY, pandemi berdampak cukup besar pada perekonomian DIY yang membukukan pertumbuhan minus 6,47% (yoy) pada triwulan II/2020,” kata dia.

Terkait hal tersebut, APBN akan terus difungsikan sebagai upaya menjaga momentum pertumbuhan ekonomi ini dan pemulihan, baik dari sisi penerimaan seperti insentif di bidang perpajakan maupun dari sisi belanja, baik itu belanja bansos, kementerian/lembaga maupun transfer daerah. “Ini dimaksudkan untuk mengembalikan konsumsi masyarakat dan mengembalikan confident investasi,” ucap Gubernur.

Kepala Kanwil Ditjen Perbendaharaan DIY, Sahat Panggabean menyampaikan realisasi belanja Pemerintah Pusat mencapai Rp10,04 triliun (63,16%), sedangkan belanja transfer ke daerah dan Dana Desa telah mencapai Rp10,06 triliun (86,09%). “Realisasi anggaran Program PEN di DIY juga menunjukkan tren positif,” ucap dia.

Sebagai upaya mengakselerasi belanja pemerintah, satuan kerja diminta merealisasikan belanja untuk penanganan Covid-19 serta kegiatan yang direncanakan pada triwulan IV/2020, agar dilaksanakan secepatnya.

Selain itu pula pelaksanaan belanja barang dan belanja modal yang menggunakan sistem pemilihan pengadaan langsung harus segera direalisasikan. “Pembayaran atas hak-hak kepada pegawai dilakukan secara tepat waktu; mendorong penyelesaian terhadap belanja modal di atas Rp200 juta [pengadaan rumah dinas, rehab gedung, dan pengadaan kendaraan], serta tidak menunda pembayaran kepada pihak ketiga atas tagihan yang telah memenuhi persyaratan,” kata Sahat

Pada kesempatan tersebut juga diberikan penghargaan atas Satker Berkinerja Terbaik dalam Pelaksanaan Anggaran TA 2020, yaitu ROOPS Polda DIY kategori pagu sampai dengan Rp5 miliar, Kantor Kemenag Sleman, kategori pagu Rp5 miliar sampai dengan Rp15 miliar. Lalu SNVT Penyediaan Perumahan DIY kategori pagu di atas Rp15 miliar, serta SKPD berkinerja terbaik dalam pelaksanaan anggaran TA 2020, yaitu Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan DIY.