Serapan Tenaga Kerja Seret, BKPM Harus Datangi Perusahaan Investor

Serapan Tenaga Kerja Seret, BKPM Harus Datangi Perusahaan InvestorKepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia. Bisnis - Abdullah Azzam
24 Oktober 2020 23:27 WIB Jaffry Prabu Prakoso Ekbis Share :

Harianjogja.com, JAKARTA-Serapan tenaga kerja dari perusahaan investor asing yang masuk ke Indonesia ternyata tak selancar yang dibayangkan. Saking seretnya Badan Koordinasi dan Penanaman Modal (BKPM) harus mendatangi perusahaan investor.

Serapan tenaga kerja dari investasi yang masuk ke Indonesia harus berbanding lurus. Jangan sampai sepenuhnya menggunakan teknologi.

Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Bahlil Lahadalia mengatakan bahwa untuk menyerap tenaga kerja dari masuknya investasi tidak mudah. Timnya harus datang langsung ke perusahaan yang berminat investasi ke Indonesia.

“Kami sampaikan bahwa pekerjaan yang bisa diberikan kepada masnusia jangan diberikan ke teknologi. Ini tidak bisa dilakukan pendekatan di atas kertas,” katanya melalui konferensi virtual, Jumat (23/10/2020).

Bahlil menjelaskan upaya ini adalah sebagai tanggung jawab moral dari BKPM agar investasi yang masuk bisa menyerap tenaga kerja secara maksimal.

Berdasarkan data terbaru BKPM, realisasi investasi pemerintah di sepanjang kuartal III/2020 sebesar Rp209 triliun. Total tersebut menyerap sebanyak 295.387 tenaga kerja dari 45.726 proyek.

Sementara hingga September, serapan tenaga kerja mencapai 861.581 orang dari total target 1,2 juta. Realisasi investasinya sebesar Rp611,6 triliun atau naik 1,7 persen secara tahunan.

Bahlil menuturkan bahwa penyerapan tenaga kerja hingga September berasal 102.276 proyek investasi. Tiga bulan yang tersisa ini dia optimistis seluruh target pada 2020 bisa tercapai.

“BKPM membuat target berdasarkan data dan kondisi. Kami tidak bermaksud untuk over confidence,” jelasnya.

Sumber : JIBI/Bisnis.com