Advertisement
Pajak 0% Mobil Baru Urung Berlaku, Pengusaha Otomotif Mendukung
Ilustrasi. - JIBI/Nurul Hidayat
Advertisement
Harianjogja.com, BALIKPAPAN — Pro kontra usulan keputusan Menteri Keuangan RI (Menkeu) yang menolak pajak 0% untuk mobil baru menuai reaksi dari kalangan industri otomotif.
General Manager PT Nusantara Borneo Internasional (Honda Nusantara Balikpapan) I Dewa Made Wirya Atmaja mengatakan setuju dengan keputusan Menkeu untuk pembatalan Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM) 0%.
Advertisement
“Usulan relaksasi pajak ditolak karena akan menimbulkan kekacauan baru,” katanya, Selasa (20/10/2020).
Dewa memaparkan bahwa masalah yang ditimbulkan akan meningkatkan harga mobil baru menjadi kisaran 60% dari pricelist.
“Let say bisa lebih murah dari mobil bekas dengan merk dan type yang sama dan tahun yang jauh lebih muda. Bisnis mobil bekas pasti mati,” paparnya
Selanjutnya, konsumen yang membeli unit sebelum relaksasi bisa jadi akan protes karena mereka telah dikenai pajak dengan jumlah harga lebih mahal dibandingkan dengan yang baru. Di sisi lain, leasing/lembaga keuangan akan sulit membiayai karena harga kendaraan yang murah.
“Dan ke depan setelah tidak ada relaksasi harga bekasnya jadi berapa, karena mereka tidak bisa menentukan biaya risikonya,” pungkasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber : bisnis.com
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Pendataan Peserta TKA SMP Gunungkidul Dimulai Januari 2026
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- Kasus Pemerkosaan Penumpang Uber Jadi Preseden Baru Keselamatan
- Harga Emas Galeri24 dan UBS Naik, Cek Daftar Terbarunya
- Harga Cabai Rawit Merah Rp50.200, Telur Ayam Rp32.550
- Nilai Tukar Rupiah Anjlok, Menkeu Purbaya Masih Optimistis
- BEI Jogja: Investasi Saham 2026 Tetap Menjanjikan
- Meta Merombak Strategi, Reality Labs Kena PHK Massal
Advertisement
Advertisement




