Hadapi Covid-19, Sri Mulyani: Indonesia Selalu Mampu Keluar dari Krisis

Hadapi Covid-19, Sri Mulyani: Indonesia Selalu Mampu Keluar dari Krisis Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati - Bisnis/Arief Hermawan P
01 November 2020 06:37 WIB Ni Putu Eka Wiratmini Ekbis Share :

Harianjogja.com, JAKARTA - Pandemi Covid-19 berdampak pada resesi ekonomi yang terjadi di Tanah Air. Namun, Menteri Keuangan Sri Mulyani optimistis Indonesia akan bisa melalui krisis ekonomi akibat pandemi Covid-19 ini. Hal ini berkaca dari perjalanan ekonomi Indonesia yang selama ini telah mampu keluar dari krisis yang ada. 

Sri Mulyani mengatakan perekonomian Indonesia pernah hancur akibat perang dan warisan dari penjajahan, Bahkan, saat itu, kas negara bisa dilnilai "tiada". 

Selepas itu, Indonesia juga kembali menghadapi era kolonialisasi yang kemudian kembali menghancurkan ekonomi bangsa. Upaya untuk membangun perekonomian kembali pun tidak mudah karena harus dihadapkan dengan era nasionalisasi, hyper inflasi, badai dan krisis keuangan 1998, hingga krisis global 2008. 

Baca juga: UMP Jogja Naik Rp60.392, Aliansi Buruh Sebut Tak Manusiawi

"Setiap krisis, Bangsa Indonesia selalu mampu keluar dari krisis dan jadi lebih baik, kita juga akan berjuang hadapi situasi hari ini dengan semangat yang sama," katanya dalam upacara peringatan Hari Oeang Republik Indonesia, Sabtu (31/10/2020).

Menurutnya, ada dua respon bangsa dalam menghadapi krisis,. Pertama, saling menyalahkan satu sama lain atau kedua melihat krisis sebagai kesempatan untuk memformulasikan langkah-langkah tepat dan membangun negara untuk tidak hanya amou menghadapi krisis tetapi juga membangun fondasi negara yang lebih kuat.  

Saat ini, lanjut Sri Mulyani, Indonesia dihadapkan pada situasi yang sama. Indonesia pun harus meyakinkan diri untuk fokus mengadapi Covid-19 dan sekaligus membangun fondasi ekonomi yang lebih baik ke depannya. 

Baca juga: Soal Larangan Ucapan Natal, SETARA Institute: Konservatisme Menguat di Kauman Jogja

"Pandemi Covid-19 tidak hanya masalah kesehatan tetapi juga memakan korban jia dan mengimplikasi kehidupan sosial, ekonomi, dan keuangan. Indonesia sedang berjuang untuk keluar dari kondisi Covid-19 seperti yang dihadapi 200 negara lain di dunia," tambahnya. 

Sri Mulyani mengakui, kondisi ekonomi pada kuartal II tahun ini menghadapi kontraksi yang cukup dalam yakni perekonomian tumbuh minus 5,3 persen. Indonesia sedang berjuang untuk melaukan pemulihan agar pada kuartal III dan IV tahun ini memiliki kondisi yang lebih baik dari periode sebelumnya. 

"Kita akan terus fokuskan lindungi mereka yang sagat terdampak,mereka yang berjuang dan bagaimana memulihkan seluruh dunia usaha," sebutnya. 

Sumber : Bisnis.com