Ekonomi RI Masih Akan Minus Meski Sudah Digelontorkan Stimulus Ratusan Triliun

Ekonomi RI Masih Akan Minus Meski Sudah Digelontorkan Stimulus Ratusan TriliunFoto ilustrasi. - Ist/Freepik
04 November 2020 14:07 WIB Newswire Ekbis Share :

Harianjogja.com, JAKARTA - Sebagai dampak pandemi Covid-19, Pemerintah sudah mengguyur dana stimulus ratusan triliun rupiah demi memulihkan perekonomian, namun tetap saja pertumbuhan ekonomi sepanjang tahun ini diprediksi akan tetap tumbuh negatif.

Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara mengatakan, sepanjang tahun ini ekonomi Indonesia masih akan tumbuh negatif.

"Di tahun 2020 kita memperkirakan bahwa keseluruhan tahun Indonesia itu akan (tumbuh) di sekitar minus 1,7 sampai dengan minus 0,6 persen," kata Suahasil dalam sebuah acara webinar, Rabu (4/11/2020).

Baca juga: Survei Mandiri Institute: 83 Persen UMKM Rasakan Manfaat Program PEN

Meski begitu kata Suahasil, laju pertumbuhan ini secara gradual menunjukan tren perbaikan jika dilihat dari kuartal per kuartal.

Suahasil menyebut, pada kuartal I 2020, ekonomi Indonesia masih bisa tumbuh positif di kisaran 3 persen, namun di kuartal II turun cukup parah dengan minus 5,32 persen akibat tekanan di awal pandemi virus corona.

"Di semester kedua ini kita meyakini bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia ada di dalam fase pemulihan. Setelah dia minus 5 persen akan terjadi perbaikan, secara seluruh tahun kita masih akan tetap negatif. Tetapi di semester kedua ini terjadi pemulihan ekonomi yang signifikan," paparnya.

Baca juga: Divonis Bersalah oleh PTUN, Jaksa Agung Harus Jelaskan Fakta Tragedi Semanggi

Maka dari itu, mantan Kepala Kebijakan Fiskal (BKF) ini berharap dengan kondisi ekonomi yang mulai pulih, optimisme para pelaku usaha menatap ekonomi Indonesia kembali bergairah.

"Pemulihan ekonomi yang signifikan ini kita harapkan akan memberikan optimisme bagi dunia usaha bagi kegiatan konsumsi bagi kegiatan investasi. Tentu juga ekspor dan impor yang bisa mendorong pemulihan secara gradual," pungkasnya.

Sebelumnya pemerintah merogoh kocek sebesar Rp 695,2 triliun yang akan digunakan untuk mempercepat pemulihan ekonomi yang diakibatkan tekanan pandemi virus corona atau Covid-19.

Rinciannya, sebesar Rp 87,55 triliun untuk anggaran kesehatan, anggaran perlindungan sosial Rp 203,9 triliun, insentif usaha sebesar Rp 120,61 triliun, sebesar Rp 123,46 triliun disiapkan untuk sektor UMKM, pembiayaan korporasi menjadi Rp 53,57 triliun, dan untuk dukungan sektoral K/L dan Pemda sebesar Rp 106,11 triliun.

Sumber : Suara.com