Advertisement

Pandemi Bikin Masyarakat Gemar Menabung daripada Belanja

Bernadheta Dian Saraswati
Selasa, 29 Desember 2020 - 16:57 WIB
Sunartono
Pandemi Bikin Masyarakat Gemar Menabung daripada Belanja Ilustrasi uang rupiah - Reuters

Advertisement

Harianjogja.com, JOGJA--Pandemi Covid-19 yang terjadi sepanjang 2020 di DIY diyakini akan berdampak pada dunia perbankan. Banyak orang diprediksi akan menyisihkan uangnya untuk ditabung daripada dibelanjakan.

Direktur BPR Ukabima Nindya Raharja Gunungkidul Sudjut Budi Utomo mengatakan bahwa pandemi ini untuk sementara waktu mengubah cara pikir dan cara pandang masyarakat, termasuk dunia usaha, karena untuk memulai investasi usaha tentu memerlukan kondisi perekonomian yang baik. Sedangkan pada saat pandemi ini masyarakat maupun pengusaha akan wait and see menunggu kondisi normal kembali.

BACA JUGA : Pilih Menabung, Banyak Orang Kurangi Belanja

PROMOTED:  Resmikan IKM di Umbulharjo, Dinas Perinkopukm Jogja Berharap IKM Naik Kelas

"Untuk itu prediksi bahwa dana masyarakat akan disimpan dulu di lembaga keuangan atau perbankan sudah diantisipasi. Terlihat saat ini posisi likuiditas perbankan masih terjaga dan dana pihak ketiga masih ada pertumbuhan," kata pria yang juga menjabat sebagai Sekretaris Persatuan Bank Perkreditan Rakyat Indonesia (Perbarindo) DIY ini kepada Harianjogja.com, Selasa (29/12/2020).

Menurutnya yang perlu dipikirkan adalah bagaimana perbankan juga tetap  harus menjalankan fungsi intermediasinya dengan tetap memperhitungkan  rasio LDR. Hal tersebut menurutnya tidak mudah bagi perbankan dalam mengelola likuiditasnya karena jangan sampai over likuiditas akan mengakibatkan biaya bunga yang tinggi dan tidak diimbangi dengan penyaluran kreditnya.

"Sehingga perbankan atau BPR tetap harus berusaha dengan inovatif dan tetap harus berusaha mencari peluang pasar khususnya kredit kepada UMKM agar tetap eksis dan tumbuh. Sehingga di masa pandemi ini fungsi intermediasi perbankan tetap berjalan," tuturnya.

Sementara itu pakar ekonomi dari Universitas Gadjah Mada (UGM) Traheka Erdyas Bimanatya mengatakan rencana vaksinasi Covid-19 belum bisa menjamin pandemi akan segera berakhir dalam waktu dekat. Bila kondisi seperti ini terus berlangsung maka akan berdampak pada ketidakpastian ekonomi karena konsumen akan mengubah pola konsumsi, sedangkan pelaku usaha memilih kebijakan bertahan dari ancaman krisis.

BACA JUGA : Hasil Survei, Pandemi Virus Corona Bikin Masyarakat Rajin

“Masih ada rasa ketakutan dan ketidakpastian pada pandemi Covid-19 ini sehingga orang cenderung mencari rasa aman bagi dirinya,” kata Bimanatya.

Advertisement

Bila pandemi masih berlangsung hingga tahun depan, kata Bimanatya, masyarakat akan lebih banyak memilih menabung dibanding membelanjakan uangnya. Selanjutnya kegiatan transaksi online akan semakin meningkat, kelas menengah kembali menggunakan kendaraan pribadi, dan aktivitas pertemuan lebih banyak dilakukan secara virtual.

“Dampaknya tentu pada penurunan turisme, konser, sport, resto, bioskop dan konferensi. Bagi perusahaan maka perjalanan bisnis akan menurun, pelaku usaha enggan melakukan rekrutmen,” katanya.

Belajar saat di masa awal pandemi, ungkapnya, konsumen nantinya akan lebih cenderung melakukan investasi dengan membeli logam mulia, melakukan stok makanan dan obat serta menghindari bepergian jarak jauh.

Advertisement

BACA JUGA : Penting Diketahui! Ini Beda Tabungan dan Investasi

“Dampak covid jika terus berlarut akan mengubah pola konsumsi masyarakat kita,” katanya.

 

Advertisement

Video Terbaru

Advertisement

Advertisement

alt

Cegah Tragedi seperti di Kanjuruhan, Stadion Sultan Agung Bantul Diklaim Sudah Antisipasi Kerusuhan

Bantul
| Selasa, 04 Oktober 2022, 06:57 WIB

Advertisement

alt

Rasakan Sensasi Makan Nasgor Bercitarasa Tengkleng ala Grage Ramayana Hotel

Wisata
| Senin, 03 Oktober 2022, 07:17 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement