Harga Kedelai Naik, Pedagang Gorengan Ikut Kelimpungan

Harga Kedelai Naik, Pedagang Gorengan Ikut KelimpunganAji sibuk menggoreng tahu regol yang dinanti para pembeli pada Jumat (10/4/2020) di Kapanewon Pengasih. - Harian Jogja/Catur Dwi Janati
05 Januari 2021 06:37 WIB Herlambang Jati Kusumo Ekbis Share :

Harianjogja.com, JOGJA-- Harga kedelai di DIY melambung tinggi dalam beberapa waktu terakhir. Harga yang semula pada kisaran Rp7.000/kg, saat ini sudah dikisaran Rp9.500/kg. Kenaikan itupun dirasakan oleh pengrajin tahu dan tempe.

Pedagang kedelai di Pasar Beringharjo, Dedy Suharto mengungkapkan kenaikan harga kedelai ini kurang lebih telah berlangsung tiga pekan. Dampak kenaikan harga tersebut turut membuat penjualan menurun.

"Biasanya yang beli di sini pedagang, dan dijual lagi. Penjualan jadi agak menurun juga. Kurang tahu kalau penyebab naiknya karena apa, mungkin ya dari luar sana, karena impor kan," ucap Dedy, Senin (4/1/2020).

Baca juga: Cetak Sawah Baru, Pemkab Kulonprogo Sasar Lahan 50 Hektare

Pedagang lainnya di Pasar Beringharjo, Endang mengaku saat ini cukup kesulitan untuk mencari pemasok kedelai. "Agak sulit juga sekarang, jadi sudah tidak berjualan beberapa waktu terakhir ini," ucap Endang.

Pengrajin tahu di Krapyak X Barepan, Margoagung, Seyegan, Taruno mengatakan kenaikan harga kedelai membuat penurunan produksi tahu di tempatnya.

"Susah jualnya, pembeli turun, tetapi ya tetap produksi. Biasa dulu sehari 100-150 kg kedelai, sekarang hanya 60-70 kg. Penurunan omzet ya sekitar Rp300.000/ harinya," ucap Taruno.

Baca juga: 35 Ton Sampah Libur Tahun Baru Diangkut dari Parangtritis

Taruno sendiri mengaku kurang mengetahui penyebab kenaikan kedelai tersebut, lantaran saat ini untuk stok dari pemasok kedelai sebenarnya tidak mengalami kelangkaan.

Kondisi saat ini dinilainya cukup berat, karena untuk menaikan harga jual tahu pun sulit. Harga jual saat ini darinya tetap sama, pada kisaran Rp7.000-Rp8.000/kg. "Sulit juga naikan harga, pembeli tidak mau nanti. Mengurangi ukuran kan tidak bisa juga, karena jualnya kiloan," ucapnya.

Pedagang yang menjual gorengan, Thomson juga mengeluhkan kenaikan harga kedelai ini, lantaran membuat harga jual tempe mengalami kenaikan. “Tempe yang biasanya Rp5.000 sekarang jadi Rp10.000, baru beberapa hari ini,” katanya.

Kepala Bidang Perdagangan Dalam Negeri, Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) DIY, Yanto Aprianto mengatakan kenaikan kedelai saat ini, karena harga kedelai dunia juga mengalami kenaikan.

"Dengan mencairnya hubungan Amerika, China saat ini. Permintaan impor dari Amerika ke China naik dua kali lipat yang biasanya 15 juta ton saat ini import 30 juta. Upaya kami sendiri, saat ini masih koordinasi dengan Kementerian," ujarnya.