APBN Krisis, Sri Mulyani: Saya Utang dan Saya Diomeli Seluruh Rakyat Indonesia

APBN Krisis, Sri Mulyani: Saya Utang dan Saya Diomeli Seluruh Rakyat IndonesiaMenteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati saat tiba di depan Ruang Rapat Paripurna I untuk menghadiri Pembukaan Masa Persidangan I Tahun Sidang 2020-2021 di Kompleks Parlemen, Jakarta, Jumat (14/8/2020). Bisnis - Arief Hermawan P
05 Januari 2021 12:37 WIB Jaffry Prabu Prakoso Ekbis Share :

Harianjogja.com, JAKARTA - Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan bahwa penerimaan dari anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN) 2020 turun hampir 20 persen. Di sisi lain, belanja naik lebih dari Rp500 triliun.

“Jadi saya utang. Dan Saya diomeli seluruh rakyat Indonesia untuk ini,” katanya saat konferensi virtual, Senin (4/1/2020).

Sri menjelaskan bahwa defisit APBN diatur pada Undang-Undang 2/2020 tentang Kebijakan Keuangan Negara dan Stabilitas Sistem Keuangan untuk Penanganan Covid-19.

BACA JUGA: BEM UI Kecam Pembubaran FPI, Ini Pernyataannya..

“Namun kita tidak bisa seenaknya tambah utang. Tetap kita hitung secara detail mana yang perlu, mana yang efektif,” jelasnya.

Sri menjelaskan bahwa negara mayoritas utang kepada para ibu dalam hal surat utang negara (SUN). Berdasarkan demografinya, untuk investor ORI017 sebesar 55,87 persen adalah perempuan.

Begitu pula dengan penerbitan ORI018. Sebanyak 57,82 persen adalah perempuan.

“Meski dari bursa perempuan lebih rendah [38,89 persen]. Tapi kalau dari beli surat berharga negara, mereka [perempuan] adalah kreditor saya,” ucapnya.

Sumber : Bisnis.com