Advertisement
Nilai Aset Bank Jateng Capai Rp73 Triliun
Direksi Bank Jateng hadir saat Gathering Bank Jateng bersama Media Partner di Semarang, Jawa Tengah, Jumat (29/1/2021). - Istimewa/Bank Jateng
Advertisement
Harianjogja.com, JOGJA—Nilai aset Bank Jateng pada 2020 tercatat mencapai Rp73,11 triliun atau mencapai 104,32 persen dari target yang ditentukan.
Direktur Utama Bank Jateng Supriyatno menjelaskan nilai aset tersebut jadi yang tertinggi karena pada tahun sebelumnya nilai aset Bank Jateng tercatat mencapai Rp71,89 triliun. Sementara pada 2018, nilai aset Bank Jateng sebesar Rp66,85 triliun, sedangkan pada 2017 dan 2016 jumlahnya hanya Rp61,47 triliun dan Rp51,25 triliun.
Advertisement
Selain itu, pada 2020 Bank Jateng juga mencatatkan laba bersih sebesar Rp1,12 triliun atau meningkat 6,51% (year-on-year/yoy). Sementara pada 2019, Bank Jateng mencatatkan laba bersih sebesar Rp1,05 triliun dan pada 2018 mencapai Rp1,25 triliun.
“Ini menggambarkan bahwa optimisme Bank Jateng masih terlihat begitu nyata saat masa pandemi. Dengan meningkatnya laba bersih, Bank Jateng kini berada di posisi terbaik sebagai BUMD [Bank Umum Milik Daerah] dengan pendapatan terbesar," katanya melalui siaran pers, Minggu (31/1/2021).
Direktur Kepatuhan dan Manajemen Risiko Bank Jateng Ony Suharsono juga menyatakan per 30 Juli 2020, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyatakan Bank Jateng masih menunjukkan tingkat kesehatan di peringkat dua atau dalam kategori sehat. Untuk tingkat kesehatan ini, sudah di dapat sejak Juli 2018 dan bertahan sampai sekarang.
Supriyatno menambahkan untuk simpanan nasabah di Bank Jateng selama 2020 juga meningkat 19,62% (yoy) dengan jumlah mencapai Rp58,98 triliun, sedangkan dana pihak ketiga (DPK) berkisar Rp30-40 triliun.
Tak hanya itu, unit usaha syariah Bank Jateng juga turut menyumbang laba bersih Rp88,8 miliar (2020). Sementara aset UUS tercatat Rp5,43 triliun, turun 5,23% dari 2019 yang senilai Rp5,73 triliun
Adapun terkait dengan kinerja kredit serta pembiayaan dari Bank Jateng juga ikut tumbuh positif. Angkanya kata Ony, tumbuh 4,39% (yoy) dengan nilai Rp51,11 triliun. “Untuk non-performing loan berkisar 3,52 persen [2020]. Angka tersebut mencatatkan rekor tertingginya dalam tiga tahun terakhir.”
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- KPK: Deadline Makin Dekat Banyak Pejabat Belum Lapor Harta Kekayaan
- Aturan KBLI 2025 Terbit, Izin Usaha Makin Akurat dan Terintegrasi
- Puncak Arus Balik Lebaran 2026, Daop 6 Jogja Padat 66 Ribu Penumpang
- Tak Perlu Buru-buru, Batas Lapor SPT Pajak Tiba-tiba Mundur
- KAI Prediksi Puncak Arus Balik Kereta Api Mulai Terjadi Minggu Ini
Advertisement
Kunjungan Wisata Gunungkidul Membeludak, PAD Tembus Rp3,4 Miliar
Advertisement
Musim Semi Tiba, Keindahan Bunga Sakura di Taman Yuyuantan Beijing
Advertisement
Berita Populer
- Konsumsi BBM Naik 28 Persen, Pertamina Jamin Stok Aman Saat Lebaran
- Harga Minyak Naik Tekan Rupiah Mendekati Level Psikologis
- Inflasi DIY Maret 2026 Diprediksi Nyaris 1 Persen
- Update Harga Emas Hari Ini: Stabil di Rp2,26 Juta per Gram
- Investor Baru Jogja Tembus Ribuan dalam Sebulan
- Koperasi Desa Bakal Sediakan Kredit, Bunga Dipatok 6 Persen per Tahun
- KPK: Deadline Makin Dekat Banyak Pejabat Belum Lapor Harta Kekayaan
Advertisement
Advertisement







