Ekonomi Diprediksi Membaik, Sejumlah Hal Ini Perlu Jadi Perhatian

Ekonomi Diprediksi Membaik, Sejumlah Hal Ini Perlu Jadi PerhatianIlustrasi pertumbuhan ekonomi. - IST
08 Februari 2021 18:27 WIB Herlambang Jati Kusumo Ekbis Share :

Harianjogja.com, JOGJA—Bank Indonesia DIY memprediksi kinerja pertumbuhan ekonomi DIY pada 2021 akan terus melanjutkan tren peningkatan secara bertahap.

Deputi Direktur BI DIY, Miyono mengatakan sebagai upaya menopang pertumbuhan ekonomi di DIY di tengah pandemi Covid-19, masih diperlukan gotong royong seluruh lapisan masyarakat. Beberapa hal penting yang perlu dilakukan untuk mempercepat recovery ekonomi.

“Pertama recovery ekonomi akan sangat bergantung pada prasyarat aspek kesehatan. Kami meyakini kesuksesan vaksinasi merupakan game changer untuk pemulihan ekonomi. Namun perlu dipahami bahwa vaksinasi yang sedang berjalan ditujukan untuk mencegah gejala pasca infeksi Covid-19, bukan mencegah infeksi virus. Oleh karena itu walaupun proses vaksinasi telah berjalan, upaya mengawal protokol kesehatan harus terus ditingkatkan hingga pandemi dinyatakan selesai,” ucap Miyono, Minggu (7/2/2021).

BACA JUGA : Sleman Optimistis Perekonomian 2021 Membaik 

Hal kedua yang perlu dilakukan membuka sektor produktif secara aman dan bertahap. Pembukaan sektor ekonomi tidak dapat dilakukan secara serentak. Adapun sektor yang dibuka adalah sektor yang memberikan nilai tambah tinggi, namun memiliki risiko penyebaran Covid-19 yang relatif rendah. Dalam hal ini pembukaan kembali sektor pariwisata perlu dilakukan secara bertahap dengan memperhatikan pelaksanaan protokol kesehatan yang dilakukan secara ketat dan konsisten.

“Ketiga, mempercepat belanja pemerintah di awal tahun sebagai daya ungkit roda perekonomian. Umumnya belanja pada awal tahun relatif lebih lambat karena proses kontrak pengadaan. Namun  apabila proses tersebut dapat dipercepat, diharapkan belanja pemerintah dapat menjadi penggerak perekonomian masyarakat,” ucapnya.

Keempat, terus mengawal penyerapan dana Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) agar terealisasi secara merata sehingga mampu menjaga daya beli masyarakat. Pemerintah telah berkomitmen untuk meningkatkan anggaran program PEN pada 2021 menjadi Rp533,1 triliun. Dalam hal ini perlu kolaborasi dari seluruh pihak untuk mengawal program PEN agar dapat terealisasi secara optimal.

BACA JUGA : Pertumbuhan Ekonomi DIY Membaik, BI Sebut Ini Kuncinya 

Kelima, mengambil momentum dari pandemi untuk mempercepat transformasi digital. Diyakini bahwa pandemi Covid-19 telah mempercepat implementasi digitalisasi dalam kehidupan sehari-hari. Oleh karena itu, penting bagi seluruh pihak untuk berkolaborasi agar memastikan tidak ada masyarakat yang tertinggal dalam perubahan menuju peradaban baru ini.

“Bank Indonesia  akan terus memperkuat koordinasi ini dengan Pemerintah dan OJK untuk memonitor secara cermat dinamika penyebaran Covid-19 dan dampaknya terhadap stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan. Perumusan kebijakan lanjutan yang perlu ditempuh akan selalu dilakukan secara prudent dan akuntabel, sehingga dapat menjaga stabilitas perekonomian, serta menopang pertumbuhan ekonomi DIY tetap baik dan berdaya tahan,” ucapnya.

Diketahui Ahli Madya Koordinator Fungsi Neraca Wilayah dan Analisis Statistik, Badan Pusat Statistik (BPS) DIY, Mainil Asni mengatakan pertumbuhan ekonomi di DIY 2020 mengalami kontraksi 2,69% (c-to-c), berbeda arah pertumbuhan dibanding 2019 yang tumbuh sebesar 6,59%. Pandemi Covid-19 dinilai menjadi pemicu kontraksi.

BACA JUGA : Wisatawan Berdatangan, Ekonomi DIY Diprediksi Segera

Meski begitu jika melihat pertumbuhan ekonomi triwulanan, menunjukan perbaikan sejak terjadinya pandemi. Triwulan IV mengalami perbaikan jika dibandingkan pada Triwulanan (yoy) II dan III 2020. Adapun pertumbuhan ekonomi triwulan I -0,31%, kemudian triwulan II semakin dalam -6,88%, mulai membaik pada triwulan III yaitu sebesar -2,98% dan triwulan IV kembali membaik meski masih minus -0,68%.