BPD DIY Syariah Terus Mendukung UMKM di Tengah Pandemi

BPD DIY Syariah Terus Mendukung UMKM di Tengah PandemiDirektur Pemasaran dan Usaha Syariah Bank BPD DIY, R. Agus Trimurjanto saat sambutan Webinar Milad Bank BPD Syariah ke-14, UMKM Tetap Tumbuh di Masa Pandemi, Selasa (16/2/2021). - Ist/ tangkapan layar
17 Februari 2021 07:07 WIB Herlambang Jati Kusumo Ekbis Share :

Harianjogja.com, JOGJA— Bank BPD DIY Syariah terus mendukung Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di tengah pandemi Covid-19.

Direktur Pemasaran dan Usaha Syariah Bank BPD DIY, R. Agus Trimurjanto mengungkapkan pandemi Covid-19 yang sudah berlangsung hampir satu tahun di Indonesia, tidak hanya berdampak pada kesehatan namun juga perekonomian. BPD DIY termasuk BPD DIY Syariah mencoba mengambil peran untuk membangkitkan ekonomi.

“Kami berusaha tetap membina UMKM yang merupakan penggerak ekonomi, walaupun keterbatasan karena harus menjaga diri,” ucap Agus dalam Webinar Milad Bank BPD Syariah ke-14, UMKM Tetap Tumbuh di Masa Pandemi, Selasa (16/2/2021).

Baca juga: Tekan Kemiskinan, Pemda DIY Andalkan Efek Proyek Nasional dan Padat Karya

Dia mengatakan BPD DIY dipercaya juga oleh pemerintah sebagai bank mitra penetapan uang negara untuk program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN). Selain itu juga adanya program KUR yang saat pandemi bunga antara 0%-6%. BPD DIY juga melakukan digitalisasi, yang memudahkan masyarakat.

Meski di tengah pandemi Covid-19, saat ini Aset BPD DIY Syariah mencapai Rp1,3 Triliun, pembiayaan Rp812 Miliar, dengan Dana Pihak Ketiga (DPK) Rp624 Miliar. Tahun 2020 bisa mencatat kemudian laba mencapai Rp44,400 Miliar.

Pengusaha yang juga Wali Kota Jogja 2001-2011, Herry Zudianto dalam Webinar tersebut mengungkapkan bahwa perubahan ini merupakan keniscayaan, tidak bisa dihindari. “Untuk pelaku usaha harus siap akan perubahan, harus optimis. Bersama kesulitan pasti ada kemudahan,” ujar Herry.

Baca juga: Setelah PTKM, Masyarakat Diharapkan Lebih Sadar Prokes

Herry mengatakan pengusaha harus inovatif dan kreatif, penyesuaian ke digital harus dilakukan. “Pandemi ini adalah puncak dari perubahan, teknologi dipercepat Covid,-19, menjadikan pemanfaatan teknologi luar biasa. Digitalisasi semua aspek, termasuk usaha, mau tidak mau suka tidak suka,” ucapnya.

Senada dengan Herry, Ketua Himpunan Pengusaha Mikro dan Kecil Indonesia (HIPMIKINDO) DPD DIY, M.Faisol mengungkapkan pelaku usaha harus menyesuaikan dengan kemajuan teknologi yang ada.

“Pandemi ini begitu berdampak, harus ada penyesuaian yang dilakukan dari offline ke online. Seperti bekerja sama dengan transportasi online, menjaga kualitas dalam memasarkan produk di marketplace, dapat juga mengikuti asosiasi untuk mendapat pelatihan-pelatihan,” ucap Faisol.