Pandemi, Pembeli Apartemen Menyusut, Rumah Tapak Meningkat

Pandemi, Pembeli Apartemen Menyusut, Rumah Tapak MeningkatAktivitas pembangunan gedung apartemen di Jakarta. Pada masa pandemi Covid-19, permintaan terhadap unit apartemen menurun. - Bisnis.com
17 Maret 2021 01:37 WIB Yanita Petriella Ekbis Share :

Harianjogja.com, JAKARTA – Pandemi virus corona jenis Covid-19 yang telah menghantam Indonesia lebih dari setahun berdampak pada minat konsumen yang beralih dari apartemen atau rumah susun ke rumah tapak.

Executive Vice President Nonsubsidized Mortgage & Consumer Division Bank BTN Suryanti Agustinar mengatakan terdapat perubahan perilaku konsumen yang cenderung tak lagi berminat membeli apartemen dan lebih memilih rumah tapak.

Hal itu ditandai dengan peningkatan penjualan di kategori rumah tapak dan penurunan penjualan kategori apartemen. Adapun rumah yang diminati konsumen yakni dengan harga sekitar Rp500 juta hingga Rp800 juta.

Konsumen juga cenderung memilih rumah di luar Jakarta dan memiliki fasilitas transportasi dan sarana penunjang lainnya seperti kereta rel listrik (KRL), light rail transit (LRT), busway, jalan tol, sekolah, dan pusat perbelanjaan.

"Sekarang konsumen cenderung lebih senang memiliki rumah tapak dan tidak mesti di Jakarta karena bisa kerja jarak jauh yang penting transportasinya terjangkau. Jarak tidak menjadi hambatan bagi mereka," ujarnya dalam Media Briefing Rumah.com pada Selasa (16/3/2021).

Konsumen, lanjutnya, juga sadar dengan kesehatan dan lingkungan hidup yang bersih sehingga fasilitas yang ada di sekitar rumah yakni jogging track, jalur sepeda untuk berolahraga, dan taman untuk melakukan aktivitas di luar ruangan.

"Kami lihat sekarang konsumen semakin peduli terhadap kesehatan dan lingkungan hidup, mereka rata-rata mencari developer yang konsep perumahannya sehat, ada ruang untuk bekerja, dan fasilitas lainnya lengkap. Jadi, developer yang punya tempat olahraga menjadi pilihan mereka," lanjutnya.

Oleh karena itu, para pengembang harus memperhatikan perubahan tren konsumen agar kebutuhan konsumen bisa terpenuhi pada masa pandemi Covid-19.

"Developer harus memperhatikan konsumen memilih rumah tidak sekadar lokasi, tetapi konsep kesehatan itu menjadi pilihan bagi para konsumen. Terutama bagi milenial, mereka sangat concern dengan hidup sehat. Dengan ngikutin tren yang ada maka penjualan juga meningkat," ucap Suryanti.

Saat ini, konsumen pun berubah dalam mencari rumah yakni menggunakan teknologi digital. Migrasi konsumen ke teknologi digital ditandai dengan peningkatan pengunjung virtual expo yang diadakan oleh Bank BTN baik untuk melihat-lihat rumah maupun dalam pengajuan aplikasi pembelian rumah.

"Sekarang mereka tidak mau susah-susah mengajukan datang ke bank. Oleh sebab itu, kami mengalami peningkatan melalui aplikasi online. Pemilihan lokasi juga semua online di portal kami, kerja sama dengan beberapa developer besar pun tidak lagi mengunjungi lokasi, melainkan secara virtual," paparnya.

Sumber : Bisnis.com