Langkah Sukses Berjualan Online untuk Pemula

Langkah Sukses Berjualan Online untuk PemulaPandemi Covid/19 berhasil mempercepat transformasi bisnis serta aktivitas jual beli dari tradisional menjadi daring atau online lewat prinsip digitalisasi. - Antara
19 Maret 2021 10:57 WIB Dewi Andriani Ekbis Share :

Harianjogja.com, JAKARTA - Di tengah Pandemi Covid-19, sektor e-commerce merupakan salah satu sektor yang mendapatkan dampak positif. Pandemi Covid-19 telah menciptakan tatanan baru pada kebiasan belanja online masyarakat.

Terbukti, berdasarkan Laporan e-Conomy SEA 2020 dari Google, Temasek dan Bain & Company, ada sebanyak 37 persen konsumen baru digital yang memanfaatkan layanan e-commerce.

Berdasarkan laporan yang sama, selama 2020, ekonomi internet di Indonesia mencapai US$44 miliar, dengan e-commerce sebagai pendorong utama.

Selain itu, berdasarkan data Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) tahun 2019-2020, Indonesia mengalami pertumbuhan pengguna internet sebanyak 8,9 persen dari tahun sebelumnya. Saat ini, jumlah pengguna internet Indonesia mencapai 73,7 persen dari jumlah penduduk Indonesia.

Baca juga: Jurus Jitu Dapatkan Keuntungan Lebih Besar dalam Berbisnis

Hal ini merupakan peluang dan potensi yang cukup besar bagi pemula yang ingin mencoba peruntungan untuk memulai bisnis secara daring.

Dora Songco, Product Marketing Manager Google Indonesia, mengatakan bahwa membangun kesadaran digital merupakan hal yang paling utama saat memulai bisnis online, yang mana mereka harus memahami secara mendalam manfaat digital platform untuk meningkatkan bisnis mereka.

“Pahami juga karakter pelanggan online saat ini, akses apa yang mereka gunakan untuk melakukan belanja online,” ujarnya dalam Webinar Digital Ekonomi dengan tema Ayo Jualan Online.

Baca juga: Organisasi Pekerja Wanti-wanti agar THR Dikucurkan Penuh

Dora menambahkan ada tiga tahapan yang harus diperhatikan UMKM untuk go online.

Pertama, mengenal dan menemukan pelanggan baru dengan beberapa tools atau perangkat yang sudah tersedia di platform digital.

Kedua, memanfaatkan platform e-commerce atau marketplace yang dapat membantu meningkatkan efektifitas kinerja pada bisnis online, dan cobalah untuk merubah mindset bahwa platform digital tidak mempersulit kinerja.

Ketiga, mencari tahu tren yang saat ini sedang banyak diminati pasar yang dapat membantu dalam mengembangkan peluang bisnis.

Perkembangan dunia digital saat ini, mengharuskan para wirausahawan untuk mampu beradaptasi memanfaatkan beragam platform digital untuk meningkatkan performa bisnis.

Bayu Ramadhan, VP, Group Head of Merchant Marketing Gojek Indonesia mengatakan, pemanfaatan platform digital menjadi sebuah kesempatan untuk bergerak dalam memaksimalkan ranah digital.

“Platform digital seperti Gojek memiliki beragam program yang bisa dimanfaatkan oleh pemula untuk memulai mengembangkan bisnis, termasuk pelatihan intensif dalam memanfaatkan fitur-fitur yang ada di Gojek,” ujarnya.

Manfaat jual beli online pada masa pandemi ini, turut dirasakan oleh Nanny Hadi Tjahjanto, pendiri marketplace Ladara Indonesia yang diinisiasi oleh istri-istri TNI yang kemudian dapat dimanfaatkan masyarakat umum.

Ladara merupakan salah satu e-commerce yang membantu pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dan industri kecil dan menengah (IKM) di Indonesia.

Menurutnya, inovasi dan kemauan yang kuat merupakan kunci utama dalam memulai bisnis, baik online dan juga offline, serta diiringi dengan strategi pemasaran yang jitu.

“Ada dua resep mancur yang bisa dipertimbangkan untuk memenangkan persaingan bisnis di era digital, yakni harus menarik perhatian dalam segi produk maupun dari hal pemasaran produk tersebut, dan membangun komunitas komunitas,” ujar Nanny.

Siberkreasi sebagai Gerakan Nasional Literasi Digital yang mendukung dan menyebarkan konten positif, berusaha memberikan informasi tepat guna kepada masyarakat mengenai potensi perdagangan daring di Indonesia. Perdagangan daring saat ini diharapkan mampu membantu UMKM di Indonesia bertahan di tengah kondisi perekonomian yang tidak menentu akibat pandemi Covid-19.

Sumber : Bisnis.com