Advertisement
Pandemi, Ekspor Makanan Halal Tumbuh
Ilustrasi-Aktivitas pedagang daging halal di Pasar Zuojiazhuang, Beijing. - ANTARA/M. Irfan Ilmie
Advertisement
Harianjogja.com, JAKARTA - Kinerja ekspor bahan makanan halal Indonesia masih bertahan selama pandemi Covid-19. Hal tersebut berdasarkan Laporan Ekonomi dan Keuangan Syariah (LEKSI) 2020 Bank Indonesia.
Ekspor makanan halal Indonesia pada 2020 tumbuh sebesar 38,02 persen. Ekspor bahan makanan halal mencapai nilai US$34,16 miliar atau naik 14,55 persen dari 2019.
Advertisement
Adapun, impor bahan makanan halal turun 2,28 persen menjadi sebesar US$16,97 miliar pada 2020.
Pakar Ekonomi Syariah IPB Irfan Syauqi Beik mengatakan kinerja ekspor makanan halal yang baik selama pandemi setidaknya menunjukkan tiga hal penting terkait dengan peran Indonesia dalam pasar global.
Baca juga: Sejumlah Perangkat Desa Terinfeksi Corona Meski Sudah Divaksin, Begini Penjelasan Pemkab Sleman
Pertama, bahwa Indonesia adalah negara yang memiliki potensi sangat besar untuk mengembangkan sektor pertanian. Menurutnya, basis kekayaan alam Indonesia sangat penting untuk dimanfaatkan dan dikelola dengan baik.
"Tentu saja yang harus kita dorong adalah bagaimana kita secara kreatif dan inovatif terus memproduksi value added product ini," jelas Irfan kepada Bisnis, Jumat (2/4/2021)
Kedua, kemampuan Indonesia untuk mulai melakukan penetrasi sektor makanan halal ke pasar internasional.
"Dari sisi data sebagaimana yang juga dirilis Global Islamic Economy Report, bahwa pangsa dari industri makanan halal ini cukup signifikan dengan angka kalau tidak salah US$1,3 [triliun] atau US$1,7 triliun," katanya.
Ketiga, dua faktor sebelumnya sekaligus mengonfirmasi bahwa sektor pertanian adalah sektor yang daya tahannya sangat kuat terhadap krisis.
Irfan mengatakan sektor pertanian adalah sektor yang resilient di dua krisis ekonomi Indonesia. Dia menyebut sektor pertanian tetap tumbuh positif saat krisis tahun 1998 dengan pertumbuhan ekonomi minus lebih dari 13 persen. Lalu, pada resesi disebabkan oleh pandemi Covid-19 di 2020 yang secara keseluruhan terkontraksi sampai -2,07 persen.
Baca juga: Tak Hanya di Pleret, Densus 88 Juga Menangkap Terduga Teroris di Sewon Bantul
Adapun, pangsa ekspor bahan makanan halal pada 2020 meningkat, sejalan dengan pertumbuhan ekspor bahan makanan halal yang juga meningkat. Pangsa ekspor bahan makanan halal di 2020 mencapai 93,52 persen atau meningkat dari tahun sebelumnya yang tercatat 93,04 persen terhadap total ekspor bahan makanan.
Kelompok komoditas sebagai penyumbang ekspor bahan makanan halal terbesar 2020 adalah lemak hewani dan nabati serta minyak sawit. Nilai ekspor komoditas tersebut sebesar US$19,77 miliar dengan pangsa 57,86 persen terhadap total ekspor bahan makanan halal.
"Boleh jadi kita [Indonesia] bisa cepat keluar dari resesi ini dengan memperbesar volume dari industri makanan halal," ujar Irfan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber : bisnis.com
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Kelar Dibangun, Koperasi Nelayan Merah Putih di Bantul Belum Bisa Buka
Advertisement
Festival Imlek Nasional 2026 Pecahkan Rekor Dunia Lontong Cap Go Meh
Advertisement
Berita Populer
- IHSG Pekan Ini Volatile, Terseret Geopolitik Global
- Harga Emas Hari Ini 2 Maret 2026 Naik, UBS Tembus Rp3,16 Juta
- Harga Pangan Nasional 2 Maret 2026: Bawang Rp46.900, Cabai Rp83.850
- Kasus Pajak Developer PT PIP, DJP DIY Sita 10 Aset Senilai Rp768 Juta
- Harga BBM Bisa Naik Akibat Perang AS-Iran, Ini Kata Pemerintah
- Menteri Perdagangan Siaga Dampak Konflik Iran, Daya Beli Dijaga
- Daftar Jalan Tol yang Diskon 30 Persen Saat Mudik
Advertisement
Advertisement







