Pandemi, Ekspor Makanan Halal Tumbuh

Pandemi, Ekspor Makanan Halal Tumbuh Ilustrasi-Aktivitas pedagang daging halal di Pasar Zuojiazhuang, Beijing. - ANTARA/M. Irfan Ilmie
03 April 2021 08:37 WIB Dany Saputra Ekbis Share :

Harianjogja.com, JAKARTA - Kinerja ekspor bahan makanan halal Indonesia masih bertahan selama pandemi Covid-19. Hal tersebut berdasarkan Laporan Ekonomi dan Keuangan Syariah (LEKSI) 2020 Bank Indonesia. 

Ekspor makanan halal Indonesia pada 2020 tumbuh sebesar 38,02 persen. Ekspor bahan makanan halal mencapai nilai US$34,16 miliar atau naik 14,55 persen dari 2019.

Adapun, impor bahan makanan halal turun 2,28 persen menjadi sebesar US$16,97 miliar pada 2020.

Pakar Ekonomi Syariah IPB Irfan Syauqi Beik mengatakan kinerja ekspor makanan halal yang baik selama pandemi setidaknya menunjukkan tiga hal penting terkait dengan peran Indonesia dalam pasar global.

Baca juga: Sejumlah Perangkat Desa Terinfeksi Corona Meski Sudah Divaksin, Begini Penjelasan Pemkab Sleman

Pertama, bahwa Indonesia adalah negara yang memiliki potensi sangat besar untuk mengembangkan sektor pertanian. Menurutnya, basis kekayaan alam Indonesia sangat penting untuk dimanfaatkan dan dikelola dengan baik.

"Tentu saja yang harus kita dorong adalah bagaimana kita secara kreatif dan inovatif terus memproduksi value added product ini," jelas Irfan kepada Bisnis, Jumat (2/4/2021)

Kedua, kemampuan Indonesia untuk mulai melakukan penetrasi sektor makanan halal ke pasar internasional.

"Dari sisi data sebagaimana yang juga dirilis Global Islamic Economy Report, bahwa pangsa dari industri makanan halal ini cukup signifikan dengan angka kalau tidak salah US$1,3 [triliun] atau US$1,7 triliun," katanya.

Ketiga, dua faktor sebelumnya sekaligus mengonfirmasi bahwa sektor pertanian adalah sektor yang daya tahannya sangat kuat terhadap krisis.

Irfan mengatakan sektor pertanian adalah sektor yang resilient di dua krisis ekonomi Indonesia. Dia menyebut sektor pertanian tetap tumbuh positif saat krisis tahun 1998 dengan pertumbuhan ekonomi minus lebih dari 13 persen. Lalu, pada resesi disebabkan oleh pandemi Covid-19 di 2020 yang secara keseluruhan terkontraksi sampai -2,07 persen.

Baca juga: Tak Hanya di Pleret, Densus 88 Juga Menangkap Terduga Teroris di Sewon Bantul

Adapun, pangsa ekspor bahan makanan halal pada 2020 meningkat, sejalan dengan pertumbuhan ekspor bahan makanan halal yang juga meningkat. Pangsa ekspor bahan makanan halal di 2020 mencapai 93,52 persen atau meningkat dari tahun sebelumnya yang tercatat 93,04 persen terhadap total ekspor bahan makanan.

Kelompok komoditas sebagai penyumbang ekspor bahan makanan halal terbesar 2020 adalah lemak hewani dan nabati serta minyak sawit. Nilai ekspor komoditas tersebut sebesar US$19,77 miliar dengan pangsa 57,86 persen terhadap total ekspor bahan makanan halal.

"Boleh jadi kita [Indonesia] bisa cepat keluar dari resesi ini dengan memperbesar volume dari industri makanan halal," ujar Irfan.

Sumber : bisnis.com