Bazar Si Bakul Lebaran, Wadah Pembinaan UKM oleh DiskopUKM DIY

Bazar Si Bakul Lebaran, Wadah Pembinaan UKM oleh DiskopUKM DIYSuasana Bazar Si Bakul Lebaran di DiskopUKM DIY, Jumat (7/5/2021). - Ist/DiskopUKM DIY
08 Mei 2021 07:37 WIB Sirojul Khafid Ekbis Share :

Harianjogja.com, JOGJA -- Sebagai komitmen dalam pembinaan Usaha Kecil dan Menengah (UKM), Dinas Koperasi dan UKM (DiskopUKM) DIY menyelenggarakan Bazar Si Bakul Lebaran.

Si Bakul atau Sistem Informasi Pembinaan Koperasi dan Pelaku Usaha merupakan wadah pembinaan UKM. Sebelumnya Si Bakul hanya wadah pendataan UKM, namun seiring berjalannya waktu kegiatan di dalamnya terus berkembang.

Menurut Kepala Bidang UKM DiskopUKM DIY, Tatik Ratnawati, bazar ini mengambil momen jelang lebaran, saat banyak masyarakat membutuhkan bahan pokok atau lainnya. Dengan mendatangkan 17 UKM yang membuka stan serta puluhan UKM yang tergabung dalam Koperasi Koperasi Java Parama Niaga (JPN), pasar utama bazar yaitu para pegawai DiskopUKM DIY.

Baca juga: Evaluasi Program Pembangunan Berbasis Masyarakat Jitu Cegah Korupsi Plus Menghemat Anggaran Negara

"Momen lebaran pasti butuh barang pokok, baik untuk kebutuhan buka puasa atau persiapan di hari raya. Terlebih tahun ini tidak bisa kemana-mana (mudik), pasti butuh makanan untuk internal keluarga. Kami berinisiatif, karena kami dari DiskopUKM DIY, kenapa tidak kami undang UKM binaan untuk buka pameran di dinas," kata Tatik saat ditemui di DiskopUKM DIY, Jumat (7/5/2021).

Bazar ini sebagai bukti bahwa DiskopUKM DIY tidak berhenti pada pembinaan, tapi juga turut membantu secara aktif penjualan produk-produk UKM. Adapun jenis barang yang dijual seperti beras, gula, minyak, telur, makanan kaleng, kue kering, makanan siap saji, baju, kerajinan dan lainnya. Dalam pantauan Tatik, banyak stan yang terlihat ramai.

"Dagangannya laris, banyak yang [produknya] habis. Semua pegawai kami minta untuk belanja, ayo dilarisi UKM," kata Tatik.

Baca juga: THR untuk PNS Dipangkas Bukti Nyata Kondisi Keuangan Negara Sulit

Selain pameran Bazar Si Bakul Lebaran, saat ini DiskopUKM DIY juga mengirimkan UKM binaannya untuk pameran di Jogja City Mall. Adapula pameran di Bandara Yogyakarta International Airport. Ke depan, DiskopUKM DIY akan upayakan pemeran permanen di mall. Semua upaya ini dengan satu muara, meningkatkan kesejahteraan UKM di DIY. Sampai saat ini, UKM yang telah bergabung dalam program Si Bakul berjumlah 287.682.

Menurut Kepala DiskopUKM DIY, Srie Nurkyatsiwi, akan ada keberlanjutan dari program-program pameran ini. DiskopUKM DIY sebagai pionir serta contoh pihak yang terus mendukung UKM. Dalam Bazar Si Bakul Lebaran misalnya, dengan total pegawai DiskopUKM DIY 130 orang, maka perputaran uang cukup bagus.

"Misal satu orang mengalokasikan [untuk belanja] Rp150.000, itu kan sudah ada transaksi di situ," kata Siwi. "Ini bentuk komitmen, yang penting komitmen. Kami sudah bina, kami sudah dorong mereka untuk ayo tetap harus berkreasi."

Selain meningkatkan penjualan, bazar ini juga sebagai evaluasi produk dan layanan UKM. Saat UKM menjajakan produknya, bisa ada evaluasi dari segi kemasan, rasa, layanan, dan lainnya. Termasuk sistem pembayaran, misal masih ada yang belum cashless, ke depan ada bimbingan agar menuju sistem pembayaran digital.

"Cara menyajikan produk [untuk pembeli], itu bagian yang kami nilai juga. Misalnya di meja menggunakan taplak warna apa, itu menjadi pertimbangan saat kami diskusi dengan beberapa tim ahli kami," kata Siwi.

Meskipun kebanyakan pembeli berasal dari pegawai DiskopUKM DIY, ada beberapa pembeli dari luar, salah satunya Rini, 32. "Saya ke DiskopUKM DIY tadi beli kue-kue lebaran. Liat iklan di instagram mereka kok menarik, ternyata sampai sana banyak pilihan. Jadi saya mborong aja," kata Rini.