BI Ungkap Penyebab Rupiah Tembus Rp17.500 per Dolar AS
BI menyebut pelemahan rupiah hingga tembus Rp17.500 per dolar AS dipicu konflik global dan meningkatnya permintaan dolar.
Warga mengorder ojek online di Jakarta. /Bisnis-Abdurahman
Harianjogja.com, JAKARTA — Ketua Presidium Nasional Gabungan Aksi Roda Dua (Garda) Indonesia Igun Wicaksono menjelaskan alasan di balik kesulian masyarakat mendapatkan pengemudi ojek online saat masa libur lebaran.
Menurut Igun, para pengemudi ojek online atau ojol, lebih memilih untuk menghabiskan waktu bersama keluarga di rumah saat Idulfitri 1442 H. Terlebih, bonus yang mereka dapatkan saat libur lebaran berkurang.
“Faktor utamanya sebenarnya adalah teman-teman ojek online ini lebih memilih untuk bersama dengan keluarganya masing-masing, karena memang di hari raya. Adanya keluhan-keluhan berkurangnya bonus itu juga dari teman-teman ojek online, itu [jadi] faktor mereka [memilih] lebih baik berkumpul bersama keluarga dibandingkan mencari order atau narik di jalanan,” jelas Igun kepada Bisnis, Sabtu (15/5/2021).
Igun juga menilai hal tersebut merupakan hal yang wajar karena biasanya perusahaan memberikan bonus yang lebih besar. Dengan demikian, bonus menjadi pertimbangan bagi para pengemudi ojol untuk mengambil order saat libur hari raya, di kala sebelum pandemi Covid-19.
Baca juga: Libur Idulfitri, Pengunjung GL Zoo Mulai Meningkat
“Itu yang diharapkan teman-teman [ojol] sehingga mereka punya pertimbangan bahwa dengan bonus apa adanya sekarang dan tidak ada penambahan menjelang hari raya atau bonus khusus selama hari raya,” tambahnya.
Igun lalu berharap agar pemerintah mengeluarkan program bantuan untuk para pekerja sektor informal seperti pengemudi ojek daring. Lalu, di sisi perusahaan, Igun juga berharap kesejahteraan pengemudi ojol dapat lebih diperhatikan dengan menambahkan insentif atau bonus khususnya pada hari raya.
“Sehingga teman-teman ojek online merasa sangat dihargai apalagi yang tetap mencari order saat seharusnya mereka libur. Nilai besarannya juga harus lebih besar dari bonus harian biasa,” pungkasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : bisnis.com
BI menyebut pelemahan rupiah hingga tembus Rp17.500 per dolar AS dipicu konflik global dan meningkatnya permintaan dolar.
Pria asal Sleman tewas tertemper KRL di Klaten. Polisi selidiki penyebab, KAI imbau warga jauhi jalur kereta.
Inflasi Juni 2026 capai 3,34%. Menkeu sebut dipicu BBM dan pangan, diprediksi segera mereda karena faktor musiman.
Pemerintah resmi terapkan B50 mulai 1 Juli 2026. Pakar ITB sebut aman untuk mesin diesel, emisi lebih rendah.
Daftar agenda Jogja Juli 2026: IFBC, festival layangan, geopark night, INACRAFT hingga scooter parade. Gratis dan seru!
Pemkab Bantul turunkan tiket pantai barat jadi Rp5.000 mulai 1 Juli 2026. Strategi dongkrak wisata dan ekonomi pesisir.