Ribuan Warga Padati Magelang Ethno Carnival 2026
Magelang Ethno Carnival 2026 diikuti 40 kontingen dan menjadi puncak Magelang Flower Festival dengan transaksi Rp250 juta-Rp300 juta per hari.
Pelaku usaha kecil bakpia, Miftakhul Janah menunjukkan salah satu produk bakpia, Rabu (11/8/2021).(Sunartono)
Harianjogja.com, JOGJA—Sejumlah produsen makanan khas Jogja bakpia harus menelan pil pahit di tengah gempuran pandemi Covid-19. Tak sedikit mereka gulung tikar dan tidak melakukan produksi karena minimnya permintaan.
Mereka yang nekat berproduksi melakukan inovasi dengan beragam cara untuk bertahan, dari mengurangi jumlah karyawan hingga mengubah strategi pemasaran. Jika sebelumnya berstatus sebagai kue oleh-oleh khas Jogja karena banyak diborong wisatawan. Kini diubah menjadi jajanan pasar yang dikonsumsi warga Jogja secara harian.
“Kalau mau untuk oleh-oleh tidak laku, wisatawan sepi. Dulu sebelum pandemi, sehari bisa laku Rp1 juta, sekarang ini pernah saya hanya dapat Rp20.000. Karyawan dari sebelumnya 10 orang, sekarang hanya empat,” kata pelaku usaha kecil Bakpia Zahrae, Miftakhul Janah, Rabu (11/8/2021).
Jika sebelumnya dalam sehari produksi mampu menghabiskan 25 kilogram kacang jika, saat ini untuk menghabiskan bahan baku enam kilogram saja sudah teramat berat.
Janah menyadari betapa pentingnya inovasi dalam menghadapi setiap perubahan termasuk pandemi yang datang secara tiba-tiba. Ia mengubah segmentasi pasar dengan mengubah status bakpia.
“Kalau oleh-oleh sekarang saya berusaha bagaimana agar bakpia ini menjadi camilan harian warga Jogja seperti jajanan pasar, bisa ditemukan di warung-warung,” ujarnya.
Ia pun membuat kemasan kecil dengan harga Rp3.000 berisi empat butir bakpia. Kemasan ini kemudian didrop di sejumlah pedagang jajanan pasar, bukan lagi masuk ke kawasan wisata maupun toko oleh-oleh. Selain itu membuat kemasan Rp10.000 per kotak dengan mengubah merek.
“Jadi saya ambil segmennya harganya Rp3.000 dan Rp10.000 ini lumayan bisa bertahan. Selain penjualan langsung, juga lewat online seperti facebook ini cukup membantu pemasaran,” katanya.
Janah mengaku saat awal sebelum pandemi masuk Jogja antara Januari hingga Maret 2020 merupakan pasar yang sangat bagus. Karena saat itu banyak wisatawan yang datang ke Jogja. Saat itu juga sejumlah produk buatannya laris, salah satunya bakpia kaleng yang ia jual dengan harga Rp40.000 hingga Rp50.000.
Ia melakukan inovasi dan riset kecil-kecilan untuk menghasilkan bakpia kaleng secara mandiri antara 2019 hingga pertengahan 2020. Hasilnya bakpia tersebut mampu bertahan hingga setahun. Produksi bakpia kaleng sempat terhenti di awal 2020 silam karena pandemi, padahal inovasi terus dilakukan. Pencapaian tertinggi bakpai kaleng, saat itu pernah mendapatkan pemesanan hingga 100 kaleng dalam sehari.
“Untuk bakpia kaleng ini di 2021 kami mau memulai lagi, segmennya memang premium, untuk yang kemasang kecil segitiga premium masih berjalan tetapi penjualannya memang menurun. Kalau yang segmen jajanan pasar itu malah lumayan,” ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Magelang Ethno Carnival 2026 diikuti 40 kontingen dan menjadi puncak Magelang Flower Festival dengan transaksi Rp250 juta-Rp300 juta per hari.
Simak syarat dan biaya perpanjangan SIM A dan C di Gunungkidul pada November 2026, termasuk tarif PNBP dan dokumen yang harus disiapkan.
Jadwal KRL Jogja-Solo Senin 2 November 2026 tersedia 15 kali keberangkatan. Simak jadwal 13 stasiun dan tarif Rp8.000.
PSS Sleman kalah 3-1 dari Garudayaksa FC pada pekan ke-8 Super League 2026/2027. Kevin Gomes mendapat kartu merah pada babak pertama.
Simak jadwal perpanjangan SIM Sleman November 2026 di MPP, SIM Keliling SCH, dan SIMMADE beserta jam layanan serta persyaratannya.
Como 1907 menang 1-0 atas Venezia pada pekan ke-10 Liga Italia 2026/2027. Penalti Lucas Da Cunha memastikan kemenangan keempat beruntun.