Bank Syariah Bukopin Terus Beradaptasi dengan Perkembangan Teknologi

Bank Syariah Bukopin Terus Beradaptasi dengan Perkembangan TeknologiDirektur Utama Bank Syariah Bukopin, Dery Januar, saat webinar bertajuk Fintech Optimalisasi dalam Era Digital 4.0, Senin (9/8/2021). - Harian Jogja/Herlambang Jati Kusumo)
18 Agustus 2021 03:37 WIB Herlambang Jati Kusumo Ekbis Share :

Harianjogja.com, JOGJA-Bank Syariah Bukopin (BSB) terus bergerak serta beradaptasi dengan perkembangan zaman dan perkembangan teknologi.

Direktur Utama BSB, Dery Januar mengatakan proses transformasi digital memang memberi warna yang sangat besar terhadap pola produk, program bisnis perbankan syariah. Dengan adanya pandemi, semakin mendorong masyarakat, nasabah untuk bertransaksi secara digital. Secara umum di dunia perbankan, Derry juga melihat perkembangan pengguna layanan digital ini oleh masyarakat. Adanya perkembangan digital ini sejumlah bank juga mengurangi kantor.

“Ini menjadi peluang bagi kami, perbankan, menjadi pendukung transaksi nasabah lebih banyak menggunakan teknologi digital. Sebagai pelaku bisnis kami juga berupaya untuk menyesuaikan agar tidak ketinggalan,” ucap Dery, saat webinar bertajuk Fintech Optimalisasi dalam Era Digital 4.0, Senin (9/8/2021).

Dery mengungkapkan meski perkembangan teknologi digital membantu berbagai kemudahan, tetapi pihaknya juga menyadari ada celah dari perkembangan teknologi digital ini. “Kami mendukung perkembangan teknologi, tetapi juga berupaya menjaga agar risiko dapat dimitigasi,” ucapnya.

Dia mengatakan secara umum ada sejumlah tantangan dengan transaksi digital yang harus diantisipasi seperti perlindungan dan pertukaran atas data pribadi nasabah. Risiko kebocoran data nasabah, risiko strategis, dan sejumlah tantangan lainnya.
“Perlu dijaga agar inovasi baru ini, jangan sampai justru kontraproduktif. Kesiapan organisasi bank, infrastruktur jaringan. Meningkatkan literasi keuangan dan digital,” ujar Dery.

Dery mengungkapkan bagaimana arah pengembangan perbankan syariah ke depan. Pertama, penguatan identitas perbankan syariah.
Menurut dia, prinsip syariah yang ada perbankan selalu dijaga. Selain itu, sinergi ekosistem ekonomi syariah. Membuat lebih ekonomis dan lebih cepat mengimplementasikan suatu program bisnis digital masyarakat. Lalu, penguatan perizinan, pengaturan dan pengawasan.
Dia mengatakan meski saat ini masih di Bank Umum Kegiatan Usaha (BUKU) I, BSB juga terus mengembangkan layanan digital. Pemanfaatan teknologi digital di perbankan khususnya BSB sendiri juga memperhatikan berbagai hal.

Pertama yang menjadi perhatian masalah akurasi dan kecepatan yang harus didukung penyempurnaan proses bisnis dan surveillance yang mumpuni. Sehingga bisa menjalankan proses, analisis evaluasi lebih cepat dan akurat. Kedua yang harus dilakukan memahami kebutuhan nasabah.

“Kami ada tim pengembangan User Experience, melihat keinginan, kebutuhan nasabah, yang diterjemahkan dalam format platform digital,” ujarnya.

Ketiga, yaitu dengan memberikan fleksibilitas dan kemudahan bertransaksi. Diakui Dery hal ini juga menjadi tantangan tersendiri untuk melengkapi dari sisi produk fitur layanan transaksi pembayaran lebih menarik, bisa memenuhi kebutuhan nasabah. “Optimsme kami bisa berperan aktif di teknologi digital ini. Ke depan insyaallah ketika masuk BUKU II akan semakin banyak lagi layanan digital ini,” ucapnya.

Sinergi dan Kolaborasi

Tak hanya itu, Dery juga menyinggung peluang terbukanya sinergi antara BSB dengan pelaku teknologi finansial (tekfin). Dia tak memungkiri, adanya tekfin yang berkembang beberapa waktu terakhir, bukan menjadi ancaman bagi bank.

“Semoga bisa saling melengkapi, berkolaborasi. Bisa kerja sama penyaluran pembiayaan, media transaksi pembayaran ecommerce, pengembangan layanan ekosistem sekolah. Kolaborasi banyak pilihan dan objeknya, terpenting bank sesuai prinsip syariah,” ujarnya. (ADV)